alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Setelah TPP Dipangkas, Giliran Uang Sertifikasi Guru di Badung Ngadat

MANGUPURA-Memburuknya kondisi keuangan di Badung terus berlanjut.

Setelah sebelumnya tambahan penghasilan pegawai (TPP) dipangkas, kini akibat menipisnya keuangan di Badung juga berdampak pada pencairan uang sertifikasi guru.

Bahkan, dana sertifikasi yang semestinya dicairkan per tiga bulan sekali itu saat ini mulai terganggu. Selain tidak dibayarkan secara full, waktu pencairan uang sertifikasi guru juga molor.

Akibat kondisi ini, banyak para guru di Badung yang pakrimik alias mengeluh.

Seperti dibenarkan salah satu guru di Badung. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, guru yang mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan ini sempat mengeluhkan perihal berkuranganya uang sertifikasi guru yang diberikan.

Padahal, kata dia, anggaran sertifikasi guru ini sumbernya dari pusat atau dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud).  

Baca Juga:  DPP LDII: Sejarah Besar Mochtar Kusumaatmadja Ubah Sejarah Laut Dunia

“Iya biasanya tahap pertama itu (sertifikasi) dananya cair, per tiga bulan. Sekarang pencairannya lambat, dan pembayarannya juga tidak full diberikan,” bebernya.

Tahun ini, katanya, anggaran sertifikasi yang ia terima baru untuk dua bulan saja yakni bulan Januari dan Februari.

Sementara di bulan Maret belum dibayar.

Padahal biasanya, pencairan tahap pertama dilakukan per tiga bulan sekali.

“Biasanya dirapel tiga bulan atau sampai bulan Maret diberikan. Ini baru dua kali direalisasikan, padahal ini anggaran dari pusat,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Terkait ngadatnya pencairan uang sertifikasi guru, I Made Mandi selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdipora) Kabupaten Badung  mengaku semuanya masih berproses.

Baca Juga:  Tekan Penyalahgunaan Narkoba, Ratusan Polisi Tes Urine

 “Setelah lengkap kita akan realisasikan. Jadi memang ada kan kendala-kendala, terutama kendala teknis,” terang Mandi.

Kata dia, secara teknis ia memastikan untuk yang bulan ketiga akan direalisasikan pada minggu ini.

Anggaran sertifikasi memang dari pemerintah pusat dan keluarnya melalui Bendahara Umum Daerah (BUD).

“Jadi sesuai dengan usulan atau amprahan kita cairkan anggarannya,” jelas Sekretaris Disdikpora Badung ini.

Sementara  mengenai nominal anggaran yang diterima, Mandi mengakui jumlahnya berbeda- beda satu guru dengan yang lainnya.

Pasalnya, pemberian sertifikasi sesuai dengan golongan guru.“Pemberian sesuai dengan golongan biasanya, dan akan diberikan sesuai gaji pokok. Jadi setiap guru kan berbeda-beda gaji nya, ada yang golongan 4B dan 3A itu beda,” pungkasnya


MANGUPURA-Memburuknya kondisi keuangan di Badung terus berlanjut.

Setelah sebelumnya tambahan penghasilan pegawai (TPP) dipangkas, kini akibat menipisnya keuangan di Badung juga berdampak pada pencairan uang sertifikasi guru.

Bahkan, dana sertifikasi yang semestinya dicairkan per tiga bulan sekali itu saat ini mulai terganggu. Selain tidak dibayarkan secara full, waktu pencairan uang sertifikasi guru juga molor.

Akibat kondisi ini, banyak para guru di Badung yang pakrimik alias mengeluh.

Seperti dibenarkan salah satu guru di Badung. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bali, guru yang mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan ini sempat mengeluhkan perihal berkuranganya uang sertifikasi guru yang diberikan.

Padahal, kata dia, anggaran sertifikasi guru ini sumbernya dari pusat atau dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud).  

Baca Juga:  Perbup 15/2018 Resmi Dirilis, Dewan Minta Tindak Tegas Penunggak Pajak

“Iya biasanya tahap pertama itu (sertifikasi) dananya cair, per tiga bulan. Sekarang pencairannya lambat, dan pembayarannya juga tidak full diberikan,” bebernya.

Tahun ini, katanya, anggaran sertifikasi yang ia terima baru untuk dua bulan saja yakni bulan Januari dan Februari.

Sementara di bulan Maret belum dibayar.

Padahal biasanya, pencairan tahap pertama dilakukan per tiga bulan sekali.

“Biasanya dirapel tiga bulan atau sampai bulan Maret diberikan. Ini baru dua kali direalisasikan, padahal ini anggaran dari pusat,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Terkait ngadatnya pencairan uang sertifikasi guru, I Made Mandi selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdipora) Kabupaten Badung  mengaku semuanya masih berproses.

Baca Juga:  Masuk Pasien Probable, Staf Dinsos Dikremasi Dengan Protokol Covid-19

 “Setelah lengkap kita akan realisasikan. Jadi memang ada kan kendala-kendala, terutama kendala teknis,” terang Mandi.

Kata dia, secara teknis ia memastikan untuk yang bulan ketiga akan direalisasikan pada minggu ini.

Anggaran sertifikasi memang dari pemerintah pusat dan keluarnya melalui Bendahara Umum Daerah (BUD).

“Jadi sesuai dengan usulan atau amprahan kita cairkan anggarannya,” jelas Sekretaris Disdikpora Badung ini.

Sementara  mengenai nominal anggaran yang diterima, Mandi mengakui jumlahnya berbeda- beda satu guru dengan yang lainnya.

Pasalnya, pemberian sertifikasi sesuai dengan golongan guru.“Pemberian sesuai dengan golongan biasanya, dan akan diberikan sesuai gaji pokok. Jadi setiap guru kan berbeda-beda gaji nya, ada yang golongan 4B dan 3A itu beda,” pungkasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/