27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Ingin Ikut Bangun Ekonomi Bali, Israel Ajukan Diri Jadi WNI

DENPASAR – Warga negara asing (WNA) asal Meksiko bernama Israel Ravirosa Figueroa mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Indonesia. Pada Rabu (22/12/2021), Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk selaku Ketua Tim Verifikasi didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Constantinus Kristomo memimpin Sidang Permohonan Pewarganegaraan tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula anggota tim verifikasi dari Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Bali, Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali, Polda Bali serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali.

Sebelumnya, WNA berusia 39 tahun, bertempat tinggal di kawasan Seminyak, Badung, Bali. Israel Ravirosa bekerja sebagai Direktur Perusahaan pada PT. Olmec Industries yang bergerak di bidang supplier makanan khas Meksiko.

 

Dia mengajukan permohona  Pewarganegaraan sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Pasal 8 yang mengatur bahwa “Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan” dan Pasal 9 yang mengatur syarat permohonan pewarganegaraan.

Baca Juga:  Tiga Bule Bandar Kokain Besar di Bali Ditangkap, Begini Aksi Mereka

Selain itu pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 juga mengatur tentang tata cara memperoleh kehilangan dan pembatalan serta memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. 

 

“Saat ditanya oleh salah satu anggota Tim Verifikasi terkait alasan mengapa memilih menjadi Warga Negara Indonesia, WNA yang bersangkutan menyampaikan sejak Tahun 2006 saat berkunjung ke Bali, yang bersangkutan sudah jatuh cinta pada Indonesia. Itu dibuktikan dengan keseriusannya untuk mempelajari Bahasa Indonesia secara otodidak hingga fasih berbahasa sampai saat ini,” kata Jamaruli Manihuruk, Kamis (23/12/2021).

 

Pada Tahun 2010 Israel kembali lagi ke Bali untuk menetap di Bali dengan menggunakan Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) dan bekerja sebagai Direktur pada PT. Olmec Industries. 

Jamaruli selaku pimpinan sidang pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sidang pewarganegaraan ini merupakan salah satu syarat pengajuan permohonan pewarganegaraan. Dia menegaskan jika nantinya yang bersangkutan diterima menjadi warga negara Indonesia maka tidak diperkenankan untuk memiliki dwi kewarganegaraan.

Baca Juga:  Covid-19 Melonjak, Empat Ribu Warga Jepang Masih Bertahan di Bali

 

“Karena di Indonesia hanya menganut satu kewarganegaraan dan jika permohonan WNA atas nama Israel Ravirosa Figueroa disetujui diharapkan dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi Negara Indonesia. Secara formil WNA tersebut dinilai baik, nantinya tim verifikator akan melakukan verifikasi lebih lanjut kelengkapan berkas untuk kemudian diajukan ke pusat,” tambahnya. 

 

Sementara itu, di hadapan tim verifikasi, Israel mengatakan bahwa dirinya harus melanjutkan hidupnya di Bali.

“Saya tahu dalam hati saya, hidup saya harus lanjut disini, di Bali. Bukan hanya untuk saya sendiri tapi bisa berguna dan membantu masyarakat dengan membuka lapangan kerja untuk memajukan ekonomi khususnya di Bali,” katanya Israel.

Dalam kesempatan itu, tim verifikasi juga menanyakan terkait wawasan kebangsaan, Pancasila dan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Oleh Israel bisa dijawab dengan baik. 



DENPASAR – Warga negara asing (WNA) asal Meksiko bernama Israel Ravirosa Figueroa mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Indonesia. Pada Rabu (22/12/2021), Kakanwil Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk selaku Ketua Tim Verifikasi didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Constantinus Kristomo memimpin Sidang Permohonan Pewarganegaraan tersebut.

 

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula anggota tim verifikasi dari Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil Kemenkumham Bali, Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Bali, Polda Bali serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali.

Sebelumnya, WNA berusia 39 tahun, bertempat tinggal di kawasan Seminyak, Badung, Bali. Israel Ravirosa bekerja sebagai Direktur Perusahaan pada PT. Olmec Industries yang bergerak di bidang supplier makanan khas Meksiko.

 

Dia mengajukan permohona  Pewarganegaraan sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Pasal 8 yang mengatur bahwa “Kewarganegaraan Republik Indonesia dapat juga diperoleh melalui pewarganegaraan” dan Pasal 9 yang mengatur syarat permohonan pewarganegaraan.

Baca Juga:  CATAT! Urus Keberangkatan, Calon Pekerja Migran Wajib Melapor ke Desa

Selain itu pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 juga mengatur tentang tata cara memperoleh kehilangan dan pembatalan serta memperoleh kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia. 

 

“Saat ditanya oleh salah satu anggota Tim Verifikasi terkait alasan mengapa memilih menjadi Warga Negara Indonesia, WNA yang bersangkutan menyampaikan sejak Tahun 2006 saat berkunjung ke Bali, yang bersangkutan sudah jatuh cinta pada Indonesia. Itu dibuktikan dengan keseriusannya untuk mempelajari Bahasa Indonesia secara otodidak hingga fasih berbahasa sampai saat ini,” kata Jamaruli Manihuruk, Kamis (23/12/2021).

 

Pada Tahun 2010 Israel kembali lagi ke Bali untuk menetap di Bali dengan menggunakan Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) dan bekerja sebagai Direktur pada PT. Olmec Industries. 

Jamaruli selaku pimpinan sidang pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sidang pewarganegaraan ini merupakan salah satu syarat pengajuan permohonan pewarganegaraan. Dia menegaskan jika nantinya yang bersangkutan diterima menjadi warga negara Indonesia maka tidak diperkenankan untuk memiliki dwi kewarganegaraan.

Baca Juga:  Dua Warga Afrika Dideportasi karena Menipu dan Judi Bola

 

“Karena di Indonesia hanya menganut satu kewarganegaraan dan jika permohonan WNA atas nama Israel Ravirosa Figueroa disetujui diharapkan dapat memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi Negara Indonesia. Secara formil WNA tersebut dinilai baik, nantinya tim verifikator akan melakukan verifikasi lebih lanjut kelengkapan berkas untuk kemudian diajukan ke pusat,” tambahnya. 

 

Sementara itu, di hadapan tim verifikasi, Israel mengatakan bahwa dirinya harus melanjutkan hidupnya di Bali.

“Saya tahu dalam hati saya, hidup saya harus lanjut disini, di Bali. Bukan hanya untuk saya sendiri tapi bisa berguna dan membantu masyarakat dengan membuka lapangan kerja untuk memajukan ekonomi khususnya di Bali,” katanya Israel.

Dalam kesempatan itu, tim verifikasi juga menanyakan terkait wawasan kebangsaan, Pancasila dan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Oleh Israel bisa dijawab dengan baik. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru