alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Sehari Tambah 4 Kasus Positif di Buleleng, Sumber Penularan Misterius

SINGARAJA – Jumlah kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Buleleng, kembali bertambah.

Dalam sehari, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mencatat ada 4 penambahan kasus baru dalam sehari.

Keempat pasien positif itu berasal dari wilayah yang berbeda. Pasien dengan kode PDP-62 berasal dari Kecamatan Sukasada,

PDP-63 berasal dari Kecamatan Banjar, PDP-64 berasal dari Kecamatan Buleleng, dan PDP-65 berasal dari Kecamatan Tejakula.

Sayangnya hingga kini GTPP belum dapat memastikan dari mana para pasien mendapatkan virus. “Mereka nonPMI (Pekerja migran Indonesia). Berarti kembali terjadi transmisi lokal.

Ini semua beda kecamatan. Saat ini kami sedang lakukan tracing. Baru ditemukan 15 orang dan saat ini sedang di-swab,” ungkap

Baca Juga:  4.000 Bantuan APD Dari Pemerintah Pusat Tiba di Bali

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa saat memberikan keterangan pers melalui telekonferensi, Minggu (24/5).

Para pasien, jelas Suyasa, ditemukan saat tim surveillance melakukan penelusuran kontak dengan orang yang berpotensi tertular covid.

Saat dilakukan rapid test, ternyata pasien-pasien ini menunjukkan hasil reaktif. “Setelah rapid reaktif, besoknya kami swab hasilnya negatif. Tapi kami karantina 7 hari.

Kami lakukan swab kedua kalinya, ternyata hasilnya positif. Jadi mereka ini tidak ada gejala. Tadinya masuk kelompok OTG (Orang Tanpa Gejala),” imbuhnya.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, dengan kondisi transmisi lokal, tak mudah menemukan sumber penyebaran virus.

Namun, diduga mereka mendapatkan virus dari orang lain yang tak menunjukkan gejala. Gugus tugas pun masih berupaya mencari sumber penularan virus para pasien.

Baca Juga:  BNPB Hibahkan Sirine Bahaya Dini Erupsi Senilai Rp 4,59 M ke BPBD Bali

“Dari mana sumbernya? Ini belum terjawab. Karena tiap orang bisa jadi OTG atau carrier. Sekarang sedang kami tracing sehingga ketemu kontaknya dengan siapa, pola penyebarannya bagaimana,” lanjutnya.

Suyasa juga menegaskan gugus tugas akan berupaya melacak persebaran virus melalui pola transmisi lokal. Sehingga penyakit Covid-19 dapat ditekan. 

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan. Mengingat di seluruh kecamatan kini masuk dalam zona merah.

Bahkan, wilayah Kecamatan Gerokgak yang selama dua bulan terakhir berstatus zona hijau, kini sudah dinyatakan masuk zona merah. 



SINGARAJA – Jumlah kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Buleleng, kembali bertambah.

Dalam sehari, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng mencatat ada 4 penambahan kasus baru dalam sehari.

Keempat pasien positif itu berasal dari wilayah yang berbeda. Pasien dengan kode PDP-62 berasal dari Kecamatan Sukasada,

PDP-63 berasal dari Kecamatan Banjar, PDP-64 berasal dari Kecamatan Buleleng, dan PDP-65 berasal dari Kecamatan Tejakula.

Sayangnya hingga kini GTPP belum dapat memastikan dari mana para pasien mendapatkan virus. “Mereka nonPMI (Pekerja migran Indonesia). Berarti kembali terjadi transmisi lokal.

Ini semua beda kecamatan. Saat ini kami sedang lakukan tracing. Baru ditemukan 15 orang dan saat ini sedang di-swab,” ungkap

Baca Juga:  Penumpang Pesawat di Bandara Ngurah Rai Mulai Merangkak Naik

Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa saat memberikan keterangan pers melalui telekonferensi, Minggu (24/5).

Para pasien, jelas Suyasa, ditemukan saat tim surveillance melakukan penelusuran kontak dengan orang yang berpotensi tertular covid.

Saat dilakukan rapid test, ternyata pasien-pasien ini menunjukkan hasil reaktif. “Setelah rapid reaktif, besoknya kami swab hasilnya negatif. Tapi kami karantina 7 hari.

Kami lakukan swab kedua kalinya, ternyata hasilnya positif. Jadi mereka ini tidak ada gejala. Tadinya masuk kelompok OTG (Orang Tanpa Gejala),” imbuhnya.

Lebih lanjut Suyasa mengatakan, dengan kondisi transmisi lokal, tak mudah menemukan sumber penyebaran virus.

Namun, diduga mereka mendapatkan virus dari orang lain yang tak menunjukkan gejala. Gugus tugas pun masih berupaya mencari sumber penularan virus para pasien.

Baca Juga:  8 Desa di Jembrana Terkena Dampak, Rumah dan Jalan Nasional Ikut Rusak

“Dari mana sumbernya? Ini belum terjawab. Karena tiap orang bisa jadi OTG atau carrier. Sekarang sedang kami tracing sehingga ketemu kontaknya dengan siapa, pola penyebarannya bagaimana,” lanjutnya.

Suyasa juga menegaskan gugus tugas akan berupaya melacak persebaran virus melalui pola transmisi lokal. Sehingga penyakit Covid-19 dapat ditekan. 

Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan. Mengingat di seluruh kecamatan kini masuk dalam zona merah.

Bahkan, wilayah Kecamatan Gerokgak yang selama dua bulan terakhir berstatus zona hijau, kini sudah dinyatakan masuk zona merah. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/