alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

31 Narapidana Positif Covid-19, Waspada Klaster Baru Lapas Kerobokan

KEROBOKAN- Setelah sebelumnya 21 narapidana (Napi) di Blok Sanur reaktif Covid-19, kini giliran 31 napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Seperti dibenarkan Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan Yulius Sahruzah, Jumat (23/10).

 

Dijelaskan, terungkapnya puluhan napi terkonfirmasi positif Covid-19, itu berdasar hasil pemeriksaan swab terhadap 200 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) atau napi. Dari total 200 WBP yang di-swab, 31 diantaranya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19

 

“Iya betul (terkonfirmasi positif Covid-19). Tetapi mereka kondisinya dalam keadaan sehat kok. OTG (Orang Tanpa Gejala) saja mereka. Mereka juga bingung kenapa mereka (napi) bisa positif Covid-19. Tadi pagi (hasil swab) keluar,” terang Yulius Sahruzah.

Baca Juga:  Gawat! Hasil Rapid Test, Puluhan KPPS dan Linmas di Jembrana Reaktif

 

Lebih lanjut, masih kata Yulius,usai dinyatakan positif Covid-19, para napi ini langsung menjalani isolasi di Blok Kuta.

 

“Besok swab lagi tahap kedua. Sekitar 200 orang lagi yang akan diswab lagi. Kita kan melihat kemampuan tenaga medis karena meriksa satu orang itu bukanlah hal yang mudah. Tapi biasanya mereka sampai dua kelompok atau tiga kelompok kayak kemarin tiga kelompok,” sebutnya.

 

Apakah ini bisa jadi klaster baru? “Bisa jadi. Jadi ini klaster baru, tapi kami sudah memetakan itu. Itulah mengapa kita lakukan rapid test massal supaya tidak ada penyebaran yang masif,” jawabnya.

 

Yulius pun berharap, wabah Covid-19 cepat berlalu dan bantuan dari rekan-rekan media untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa nampak sehat pun belum tentu bebas dari Covid-19.

Baca Juga:  Gubernur Koster Gelorakan Rahina Tumpek Krulut sebagai Rahina Tresna Asih

 

Sementara, dengan terpaparnya puluhan napi di Lapas Kerobokan, pihaknya menyatakan bahwa untuk sementara harus melakukan lockdown dan seluruh kunjungan warga binaan ditiadakan.

 

“Tetapi untuk petugas keamanan dan kesehatan tetap masuk. Hanya kunjungan napi tidak ada,”tukasnya.



KEROBOKAN- Setelah sebelumnya 21 narapidana (Napi) di Blok Sanur reaktif Covid-19, kini giliran 31 napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Seperti dibenarkan Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan Yulius Sahruzah, Jumat (23/10).

 

Dijelaskan, terungkapnya puluhan napi terkonfirmasi positif Covid-19, itu berdasar hasil pemeriksaan swab terhadap 200 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) atau napi. Dari total 200 WBP yang di-swab, 31 diantaranya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19

 

“Iya betul (terkonfirmasi positif Covid-19). Tetapi mereka kondisinya dalam keadaan sehat kok. OTG (Orang Tanpa Gejala) saja mereka. Mereka juga bingung kenapa mereka (napi) bisa positif Covid-19. Tadi pagi (hasil swab) keluar,” terang Yulius Sahruzah.

Baca Juga:  Manfaatkan Koran Jadi Kerajinan Unik, Kembangkan Kursus Bahasa Inggris

 

Lebih lanjut, masih kata Yulius,usai dinyatakan positif Covid-19, para napi ini langsung menjalani isolasi di Blok Kuta.

 

“Besok swab lagi tahap kedua. Sekitar 200 orang lagi yang akan diswab lagi. Kita kan melihat kemampuan tenaga medis karena meriksa satu orang itu bukanlah hal yang mudah. Tapi biasanya mereka sampai dua kelompok atau tiga kelompok kayak kemarin tiga kelompok,” sebutnya.

 

Apakah ini bisa jadi klaster baru? “Bisa jadi. Jadi ini klaster baru, tapi kami sudah memetakan itu. Itulah mengapa kita lakukan rapid test massal supaya tidak ada penyebaran yang masif,” jawabnya.

 

Yulius pun berharap, wabah Covid-19 cepat berlalu dan bantuan dari rekan-rekan media untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa nampak sehat pun belum tentu bebas dari Covid-19.

Baca Juga:  Bupati Launching Inovasi Pelayanan Kesehatan & Kependudukan di Badung

 

Sementara, dengan terpaparnya puluhan napi di Lapas Kerobokan, pihaknya menyatakan bahwa untuk sementara harus melakukan lockdown dan seluruh kunjungan warga binaan ditiadakan.

 

“Tetapi untuk petugas keamanan dan kesehatan tetap masuk. Hanya kunjungan napi tidak ada,”tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/