alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Habitat Rusak, Penyu Lekang Kembali Mati Terdampar di Pantai Perancak

NEGARA – Pencemaran ditengarai menjadi penyebab rusaknya habitat penyu. Sehingga satu persatu penyu mati dan terdampar di pantai.

Terbaru, seekor penyu dewasa kembali ditemukan mati terdampar di pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Penyu yang ditemukan warga tersebut selanjutnya dilaporkan pada ketua kelompok pelestari penyu (KPP) Kurma Asih Desa Perancak.

Sebelum dikubur di pantai, penyu terlebih dulu diidentifikasi. “Kondisi penyu sudah busuk, kemungkinan sudah beberapa hari mati,” kata I Wayan Anom Astika Jaya, ketua KPP Kurma Asih.

Dari hasil identifikasi, penyu yang mati jenis penyu lekang atau nama latin lepidochelys olivacea. Jenis kelamin betina dan usia sudah dewasa dengan ukuran kerapas lebar 68 centimeter dan panjang 69 centimeter.

Baca Juga:  5 Bulan 8 Penyu Mati, Ini Analisis Kelompok Penyu Kurma Asih Perancak

“Penyu indukan, biasanya di usia itu sudah siap bertelur,” imbuhnya. Mengenai penyebab matinya penyu, tidak bisa dipastikan karena kondisi sudah busuk dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan nekropsi atau pembedahan.

Namun, matinya penyu ini diduga lantaran pencemaran air laut, terutama sampah plastik yang mengotori habitat penyu. “Kemungkinan karena pencemaran sampah plastik,” terangnya.

Dalam tujuh bulan terakhir selama tahun 2019 ini, sudah lebih dari sepuluh penyu ditemukan mati terdampar di pantai pesisir Jembrana.

Karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas air laut dan pembersihan sampah di pesisir dan laut Jembrana. 



NEGARA – Pencemaran ditengarai menjadi penyebab rusaknya habitat penyu. Sehingga satu persatu penyu mati dan terdampar di pantai.

Terbaru, seekor penyu dewasa kembali ditemukan mati terdampar di pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Penyu yang ditemukan warga tersebut selanjutnya dilaporkan pada ketua kelompok pelestari penyu (KPP) Kurma Asih Desa Perancak.

Sebelum dikubur di pantai, penyu terlebih dulu diidentifikasi. “Kondisi penyu sudah busuk, kemungkinan sudah beberapa hari mati,” kata I Wayan Anom Astika Jaya, ketua KPP Kurma Asih.

Dari hasil identifikasi, penyu yang mati jenis penyu lekang atau nama latin lepidochelys olivacea. Jenis kelamin betina dan usia sudah dewasa dengan ukuran kerapas lebar 68 centimeter dan panjang 69 centimeter.

Baca Juga:  Kejar Target, Bupati Minta Jemput Warga yang Mangkir Vaksinasi Covid

“Penyu indukan, biasanya di usia itu sudah siap bertelur,” imbuhnya. Mengenai penyebab matinya penyu, tidak bisa dipastikan karena kondisi sudah busuk dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan nekropsi atau pembedahan.

Namun, matinya penyu ini diduga lantaran pencemaran air laut, terutama sampah plastik yang mengotori habitat penyu. “Kemungkinan karena pencemaran sampah plastik,” terangnya.

Dalam tujuh bulan terakhir selama tahun 2019 ini, sudah lebih dari sepuluh penyu ditemukan mati terdampar di pantai pesisir Jembrana.

Karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kualitas air laut dan pembersihan sampah di pesisir dan laut Jembrana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/