alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Selama Corona RSUD Klungkung Hanya Buka Pelayanan Operasi Darurat

SEMARAPURA – RSUD Klungkung sangat selektif melakukan tindakan operasi terhadap pasiennya sejak adanya wabah virus corona.

Hanya pasien yang dalam kondisi darurat saja yang akan dilayani untuk tindakan operasi. Ini merupakan upaya RSUD Klungkung dalam mencegah terjadinya penyebaran virus corona di lingkungan rumah sakit.

“Operasi dilakukan untuk yang sifatnya darurat saja. Operasi-operasi yang masih bisa ditunda, itu akan ditunda.

Supaya jangan sampai pada saat operasi ada pasien yang ternyata positif,” ujar Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma.

Pihaknya mengakui RSUD Klungkung telah banyak menunda tindakan operasi sejak adanya wabah virus corona.

Pasien yang menderita tumor namun tidak dalam kondisi darurat, tindakan operasinya diputuskan untuk ditunda.

Baca Juga:  Jalani Pendidikan, Siswa Secata Rindam IX/Udayana Tetap Jaga Jarak

“Kemudian untuk penyakit-penyakit yang lain yang masih bisa diberikan obat, jadi kami tunda dengan pengobatan konservatif. Kami berikan obat untuk kelurahan terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara bagi pasien dalam kondisi darurat dan membutuhkan tindakan operasi segera akan menjalani rapid test terlebih dahulu.

Bila dinyatakan nonreaktif, maka tindakan operasi akan dilakukan. Namun bila ternyata dinyatakan reaktif, maka pasien tersebut akan menjalani isolasi di RSUD Klungkung terlebih dahulu.

“Selama pandemi ini, kami telah melakukan sejumlah operasi darurat. Seperti patah tulang yang menyebabkan fungsi organ tubuh terganggu.

Kemudian kebidanan darurat, yakni tindakan operasi dalam persalinan lantaran terjadinya situasi di mana nyawa ibu atau bayinya terancam,” tandasnya. 

Baca Juga:  Putu Satria: Ada Atau Tidak Ada Corona Kami Tetap Berkarya


SEMARAPURA – RSUD Klungkung sangat selektif melakukan tindakan operasi terhadap pasiennya sejak adanya wabah virus corona.

Hanya pasien yang dalam kondisi darurat saja yang akan dilayani untuk tindakan operasi. Ini merupakan upaya RSUD Klungkung dalam mencegah terjadinya penyebaran virus corona di lingkungan rumah sakit.

“Operasi dilakukan untuk yang sifatnya darurat saja. Operasi-operasi yang masih bisa ditunda, itu akan ditunda.

Supaya jangan sampai pada saat operasi ada pasien yang ternyata positif,” ujar Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma.

Pihaknya mengakui RSUD Klungkung telah banyak menunda tindakan operasi sejak adanya wabah virus corona.

Pasien yang menderita tumor namun tidak dalam kondisi darurat, tindakan operasinya diputuskan untuk ditunda.

Baca Juga:  Gandeng Unud, Polda Ubah Arak Bali Jadi Hand Sanitaizer & Disinfektan

“Kemudian untuk penyakit-penyakit yang lain yang masih bisa diberikan obat, jadi kami tunda dengan pengobatan konservatif. Kami berikan obat untuk kelurahan terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara bagi pasien dalam kondisi darurat dan membutuhkan tindakan operasi segera akan menjalani rapid test terlebih dahulu.

Bila dinyatakan nonreaktif, maka tindakan operasi akan dilakukan. Namun bila ternyata dinyatakan reaktif, maka pasien tersebut akan menjalani isolasi di RSUD Klungkung terlebih dahulu.

“Selama pandemi ini, kami telah melakukan sejumlah operasi darurat. Seperti patah tulang yang menyebabkan fungsi organ tubuh terganggu.

Kemudian kebidanan darurat, yakni tindakan operasi dalam persalinan lantaran terjadinya situasi di mana nyawa ibu atau bayinya terancam,” tandasnya. 

Baca Juga:  Kunjungan Museum Subak Anjlok 90 Persen, Museum Keliling Jadi Solusi

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/