alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Fix! Selain Cabut Sanksi Kasepekang, Awig-Awig LPD Juga Akan Direvisi

AMLAPURA-Setelah sepakat mencabut sanksi kasepekang (pengucilan/ diberhentikan sementara sebagai krama/warga adat) karena menunggak hutang di LPD (Lembaga Perkreditan Desa), Desa Adat Paselatan, Abang, Karangasem juga akan merevisi awig awig mengenai LPD.

 

Seperti disampaikan Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Abang I Wayan Gede Surya Kusuma, Jumat (23/10).

 

Menurutnya, adanya rencana merevisi awig-awig (aturan) itu karena dinilai tidak sesuai.

 

“Ya karena aturan atau awig-awig ini tidak sesuai dengan Perda (Peraturan daerah) No 4 Tahun 2019 dan juga peraturan lainya di Desa Adat Paselatan,” terang Surya Kusuma.

 

Selain itu, imbuh Surya Kusuma, MDA Abang juga akan terus melakukan pendampingan untuk menggodok aturan tersebut.

Baca Juga:  SERU! Tak Cekatan, Suwirta Rencanakan Mutasi PNS Setiap Dua Tahun

 

Perarem yang ada selama ini juga dikatakan akan digodok dalam paruman sehingga seluruh perarem diregistrasi di Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali melalui MDA Provinsi Bali.

 

“Semua pararem juga harus mengacu ke aturan tersebut,”tandasnya.

 

Sementaraa itu, pascapencabutan sanksi kasepekang, pihak MDA dan prajuru adat juga mendatangi rumah warga yang kesepekang (Keluarga I Nyoman Darma).

 

Kedatangan MDA dan prajuru ke rumah Nyoman Darma, yakni untuk menjelaskan terkait pencabutan sanksi tersebut.  Juga hak dan kewajiban Darma  selalu kerama Desa termasuk juga selalu nasabah LPD.

 

Kedatangan MDA sendiri juga untuk melakukan cross-check dihadapan prajuru adat dan saba Desa. Hadir juga Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa setempat. 

Baca Juga:  Awas, Hujan Lebat, Banjir, Pohon Tumbang, dan Longsor Hajar Badung

Bahkan selain ke rumah Nyoman Darma, MDA, prajuru, sabha desa serta unsur babinsa dan babinkamtibmas juga mendatangi empat warga lain yang juga sebelumnya bernasib sama (terkena sanksi kasepekang) seperti Darma.



AMLAPURA-Setelah sepakat mencabut sanksi kasepekang (pengucilan/ diberhentikan sementara sebagai krama/warga adat) karena menunggak hutang di LPD (Lembaga Perkreditan Desa), Desa Adat Paselatan, Abang, Karangasem juga akan merevisi awig awig mengenai LPD.

 

Seperti disampaikan Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Abang I Wayan Gede Surya Kusuma, Jumat (23/10).

 

Menurutnya, adanya rencana merevisi awig-awig (aturan) itu karena dinilai tidak sesuai.

 

“Ya karena aturan atau awig-awig ini tidak sesuai dengan Perda (Peraturan daerah) No 4 Tahun 2019 dan juga peraturan lainya di Desa Adat Paselatan,” terang Surya Kusuma.

 

Selain itu, imbuh Surya Kusuma, MDA Abang juga akan terus melakukan pendampingan untuk menggodok aturan tersebut.

Baca Juga:  Pulihkan Pariwisata dari Covid, Nusa Dua Gelar Survei Rapid Antigen

 

Perarem yang ada selama ini juga dikatakan akan digodok dalam paruman sehingga seluruh perarem diregistrasi di Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali melalui MDA Provinsi Bali.

 

“Semua pararem juga harus mengacu ke aturan tersebut,”tandasnya.

 

Sementaraa itu, pascapencabutan sanksi kasepekang, pihak MDA dan prajuru adat juga mendatangi rumah warga yang kesepekang (Keluarga I Nyoman Darma).

 

Kedatangan MDA dan prajuru ke rumah Nyoman Darma, yakni untuk menjelaskan terkait pencabutan sanksi tersebut.  Juga hak dan kewajiban Darma  selalu kerama Desa termasuk juga selalu nasabah LPD.

 

Kedatangan MDA sendiri juga untuk melakukan cross-check dihadapan prajuru adat dan saba Desa. Hadir juga Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa setempat. 

Baca Juga:  Sosialisasi Gema Cermat, Dinkes Minta Apoteker Jadi Agent of Change

Bahkan selain ke rumah Nyoman Darma, MDA, prajuru, sabha desa serta unsur babinsa dan babinkamtibmas juga mendatangi empat warga lain yang juga sebelumnya bernasib sama (terkena sanksi kasepekang) seperti Darma.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/