alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Gejolak di Tubuh PHDI Disebut Bersumber dari Kasus Sampradaya

Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Pusat saat ini bergejolak. Konon, ada banyak kepentingan yang terlibat dalam masalah ini. Dan sumbernya disebut terkait sampradaya (aliran/ sekte).

 

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

KISRUH di majelis organisasi umat Hindu itu meledak dengan munculnya Mahasabha Luar Biasa PHDI di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar beberapa waktu lalu. Pro dan kontra pun muncul atas forum tertinggi semacam kongres dari salah satu majelis keagamaan di Indonesia tersebut.

 

Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi dari Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB), Jro Bauddha Suena membongkar terkait adanya pro dan kontra penyelenggaraan Mahasabha Luar Biasa PHDI Pusat yang dilakukan oleh Forum Komunikasi PHDI Provinsi Seluruh Indonesia di Pura Samuan Tiga, Gianyar Bali pada tanggal 19 September 2021 itu.

Baca Juga:  Maling Motor, Jadi Buron, Resdivis Ditangkap Lagi

 

Menurutnya ada sejumlah hal yang melandasi Mahasabha Luar Biasa PHDI bisa terjadi. Jro Suena mengajak flashback kembali dari awal terjadinya penolakan terhadap keberadaan organisasi transnasional ISKCON (Hare Krishna) yang masuk ke Indonesia dari tahun 1977, Organisasi Sai Baba yang masuk dari tahun 1968, dan organisasi transnasional lainnya.

 

Hal ini membuat terjadinya unjuk rasa besar-besaran umat Hindu Bali yang diwakili oleh Forum Taksu Bali Dwipa di Lapangan Bajra Sandi Renon pada bulan Agustus 2020, unjuk rasa Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB) di lapangan Bajra Sandi, Renon dan Kantor DPRD Bali pada bulan September 2020.

 

Juga kembali terjadinya demo besar-besaran Forum Taksu Bali pada bulan November 2020 di kantor DPD Bali karena pernyataan kontroversial dan provokasi senator asal Bali yang sekaligus tokoh Hare Krishna di Indonesia yaitu I Gusti Arya Wedakarna (AWK).

Baca Juga:  Ketua DPRD Badung Putu Parwata Juga Tertular Covid-19

 

“Ini menjadi asal muasal sumber utama keluarnya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) MDA Bali dan PHDI Bali untuk melarang segala kegiatan sampradaya asing ISKCON dan Sai Baba dan sebagainya di seluruh Desa Adat di Bali yang bertujuan agar umat Hindu Bali kondusif dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” ungkapnya pada Rabu (22/9). (bersambung)

Baca Juga: Mahasabha secara Tatap Muka Ditakuti Bisa Cabut Pengayoman Sampradaya (Tulisan 2)


Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Pusat saat ini bergejolak. Konon, ada banyak kepentingan yang terlibat dalam masalah ini. Dan sumbernya disebut terkait sampradaya (aliran/ sekte).

 

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

KISRUH di majelis organisasi umat Hindu itu meledak dengan munculnya Mahasabha Luar Biasa PHDI di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Gianyar beberapa waktu lalu. Pro dan kontra pun muncul atas forum tertinggi semacam kongres dari salah satu majelis keagamaan di Indonesia tersebut.

 

Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi dari Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB), Jro Bauddha Suena membongkar terkait adanya pro dan kontra penyelenggaraan Mahasabha Luar Biasa PHDI Pusat yang dilakukan oleh Forum Komunikasi PHDI Provinsi Seluruh Indonesia di Pura Samuan Tiga, Gianyar Bali pada tanggal 19 September 2021 itu.

Baca Juga:  Rekrut ASN, Dewan Minta Prioritaskan Angkat Tenaga Honor dan Kontrak

 

Menurutnya ada sejumlah hal yang melandasi Mahasabha Luar Biasa PHDI bisa terjadi. Jro Suena mengajak flashback kembali dari awal terjadinya penolakan terhadap keberadaan organisasi transnasional ISKCON (Hare Krishna) yang masuk ke Indonesia dari tahun 1977, Organisasi Sai Baba yang masuk dari tahun 1968, dan organisasi transnasional lainnya.

 

Hal ini membuat terjadinya unjuk rasa besar-besaran umat Hindu Bali yang diwakili oleh Forum Taksu Bali Dwipa di Lapangan Bajra Sandi Renon pada bulan Agustus 2020, unjuk rasa Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB) di lapangan Bajra Sandi, Renon dan Kantor DPRD Bali pada bulan September 2020.

 

Juga kembali terjadinya demo besar-besaran Forum Taksu Bali pada bulan November 2020 di kantor DPD Bali karena pernyataan kontroversial dan provokasi senator asal Bali yang sekaligus tokoh Hare Krishna di Indonesia yaitu I Gusti Arya Wedakarna (AWK).

Baca Juga:  Nama-Nama yang Muncul jadi Calon Pengurus PHDI Pusat

 

“Ini menjadi asal muasal sumber utama keluarnya Surat Kesepakatan Bersama (SKB) MDA Bali dan PHDI Bali untuk melarang segala kegiatan sampradaya asing ISKCON dan Sai Baba dan sebagainya di seluruh Desa Adat di Bali yang bertujuan agar umat Hindu Bali kondusif dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” ungkapnya pada Rabu (22/9). (bersambung)

Baca Juga: Mahasabha secara Tatap Muka Ditakuti Bisa Cabut Pengayoman Sampradaya (Tulisan 2)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/