alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Duh, Realisasi PAD Buleleng Terancam Tak Capai Target

SINGARAJA– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng terancam tidak mencapai target. Hingga pekan media November, realisasi PAD di Buleleng baru menyentuh angka 81,94 persen. Padahal biasanya rata-rata PAD telah mendekati angka 90 persen.

 

Mengacu data Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng, saat ini realisasi PAD baru mencapai angka 78,96 persen. Baru menyentuh angka Rp 312 miliar dari target sebesar Rp 395 miliar.

 

Salah satu yang membuat PAD kedodoran adalah sektor pajak daerah. Pendapatan dari pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan masih kedodoran.

 

Pajak hotel misalnya. Dari target pendapatan sebanyak Rp 19 miliar, baru terealisasi sebanyak Rp 6,1 miliar atau sekitar 32,15 persen dari target. Untuk pajak restoran, dari target pendapatan sebanyak Rp 14,03 miliar, baru terealisasi Rp 7,33 miliar atau 52,72 persen dari target.

Baca Juga:  RSU Kertha Usada Singaraja Tingkatkan Kualitas Layanan Persalinan

 

Sementara pajak hiburan dari target sebanyak Rp 925 juta, baru terealisasi Rp 282,2 juta atau 29,25 persen dari target.

 

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pihaknya terus berupaya menggenjot target yang telah dirancang. Ia tidak mau realisasi target-target capaian, terlalu jauh melenceng dari perencanaan yang telah disusun.

 

“Saya berharap dalam kurun waktu satu setengah bulan ke depan atau hingga akhir tahun, target-target yang telah dipasang ini dapat tercapai. Jika tidak bisa seluruhnya, setidaknya terpenuhi di atas angka 95 persen,” kata Suyasa.

 

Sementara itu, Kepala BPKPD Buleleng Gede Sugiartha Widiada yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya tetap berupaya mengejar capaian target-target pendapatan. Terutama dari sektor pajak daerah.

Baca Juga:  Lagi! 40 Pedagang Pasar Bondalem Buleleng Terindikasi Positif Covid-19

 

Khusus untuk pajak hotel, Sugiartha mengaku belum bisa bicara banyak. Sebab sangat terpengaruh dengan tingkat kunjungan wisatawan. “Mudah-mudahan akhir tahun ini ada peningkatan kunjungan. Kalau ada peningkatan kunjungan, otomatis pendapatan kita dari sektor pajak hotel akan meningkat,” kata Sugiartha.

 

Selain itu pihaknya sudah berupaya melakukan intensifikasi pendapatan pada sektor pajak restoran. Caranya menambah objek pajak. Terutama lapak-lapak yang tercantum dalam aplikasi daring.

 

“Termasuk beberapa angkringan dan tempat nongkrong itu sudah kami jadikan objek daerah. Sehingga realisasinya saat ini bisa di atas 50 persen. Kalau hanya mengandalkan restoran di hotel dan tempat wisata, belum tentu bisa dapat realisasi sebanyak itu. Kami berupaya maksimal agar tahun ini bisa mencapai target,” ujar Sugiartha.



SINGARAJA– Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng terancam tidak mencapai target. Hingga pekan media November, realisasi PAD di Buleleng baru menyentuh angka 81,94 persen. Padahal biasanya rata-rata PAD telah mendekati angka 90 persen.

 

Mengacu data Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Buleleng, saat ini realisasi PAD baru mencapai angka 78,96 persen. Baru menyentuh angka Rp 312 miliar dari target sebesar Rp 395 miliar.

 

Salah satu yang membuat PAD kedodoran adalah sektor pajak daerah. Pendapatan dari pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan masih kedodoran.

 

Pajak hotel misalnya. Dari target pendapatan sebanyak Rp 19 miliar, baru terealisasi sebanyak Rp 6,1 miliar atau sekitar 32,15 persen dari target. Untuk pajak restoran, dari target pendapatan sebanyak Rp 14,03 miliar, baru terealisasi Rp 7,33 miliar atau 52,72 persen dari target.

Baca Juga:  Sambut Hari Raya Nyepi, Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman

 

Sementara pajak hiburan dari target sebanyak Rp 925 juta, baru terealisasi Rp 282,2 juta atau 29,25 persen dari target.

 

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pihaknya terus berupaya menggenjot target yang telah dirancang. Ia tidak mau realisasi target-target capaian, terlalu jauh melenceng dari perencanaan yang telah disusun.

 

“Saya berharap dalam kurun waktu satu setengah bulan ke depan atau hingga akhir tahun, target-target yang telah dipasang ini dapat tercapai. Jika tidak bisa seluruhnya, setidaknya terpenuhi di atas angka 95 persen,” kata Suyasa.

 

Sementara itu, Kepala BPKPD Buleleng Gede Sugiartha Widiada yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya tetap berupaya mengejar capaian target-target pendapatan. Terutama dari sektor pajak daerah.

Baca Juga:  Terbukti Korupsi, Sekda Pastikan 8 Pejabat Dispar Buleleng Dipecat

 

Khusus untuk pajak hotel, Sugiartha mengaku belum bisa bicara banyak. Sebab sangat terpengaruh dengan tingkat kunjungan wisatawan. “Mudah-mudahan akhir tahun ini ada peningkatan kunjungan. Kalau ada peningkatan kunjungan, otomatis pendapatan kita dari sektor pajak hotel akan meningkat,” kata Sugiartha.

 

Selain itu pihaknya sudah berupaya melakukan intensifikasi pendapatan pada sektor pajak restoran. Caranya menambah objek pajak. Terutama lapak-lapak yang tercantum dalam aplikasi daring.

 

“Termasuk beberapa angkringan dan tempat nongkrong itu sudah kami jadikan objek daerah. Sehingga realisasinya saat ini bisa di atas 50 persen. Kalau hanya mengandalkan restoran di hotel dan tempat wisata, belum tentu bisa dapat realisasi sebanyak itu. Kami berupaya maksimal agar tahun ini bisa mencapai target,” ujar Sugiartha.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/