alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Limbah Ayam Potong Dibuang ke Sungai, Pengusaha “Dijewer”

SEMARAPURA- Pengusaha pemotongan ayam di Klungkung “dijewer” petugas karena tepergok membuang limbah ke sungai. Satpol PP Kabupaten Klungkung langsung menutup tempat pemotongan ayam yang berada di Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Senin (22/11).

 

Penutupan tempat pemotongan ayam itu dilakukan karena terbukti membuang limbah ke sungai, sehingga mengganggu masyarakat yang biasa memanfaatkan air sungai tersebut.

 

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan pihaknya menerima keluhan dari masyarakat terkait keberadaan tempat pemotongan ayam tersebut karena membuang limbah seperti bulu dan jeroan ayam ke sungai. Sementara air sungai tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk mandi serta mengairi sawah.

 

“Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, kami bersama DLHP (Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan) mendatangi tempat yang dimaksud ini,” kata Suarta.

 

Setelah pihaknya mengecek ke lokasi, benar saja terdapat pipa yang digunakan untuk membuang limbah pemotongan ayam langsung ke sungai yang masih produktif.

 

“Coba bayangkan berapa jumlah limbah yang dibuang dengan rata-rata jumlah ayam yang dipotong sekitar 200 ekor per hari,” ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, pihaknya melihat ada pipa yang ternyata digunakan untuk menarik air sungai yang dipergunakan untuk proses pemotongan ayam tersebut. Dengan memanfaatkan air sungai tanpa izin untuk berusaha, menurutnya hal tersebut telah melanggar UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. “Daging ayam tidak higienis karena menggunakan air sungai dan dengan kondisi tempat pemotongan yang tidak layak,” ujarnya.

 

Lantaran pemilik tempat pemotongan ayam tersebut tidak ada, pihaknya meminta kepada para pekerja menghentikan aktivitasnya. Dan tempat pemotongan ayam itu akan ditutup hingga pemilik usaha bisa membuat sepiteng sesuai standar untuk menampung limbah pemotongan ayam. Begitu juga dengan pipa penarik air sungai, pihaknya memina untuk segera dilepaskan.

 

“Untuk pembuatan sepiteng akan didampingi oleh DLHP. Terkait persoalan yang ada, kami akan beri peringatan pertama terlebih dahulu,” tandasnya.

 

Sementara itu, Prajuru Tempek Minggir, Subak Kacang Dawa, Ketut Sukarya mengungkapkan pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat atas kondisi aliran sungai yang kerap berbau amis dan terdapat limbah bulu serta jeroan ayam.

 

Setelah pihaknya melakukan penelusuran, pihaknya menemukan pipa pembuangan milik tempat pemotongan ayam yang langsung menuju ke sungai. “Awalnya saya kira pipa itu menuju ke tempat ini karena seperti sepiteng. Ternyata hanya kamuflase. Pipanya langsung menuju ke sungai,” tandasnya.



SEMARAPURA- Pengusaha pemotongan ayam di Klungkung “dijewer” petugas karena tepergok membuang limbah ke sungai. Satpol PP Kabupaten Klungkung langsung menutup tempat pemotongan ayam yang berada di Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung, Senin (22/11).

 

Penutupan tempat pemotongan ayam itu dilakukan karena terbukti membuang limbah ke sungai, sehingga mengganggu masyarakat yang biasa memanfaatkan air sungai tersebut.

 

Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan pihaknya menerima keluhan dari masyarakat terkait keberadaan tempat pemotongan ayam tersebut karena membuang limbah seperti bulu dan jeroan ayam ke sungai. Sementara air sungai tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk mandi serta mengairi sawah.

 

“Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, kami bersama DLHP (Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan) mendatangi tempat yang dimaksud ini,” kata Suarta.

 

Setelah pihaknya mengecek ke lokasi, benar saja terdapat pipa yang digunakan untuk membuang limbah pemotongan ayam langsung ke sungai yang masih produktif.

 

“Coba bayangkan berapa jumlah limbah yang dibuang dengan rata-rata jumlah ayam yang dipotong sekitar 200 ekor per hari,” ungkapnya.

 

Tidak hanya itu, pihaknya melihat ada pipa yang ternyata digunakan untuk menarik air sungai yang dipergunakan untuk proses pemotongan ayam tersebut. Dengan memanfaatkan air sungai tanpa izin untuk berusaha, menurutnya hal tersebut telah melanggar UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. “Daging ayam tidak higienis karena menggunakan air sungai dan dengan kondisi tempat pemotongan yang tidak layak,” ujarnya.

 

Lantaran pemilik tempat pemotongan ayam tersebut tidak ada, pihaknya meminta kepada para pekerja menghentikan aktivitasnya. Dan tempat pemotongan ayam itu akan ditutup hingga pemilik usaha bisa membuat sepiteng sesuai standar untuk menampung limbah pemotongan ayam. Begitu juga dengan pipa penarik air sungai, pihaknya memina untuk segera dilepaskan.

 

“Untuk pembuatan sepiteng akan didampingi oleh DLHP. Terkait persoalan yang ada, kami akan beri peringatan pertama terlebih dahulu,” tandasnya.

 

Sementara itu, Prajuru Tempek Minggir, Subak Kacang Dawa, Ketut Sukarya mengungkapkan pihaknya kerap menerima keluhan dari masyarakat atas kondisi aliran sungai yang kerap berbau amis dan terdapat limbah bulu serta jeroan ayam.

 

Setelah pihaknya melakukan penelusuran, pihaknya menemukan pipa pembuangan milik tempat pemotongan ayam yang langsung menuju ke sungai. “Awalnya saya kira pipa itu menuju ke tempat ini karena seperti sepiteng. Ternyata hanya kamuflase. Pipanya langsung menuju ke sungai,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/