alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

IB Putu Dunia: Hindu Bali Harus Bebas dari Sampradaya Asing

DENPASAR, Radar Bali – Jelang Mahasaba XII PHDI Pusat, 28 Oktober mendatang di Jakarta, Ida Bagus Putu Dunia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB), mengeluarkan pernyataan.

 

Yakni harus ada solusi untuk memurnikan Hindu Nusantara dan Hindu Bali dan bebas dari  ancaman Sampradaya Asing, seperti Hare Krisna dan Sai Baba. Agar hilang dan dihapuskan dalam tubuh PHDI. 

 

Ia menjelaskan, Sabtu ( 23/10) di kediamannya, bahwa dua tahun ini sampradaya asing mengusik Hindu di Bali. Maka dari itu, dia berharap ada semangat pemurnian dan semangat memurnikan Hindu Nusantara Hindu Bali supaya bebas dari ancaman sampradaya asing. 

 

“Bagaimana memisahkan Hindu dan sampradaya, yaitu pemurnian. Bagaimana  berjuang sampai 28 Oktober, untuk memastikan berjuang tidak cukup diam, dan berdoa harus memperjuangkan. Bersuara supaya sampai ke pemimpin kita, bahwa kita ingin Hare krisna dan sampradaya di luar PHDI di luar Bali dan di luar Indonesia. Sampai ke presiden kita,” ujarnya. 

Baca Juga:  Begini Kronologi Penangkapan Perbekel Melinggih dan Klian Dinas Geria
- Advertisement -

Gus Dunia berharap, semua bisa bersuara dan berjuang, sampaikan kepada masyarakat Bali dan negara tetap dalam koridor hukum dan batasan hukum. 

 

Bahwa tidak ada sampradaya asing di Bali khususnya di tubuh PHDI. Dia menyatakan sudah bertemu dengan petinggi negara seperti Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, untuk mencari titik temu.

Menurutnya, hingga 28 Oktober mendatang adalah periode kritis.  Maka dari itu, harus ada kerja sama semua pihak untuk berani bersuara.

“Tapi sekarang harus speak up. Bicarakan sampaikan apa yang ada dalam hati. Semua harus hadir dalam perjuangan ini,” ucapnya. (rba)

- Advertisement -

DENPASAR, Radar Bali – Jelang Mahasaba XII PHDI Pusat, 28 Oktober mendatang di Jakarta, Ida Bagus Putu Dunia, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) hasil Mahasabha Luar Biasa (MLB), mengeluarkan pernyataan.

 

Yakni harus ada solusi untuk memurnikan Hindu Nusantara dan Hindu Bali dan bebas dari  ancaman Sampradaya Asing, seperti Hare Krisna dan Sai Baba. Agar hilang dan dihapuskan dalam tubuh PHDI. 

 

Ia menjelaskan, Sabtu ( 23/10) di kediamannya, bahwa dua tahun ini sampradaya asing mengusik Hindu di Bali. Maka dari itu, dia berharap ada semangat pemurnian dan semangat memurnikan Hindu Nusantara Hindu Bali supaya bebas dari ancaman sampradaya asing. 

 

“Bagaimana memisahkan Hindu dan sampradaya, yaitu pemurnian. Bagaimana  berjuang sampai 28 Oktober, untuk memastikan berjuang tidak cukup diam, dan berdoa harus memperjuangkan. Bersuara supaya sampai ke pemimpin kita, bahwa kita ingin Hare krisna dan sampradaya di luar PHDI di luar Bali dan di luar Indonesia. Sampai ke presiden kita,” ujarnya. 

Baca Juga:  Penyidik Polres Abaikan SP3 Tersangka Kasus Ngaben di Desa Sudaji

Gus Dunia berharap, semua bisa bersuara dan berjuang, sampaikan kepada masyarakat Bali dan negara tetap dalam koridor hukum dan batasan hukum. 

 

Bahwa tidak ada sampradaya asing di Bali khususnya di tubuh PHDI. Dia menyatakan sudah bertemu dengan petinggi negara seperti Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan, untuk mencari titik temu.

Menurutnya, hingga 28 Oktober mendatang adalah periode kritis.  Maka dari itu, harus ada kerja sama semua pihak untuk berani bersuara.

“Tapi sekarang harus speak up. Bicarakan sampaikan apa yang ada dalam hati. Semua harus hadir dalam perjuangan ini,” ucapnya. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/