alexametrics
27.6 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Sempat Viral, Desa Adat Akhirnya Cabut Sanksi Kasepekang Bagi Warganya

AMLAPURA-Masih ingat pemberian sanksi adat kasepekang (pengucilan/diberhentikan sementara sebagai krama/warga adat) yang menimpa salah satu warga Paselatan, Abang, Karangasem karena menunggak kredit/hutang di LPD?

Terbaru, atas sanksi adat yang diberikan kepada keluarga I Nyoman Darma, salah satu warga Desa Peselatan, Abang, Karangasem dan sempat viral di media sosial itu, akhirnya dicabut.

Pencabutan sanksi kasepekang bagi I Nyoman Darma dan keluarga, itu setelah Majelis Desa Adat (MDA) Abang dengan Prajuru Desa Adat Paselatan melakukan pertemuan dan mediasi.

Seperti dibenarkan Bendesa Alitan MDA Kecamatan Abang I Wayan Gede Surya Kusuma.

Saat dikonfirmasi, Jumat (23/10), ia mengakui jika sanksi adat yang diberikan kepada salah satunya warganya sepakat dicabut. Bahkan selain mencabut sanksi (kasepekang), MDA dan prajuru Desa Adat Paselatan juga sepakat untuk mengembalikan hak-hak I Nyoman Darma dan keluarganya seperti semula.

Adapun hak-hak itu yakni Nyoman Darma diperbolehkan kembali menggunakan fasilitas desa termasuk setra (kuburan) jika keluarganya meninggal

“Jadi hak-hak dan status yang bersangkutan (I Nyoman Darma dan keluarga) sebagai krama adat dikembalikan sebagaimana semula. Keputusan pencabutan sanksi kesepekatan ini merupakan hasil paruman dan pesangkepan yang digelar di Pura Puseh Desa Adat Paselatan pada Rabu (21/10) lalu,”terang Surya Kusuma.

Dijelaskannya, saat pesangkepan yang juga dihadiri para prajuru Adat, MDA Abang, ketua LP-LPD dan ketua Penyuluh Agama Hindu, semua pihak telah menyepakati mencabut sanksi kepada krama dimaksud.

Lebih lanjut, masih kata Surya Kusuma, atas kesepakatan itu, selain mencabut status pemberhentian sementara sebagai krama adat (kasepekang), sejumlah pihak juga sepakat untuk mengembalikan nama baik keluarga .

“Saat paruman dan pesangkepan (rapat), pihak desa adat juga sepakat mengembalikan uang penanjung batu yang sebelumnya dibayarkan kepada keluarga sebesar Rp 500 ribu,”terangnya.

Dimana, imbuh Surya Kusuma, uang penanjung batu tersebut dipergunakan dalam rangka penggunaan setra Desa adat.

Hanya saja penandatangan berita acara kesepakatan ini baru dilakukan Jumat hari ini (23/10).

Selain itu, terkait status Darma selaku debitur di LPD Paselatan, kata Surya Kusuma juga akan dipulihkan.

“Artinya kami tegaskan, dengan dicabutnya sanksi (kasepekang) ini, maka secara otomatis seluruh hak dan kewajiban yang bersangkutan sebagai krama adat akan dikembalikan dan memiliki kedudukan sama dengan krama lain,”tegasnya.

Termasuk hak dan kewajiban Darma untuk mendapatkan perlindungan dan swadarma serta swadikara seperti krama Desa Adat Paselatan lainya.



AMLAPURA-Masih ingat pemberian sanksi adat kasepekang (pengucilan/diberhentikan sementara sebagai krama/warga adat) yang menimpa salah satu warga Paselatan, Abang, Karangasem karena menunggak kredit/hutang di LPD?

Terbaru, atas sanksi adat yang diberikan kepada keluarga I Nyoman Darma, salah satu warga Desa Peselatan, Abang, Karangasem dan sempat viral di media sosial itu, akhirnya dicabut.

Pencabutan sanksi kasepekang bagi I Nyoman Darma dan keluarga, itu setelah Majelis Desa Adat (MDA) Abang dengan Prajuru Desa Adat Paselatan melakukan pertemuan dan mediasi.

Seperti dibenarkan Bendesa Alitan MDA Kecamatan Abang I Wayan Gede Surya Kusuma.

Saat dikonfirmasi, Jumat (23/10), ia mengakui jika sanksi adat yang diberikan kepada salah satunya warganya sepakat dicabut. Bahkan selain mencabut sanksi (kasepekang), MDA dan prajuru Desa Adat Paselatan juga sepakat untuk mengembalikan hak-hak I Nyoman Darma dan keluarganya seperti semula.

Adapun hak-hak itu yakni Nyoman Darma diperbolehkan kembali menggunakan fasilitas desa termasuk setra (kuburan) jika keluarganya meninggal

“Jadi hak-hak dan status yang bersangkutan (I Nyoman Darma dan keluarga) sebagai krama adat dikembalikan sebagaimana semula. Keputusan pencabutan sanksi kesepekatan ini merupakan hasil paruman dan pesangkepan yang digelar di Pura Puseh Desa Adat Paselatan pada Rabu (21/10) lalu,”terang Surya Kusuma.

Dijelaskannya, saat pesangkepan yang juga dihadiri para prajuru Adat, MDA Abang, ketua LP-LPD dan ketua Penyuluh Agama Hindu, semua pihak telah menyepakati mencabut sanksi kepada krama dimaksud.

Lebih lanjut, masih kata Surya Kusuma, atas kesepakatan itu, selain mencabut status pemberhentian sementara sebagai krama adat (kasepekang), sejumlah pihak juga sepakat untuk mengembalikan nama baik keluarga .

“Saat paruman dan pesangkepan (rapat), pihak desa adat juga sepakat mengembalikan uang penanjung batu yang sebelumnya dibayarkan kepada keluarga sebesar Rp 500 ribu,”terangnya.

Dimana, imbuh Surya Kusuma, uang penanjung batu tersebut dipergunakan dalam rangka penggunaan setra Desa adat.

Hanya saja penandatangan berita acara kesepakatan ini baru dilakukan Jumat hari ini (23/10).

Selain itu, terkait status Darma selaku debitur di LPD Paselatan, kata Surya Kusuma juga akan dipulihkan.

“Artinya kami tegaskan, dengan dicabutnya sanksi (kasepekang) ini, maka secara otomatis seluruh hak dan kewajiban yang bersangkutan sebagai krama adat akan dikembalikan dan memiliki kedudukan sama dengan krama lain,”tegasnya.

Termasuk hak dan kewajiban Darma untuk mendapatkan perlindungan dan swadarma serta swadikara seperti krama Desa Adat Paselatan lainya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/