alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Duh, Baru Diresmikan, Jalur Shortcut Kerap Jadi Arena Balap Liar

SUKASADA – Jalur shortcut 5-6 di ruas Jalan Raya Singaraja-Denpasar, ternyata kerap digunakan sebagai jalur balap liar.

Polisi pun mempertimbangkan opsi mendirikan pos pantau di kawasan tersebut, guna mengantisipasi gangguan keamanan yang terjadi.

Aksi balap liar itu kerap dikeluhkan warga. Biasanya balap liar terjadi mulai pukul 22.00 malam hingga pukul 02.00 dini hari. Warga pun sudah beberapa kali membubarkan aksi balap liar tersebut.

Salah seorang warga, Ketut Cuntaka mengungkapkan, sejak jalur itu dibuka untuk umum, kerap dijadikan lokasi peristirahatan oleh warga. Sementara pada sore hari, sering digunakan tempat nonkrong kalangan pemuda.

“Kadang malam juga ada. Saya dengan security di sini sering suruh mereka pulang. Khawatirnya kan kalau dibiarkan nanti jadi jalur rawan (kriminal). Selama ini sih mereka masih menurut,” kata Cuntaka.

Baca Juga:  Sebelum Ditemukan Tewas di Pantai, Pacar Korban Sempat Bingung, Kenapa

Pria yang juga anggota Linmas Desa Wanagiri itu juga menyebut jalur tersebut kerap dijadikan aksi balap liar. “Masyarakat sini jelas terganggu. Saya sendiri sudah tiga kali ketemu orang trek-trekan,” imbuhnya.

 

 



SUKASADA – Jalur shortcut 5-6 di ruas Jalan Raya Singaraja-Denpasar, ternyata kerap digunakan sebagai jalur balap liar.

Polisi pun mempertimbangkan opsi mendirikan pos pantau di kawasan tersebut, guna mengantisipasi gangguan keamanan yang terjadi.

Aksi balap liar itu kerap dikeluhkan warga. Biasanya balap liar terjadi mulai pukul 22.00 malam hingga pukul 02.00 dini hari. Warga pun sudah beberapa kali membubarkan aksi balap liar tersebut.

Salah seorang warga, Ketut Cuntaka mengungkapkan, sejak jalur itu dibuka untuk umum, kerap dijadikan lokasi peristirahatan oleh warga. Sementara pada sore hari, sering digunakan tempat nonkrong kalangan pemuda.

“Kadang malam juga ada. Saya dengan security di sini sering suruh mereka pulang. Khawatirnya kan kalau dibiarkan nanti jadi jalur rawan (kriminal). Selama ini sih mereka masih menurut,” kata Cuntaka.

Baca Juga:  Kelayapan Bawa Golok dan Karung, Warga Pegayaman Diciduk Warga

Pria yang juga anggota Linmas Desa Wanagiri itu juga menyebut jalur tersebut kerap dijadikan aksi balap liar. “Masyarakat sini jelas terganggu. Saya sendiri sudah tiga kali ketemu orang trek-trekan,” imbuhnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/