alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Kunjungan ke Nusa Penida Ramai, Tapi Ketut Memilih Tutup Penginapan

SEMARAPURA – Kunjungan wisatawan ke Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, tampak ramai terutamanya saat akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Meski begitu, dampak dari peningkatan kunjungan itu belum dirasakan seluruh pelaku pariwisata. Terutamanya yang memiliki penginapan di lokasi yang sunyi.

 

Salah seorang pemilik penginapan di Kecamatan Nusa Penida, I Ketut Kussetyawan, Rabu (22/12) membenarkan bila kunjungan wisatawan di Nusa Penida mulai ramai. Namun, ia mengaku penginapannya masih sepi pesanan meski objek daya tarik wisata (DTW) di Nusa Penida telah dibuka kembali sejak 15 September 2021 lalu.

 

“Belum ada yang booking sampai saat ini. Padahal harga per malamnya sudah murah sekali. Kurang dari Rp 200 ribu per malam,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Suwirta:Lebih Baik Saya Disalahkan Daripada Corona Masuk Kesana

 

Penginapannya kurang dilirik lantaran wisatawan yang berwisata ke Nusa Penida didominasi wisatawan domestik. Yang mana mereka lebih memilih penginapan yang berada di lokasi padat penduduk dan dekat dengan pelabuhan. Sementara penginapannya selama ini lebih diminati wisatawan mancanegara lantaran lokasinya yang sunyi.

 

“Sebelum pandemi, penginapan saya banyak diminati wisatawan mancanegara karena lokasinya yang sunyi dan tenang. Apalagi penginapan saya tidak jauh dari objek wisata Pantai Klingking,” katanya.

 

Atas kondisi itu, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara penginapannya sejak Senin (13/12). Apalagi pada saat itu banjir bandang menerjang sejumlah desa di Nusa Penida dan membuat sejumlah wilayah kesulitan air bersih.

Baca Juga:  Masuk Zona Hijau, Sekolah di Nusa Penida Bakal Dibuka Kembali

 

“Kalau dipaksakan buka, biaya operasionalnya tidak menutupi. Untuk biaya Wifi saja sekitar Rp500 ribu per bulan. Nanti kami buka kembali ketika wisatawan mancanegara mulai berdatangan,” tandasnya.


SEMARAPURA – Kunjungan wisatawan ke Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, tampak ramai terutamanya saat akhir pekan dan hari-hari libur lainnya. Meski begitu, dampak dari peningkatan kunjungan itu belum dirasakan seluruh pelaku pariwisata. Terutamanya yang memiliki penginapan di lokasi yang sunyi.

 

Salah seorang pemilik penginapan di Kecamatan Nusa Penida, I Ketut Kussetyawan, Rabu (22/12) membenarkan bila kunjungan wisatawan di Nusa Penida mulai ramai. Namun, ia mengaku penginapannya masih sepi pesanan meski objek daya tarik wisata (DTW) di Nusa Penida telah dibuka kembali sejak 15 September 2021 lalu.

 

“Belum ada yang booking sampai saat ini. Padahal harga per malamnya sudah murah sekali. Kurang dari Rp 200 ribu per malam,” ungkapnya.

Baca Juga:  Covid-19 Kapan Berakhir Tak Jelas, Babi Mati Juga Tak Jelas

 

Penginapannya kurang dilirik lantaran wisatawan yang berwisata ke Nusa Penida didominasi wisatawan domestik. Yang mana mereka lebih memilih penginapan yang berada di lokasi padat penduduk dan dekat dengan pelabuhan. Sementara penginapannya selama ini lebih diminati wisatawan mancanegara lantaran lokasinya yang sunyi.

 

“Sebelum pandemi, penginapan saya banyak diminati wisatawan mancanegara karena lokasinya yang sunyi dan tenang. Apalagi penginapan saya tidak jauh dari objek wisata Pantai Klingking,” katanya.

 

Atas kondisi itu, pihaknya memutuskan untuk menutup sementara penginapannya sejak Senin (13/12). Apalagi pada saat itu banjir bandang menerjang sejumlah desa di Nusa Penida dan membuat sejumlah wilayah kesulitan air bersih.

Baca Juga:  Bupati Suwirta:Lebih Baik Saya Disalahkan Daripada Corona Masuk Kesana

 

“Kalau dipaksakan buka, biaya operasionalnya tidak menutupi. Untuk biaya Wifi saja sekitar Rp500 ribu per bulan. Nanti kami buka kembali ketika wisatawan mancanegara mulai berdatangan,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/