alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

TRAGIS! Stres Berat, Minum Air Aki, Petani Jembrana Tewas Mengenaskan

NEGARA – Diduga karena kesulitan ekonomi, I Wayan Satra, 38, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum air aki, Minggu (22/9) kemarin.

Warga Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, tersebut meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan luar, korban meninggal dunia karena mengalami kerusakan pada bagian organ lambung.

Peristiwa tersebut berawal saat korban terlihat membawa gelas plastik warna oranye ke dalam kamar, pada Sabtu (21/9) malam sekitar 23.00 wita.

Saat itu, Ni Kadek Putri, 29, istri korban sempat bertanya isi dalam gelas lalu dijawab Satra kalau yang dibawa hanya air minum.

“Karena tidak curiga, saksi lalu menidurkan anaknya,” kata Kanitreskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara, seizin Kapolsek Mendoyo Kompol I Made Karsa, kemarin.

Baca Juga:  Pasien Suspect Corona di Jembrana Membaik, Dokter Ambil Sampel PDP

Pada saat istri korban menidurkan anaknya di kamar sebelahnya, Ni Kadek Putri mendengar suara barang jatuh dari dalam kamar korban.

Ketika dilihat, korban sudah dalam kondisi telentang di lantai tanpa baju, hanya menggenakan celana training. Sementara gelas plastik warna yang dibawa ke kamar ada di sampingnya.

”Saat ditemukan, korban masih bernafas dan sempat berbicara dengan istrinya,” terangnya. Istri korban kemudian memanggil kakak korban dan keluarga lainnya untuk membawa korban ke Puskesmas Pekutatan.

Setelah mendapat penanganan di Puskesmas, korban dirujuk ke RSU Negara untuk mendapat perawatan intensif.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Minggu pagi, sekitar pukul 05.00 wita, korban meninggal di RSU Negara.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti 1 buah obeng warna hitam, 1 buah gelas plastik warna oranye berisi sisa bekas cairan,

Baca Juga:  Keluarga Korban Tewas Sebut Tak Ada Hubungan Suarningsih dengan Pelaku

1 buah aki motor di depan dapur korban yang airnya sebagian sudah berkurang, serta di dekat jalan ditemukan 2 buah botol air mineral kosong beraroma bensin.

“Barang bukti diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. Ipda Artha Kumara mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan dokter RSU Negara,

korban sempat muntah darah karena mengalami kerusakan lambung akibat sifat air aki yang korosif, sehingga menyebabkan korban meninggal.

“Dari hasil fisik korban oleh Unit Inafis Sat Reskrim Polres Jembrana tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” terangnya.

Berdasar keterangan saksi dan barang bukti, korban diduga sengaja minum air aki untuk mengakhiri hidupnya.

Mengenai motif, diduga karena masalah ekonomi. Selama ini koran juga tertutup jika mengalami permasalahan. 



NEGARA – Diduga karena kesulitan ekonomi, I Wayan Satra, 38, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum air aki, Minggu (22/9) kemarin.

Warga Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo, Jembrana, tersebut meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan luar, korban meninggal dunia karena mengalami kerusakan pada bagian organ lambung.

Peristiwa tersebut berawal saat korban terlihat membawa gelas plastik warna oranye ke dalam kamar, pada Sabtu (21/9) malam sekitar 23.00 wita.

Saat itu, Ni Kadek Putri, 29, istri korban sempat bertanya isi dalam gelas lalu dijawab Satra kalau yang dibawa hanya air minum.

“Karena tidak curiga, saksi lalu menidurkan anaknya,” kata Kanitreskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara, seizin Kapolsek Mendoyo Kompol I Made Karsa, kemarin.

Baca Juga:  Ternyata, Sehari Sebelum Meninggal, Korban Sempat Mengeluh Pusing

Pada saat istri korban menidurkan anaknya di kamar sebelahnya, Ni Kadek Putri mendengar suara barang jatuh dari dalam kamar korban.

Ketika dilihat, korban sudah dalam kondisi telentang di lantai tanpa baju, hanya menggenakan celana training. Sementara gelas plastik warna yang dibawa ke kamar ada di sampingnya.

”Saat ditemukan, korban masih bernafas dan sempat berbicara dengan istrinya,” terangnya. Istri korban kemudian memanggil kakak korban dan keluarga lainnya untuk membawa korban ke Puskesmas Pekutatan.

Setelah mendapat penanganan di Puskesmas, korban dirujuk ke RSU Negara untuk mendapat perawatan intensif.

Sayangnya, nyawa korban tidak tertolong. Minggu pagi, sekitar pukul 05.00 wita, korban meninggal di RSU Negara.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti 1 buah obeng warna hitam, 1 buah gelas plastik warna oranye berisi sisa bekas cairan,

Baca Juga:  Amor Ring Acintya…Terpeleset saat Menyeberang, Pekak Suparta Tewas

1 buah aki motor di depan dapur korban yang airnya sebagian sudah berkurang, serta di dekat jalan ditemukan 2 buah botol air mineral kosong beraroma bensin.

“Barang bukti diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. Ipda Artha Kumara mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan dokter RSU Negara,

korban sempat muntah darah karena mengalami kerusakan lambung akibat sifat air aki yang korosif, sehingga menyebabkan korban meninggal.

“Dari hasil fisik korban oleh Unit Inafis Sat Reskrim Polres Jembrana tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” terangnya.

Berdasar keterangan saksi dan barang bukti, korban diduga sengaja minum air aki untuk mengakhiri hidupnya.

Mengenai motif, diduga karena masalah ekonomi. Selama ini koran juga tertutup jika mengalami permasalahan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/