alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Universitas Bali Internasional Gelar Wisuda Ke-2 dengan Prokes Ketat

DENPASAR-Universitas Bali Internasional (UNBI), Jalan Seroja, Gang Jeruk, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, menggelar wisuda ke-2, Rabu (23/9).

 

Rektor UNBI, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp. PD-KHOM mengatakan, dalam pelaksanaan wisuda kali ini, pihak kampus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu jugalah yang membuat prosesi wisuda yang semestinya diikuti total 165 wisudawan dan wisudawati harus dibagi dalam dua gelombang.

 

“Kami menjaga protokol kesehatan (Prokes) semaksimal mungkin. Kemudian ini digelar di ruang terbuka sehingga jauh lebih aman dibandingkan di aula ruangan tertutup,” katanya saat diwawancara sebelum acara wisuda.

 

Dijelaskannya, para peserta wisuda kali ini terdiri dari dari 8 jurusan, dengan rata-rata telah menempuh pendidikan 4 hingga 4,5 tahun studi normal.

 

Para wisudawan ini nantinya diharapkan bisa menjadi produk yang bisa mengimbangi era revolusi 4.0.

 

Dimana menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat.

 

Sehingga nantinya para wisudawan ini diharapkan tidak akan berhenti mengejar ilmu agar tidak tertinggal.

 

Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship para wisudawan, pihak kampus telah bekerjasama dengan beberapa universitas lain seperti UNUD, City of Glasgow College, dan UK.

 

Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja, kampus UNBI juga telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti RSUP Sanglah Denpasar dan juga perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. 

 

“Apa yang kita sebut pendidikan sepanjang hayat itu harus, agar tidak tertinggal. Kami sangat mengharapkan agar mereka terus belajar dan mengimplementasikan ilmu itu kepada masyarakat sehingga berguna untuk masyarakat,” imbuhnya. 

 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Anugerah Usada Bali, Dr. Drs I Nyoman Gede Astina M.Pd.,CHT.,CHA. menjelaskan bahwa wisuda kali ini merupakan yang pertama kalinya untuk program reguler.

 

 “Sebenarnya kami sudah pernah wisuda kedua kalinya sampai sekarang karena pernah menggelar wisuda non reguler pada tahun lalu.

 

Dan yang reguler baru hari ini. Dan untuk protokol kesehatan di gelombang pertama ini jadi hanya 80 orang saja yang diwisuda dan besok (Kamis, 24/9) sekitar 85. Jadi kami bagi dua untuk menghindari kerumunan,” katanya. 

 

Hal ini kata dia, sesuai dengan imbauan Pemerintah Provinsi Bali agar tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran covid-19.

 

Mulai dari jaga jarak, penggunaan masker, dan juga penyediaan tempat cuci tangan di lokasi kegiatan wisuda.

 

“Karena kita sudah tau bahwa akhir-akhir ini di Bali pandemi ini semakin meningkat. Sehingga kedisiplinan ini harus kita lakukan dengan baik,” ujarnya.

 

Sementara untuk proses perkuliahan, saat ini UNBI masih menerapkan kuliah online atau daring.

 

“Karena situasi Covid ini belum aman untuk kita kuliah tatap muka. Sehingga kami selalu mengikuti arahan pemerintah baik pusat maupun daerah.

 

Nanti jika kondisi sudah membaik nanti kita akan mengikuti kondisi. Apakah setengah-setengah dulu jumlah kelasnya. Dan tentunya kami akan lakukan dengan disiplin dan tanggungjawab karena ini masalah kesehatan dan nyawa manusia,” tukasnya. (rba)



DENPASAR-Universitas Bali Internasional (UNBI), Jalan Seroja, Gang Jeruk, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, menggelar wisuda ke-2, Rabu (23/9).

 

Rektor UNBI, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp. PD-KHOM mengatakan, dalam pelaksanaan wisuda kali ini, pihak kampus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Hal itu jugalah yang membuat prosesi wisuda yang semestinya diikuti total 165 wisudawan dan wisudawati harus dibagi dalam dua gelombang.

 

“Kami menjaga protokol kesehatan (Prokes) semaksimal mungkin. Kemudian ini digelar di ruang terbuka sehingga jauh lebih aman dibandingkan di aula ruangan tertutup,” katanya saat diwawancara sebelum acara wisuda.

 

Dijelaskannya, para peserta wisuda kali ini terdiri dari dari 8 jurusan, dengan rata-rata telah menempuh pendidikan 4 hingga 4,5 tahun studi normal.

 

Para wisudawan ini nantinya diharapkan bisa menjadi produk yang bisa mengimbangi era revolusi 4.0.

 

Dimana menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat pesat.

 

Sehingga nantinya para wisudawan ini diharapkan tidak akan berhenti mengejar ilmu agar tidak tertinggal.

 

Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneurship para wisudawan, pihak kampus telah bekerjasama dengan beberapa universitas lain seperti UNUD, City of Glasgow College, dan UK.

 

Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja, kampus UNBI juga telah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit seperti RSUP Sanglah Denpasar dan juga perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. 

 

“Apa yang kita sebut pendidikan sepanjang hayat itu harus, agar tidak tertinggal. Kami sangat mengharapkan agar mereka terus belajar dan mengimplementasikan ilmu itu kepada masyarakat sehingga berguna untuk masyarakat,” imbuhnya. 

 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Anugerah Usada Bali, Dr. Drs I Nyoman Gede Astina M.Pd.,CHT.,CHA. menjelaskan bahwa wisuda kali ini merupakan yang pertama kalinya untuk program reguler.

 

 “Sebenarnya kami sudah pernah wisuda kedua kalinya sampai sekarang karena pernah menggelar wisuda non reguler pada tahun lalu.

 

Dan yang reguler baru hari ini. Dan untuk protokol kesehatan di gelombang pertama ini jadi hanya 80 orang saja yang diwisuda dan besok (Kamis, 24/9) sekitar 85. Jadi kami bagi dua untuk menghindari kerumunan,” katanya. 

 

Hal ini kata dia, sesuai dengan imbauan Pemerintah Provinsi Bali agar tetap melaksanakan protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran covid-19.

 

Mulai dari jaga jarak, penggunaan masker, dan juga penyediaan tempat cuci tangan di lokasi kegiatan wisuda.

 

“Karena kita sudah tau bahwa akhir-akhir ini di Bali pandemi ini semakin meningkat. Sehingga kedisiplinan ini harus kita lakukan dengan baik,” ujarnya.

 

Sementara untuk proses perkuliahan, saat ini UNBI masih menerapkan kuliah online atau daring.

 

“Karena situasi Covid ini belum aman untuk kita kuliah tatap muka. Sehingga kami selalu mengikuti arahan pemerintah baik pusat maupun daerah.

 

Nanti jika kondisi sudah membaik nanti kita akan mengikuti kondisi. Apakah setengah-setengah dulu jumlah kelasnya. Dan tentunya kami akan lakukan dengan disiplin dan tanggungjawab karena ini masalah kesehatan dan nyawa manusia,” tukasnya. (rba)



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/