alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tak Hanya Tunjangan PNS, Gaji Kontrak di Buleleng Juga Dipangkas 10 %

SINGARAJA- Pembahasan rencana pemangkasan gaji dan tunjangan pegawai kian mendekati akhir. Badan Anggaran DPRD Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah mencapai kata sepakat.

Tadinya pemangkasan gaji pegawai kontrak diproyeksikan mencapai 50 persen. Demikian pula dengan tunjangan kinerja Pegawai Sipil Negara (PNS) yang dirancang dipangkas 50 persen.

Dalam pembahasan kemarin, disepakati bahwa pemangkasan gaji pegawai kontrak  tak boleh lebih dari angka 10  persen. Sedangkan pemangkasan tunjangan kinerja PNS, tidak boleh lebih dari angka 30 persen.

Terkait hal itu, Sekretaris Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, seluruh pihak sudah sepakat dengan rencana rasionalisasi pendapatan pegawai.

Khusus gaji pegawai kontrak, Suyasa menyebut akan dipangkas sebanyak 10 persen untuk bulan Oktober hingga Desember 2021 mendatang.

Baca Juga:  Pembayaran Pembebasan Lahan Shortcut 7-10 di Tunda di APBD Perubahan

Angka itu lebih kecil dari proyeksi awal. Yakni sebesar 30 persen hingga 50 persen terhitung sejak September hingga Desember.

Sementara tunjangan kinerja PNS akan dipangkas pada kisaran angka 20 persen hingga 30 persen, untuk bulan Oktober hingga Desember.

- Advertisement -

“Ini (tunjangan kinerja) kami sedang hitung lagi. Ada beberapa masukan yang kami terima.  Diantaranya PBI. Yang pindah dan meninggal, akan kami keluarkan supaya tidak jadi tanggungan.

Kami upayakan (pemangkasan tunjangan kinerja) di angka sekitar 20-an persen selama tiga bulan,” demikian Suyasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pegawai di Pemkab Buleleng dibuat panas dingin. Lantaran pendapatan mereka akan dipangkas.

Gaji pegawai kontrak dan honor, dikabarkan akan dipangkas hingga 50 persen. Demikian halnya dengan tunjangan kinerja PNS.

Baca Juga:  Formasi CPNS, Pemkab Buleleng Tunggu Keputusan KemenPAN-RB

Bahkan tunjangan kinerja sempat direncanakan tak disalurkan pada bulan November dan Desember 2021.

- Advertisement -

SINGARAJA- Pembahasan rencana pemangkasan gaji dan tunjangan pegawai kian mendekati akhir. Badan Anggaran DPRD Buleleng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah mencapai kata sepakat.

Tadinya pemangkasan gaji pegawai kontrak diproyeksikan mencapai 50 persen. Demikian pula dengan tunjangan kinerja Pegawai Sipil Negara (PNS) yang dirancang dipangkas 50 persen.

Dalam pembahasan kemarin, disepakati bahwa pemangkasan gaji pegawai kontrak  tak boleh lebih dari angka 10  persen. Sedangkan pemangkasan tunjangan kinerja PNS, tidak boleh lebih dari angka 30 persen.

Terkait hal itu, Sekretaris Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengatakan, seluruh pihak sudah sepakat dengan rencana rasionalisasi pendapatan pegawai.

Khusus gaji pegawai kontrak, Suyasa menyebut akan dipangkas sebanyak 10 persen untuk bulan Oktober hingga Desember 2021 mendatang.

Baca Juga:  Geruduk DPRD, Ini 7 Poin Sikap Gabungan OKP Buleleng Tolak UU Ciptaker

Angka itu lebih kecil dari proyeksi awal. Yakni sebesar 30 persen hingga 50 persen terhitung sejak September hingga Desember.

Sementara tunjangan kinerja PNS akan dipangkas pada kisaran angka 20 persen hingga 30 persen, untuk bulan Oktober hingga Desember.

“Ini (tunjangan kinerja) kami sedang hitung lagi. Ada beberapa masukan yang kami terima.  Diantaranya PBI. Yang pindah dan meninggal, akan kami keluarkan supaya tidak jadi tanggungan.

Kami upayakan (pemangkasan tunjangan kinerja) di angka sekitar 20-an persen selama tiga bulan,” demikian Suyasa.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pegawai di Pemkab Buleleng dibuat panas dingin. Lantaran pendapatan mereka akan dipangkas.

Gaji pegawai kontrak dan honor, dikabarkan akan dipangkas hingga 50 persen. Demikian halnya dengan tunjangan kinerja PNS.

Baca Juga:  Terungkap, Uang Korupsi Sesajen Diambil Anak Buah Kadisbud Denpasar

Bahkan tunjangan kinerja sempat direncanakan tak disalurkan pada bulan November dan Desember 2021.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/