alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Warga Termakan Isu Hoaks, Target Vaksinasi di Jembrana Terancam Gagal

NEGARA – Meski upaya percepatan vaksinasi Covid-19 sudah gencar dilakukan, Jembrana sepertinya sulit mencapai target seratus persen sasaran karena masih ada sekitar 30 ribu belum divaksin dosis pertama dari target yang ditentukan.

Padahal target diberikan oleh provinsi, untuk seluruh target sasaran dosis pertama hanya tersisa empat hari kerja.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, vaksinasi yang sudah dilakukan sejak bulan Februari lalu sudah mencapai 198.512 orang atau 86,06 persen sudah vaksin dosis pertama dari total target berdasarkan KPCPEN sebanyak 230.654 orang.

Jadi, masih ada sisa sebanyak 32.142 orang belum vaksin dosis pertama. “Kami kejar dulu target vaksin pertama, sambil lalu melakukan vaksinasi dosis kedua,” jelasnya, Jumat (23/7).

Menurutnya, target waktu dari Provinsi Bali untuk menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama tersebut tersisa empat hari lagi.

Baca Juga:  Penuhi Kebutuhan Air dan Kesehatan, Klungkung Ajukan Pinjaman Rp 140 M

Dengan sisa waktu sekitar empat hari kerja akan sulit untuk menyelesaikan target sasaran. Karena berdasarkan data capaian harian, setiap harinya yang vaksin dosis pertama kurang dari seribu orang.

“Memang jauh rasanya, tetapi tetap kita upayakan semaksimal yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mencapai target vaksinasi, mulai dari membuka tempat vaksin di semua fasilitas kesehatan hingga jemput bola ke banjar – banjar.

Bahkan, Dinas Kesehatan menjadi bagian dari tim yustisi yang menggelar operasi di jalan umum.

Warga yang terjaring razia belum vaksin langsung diperiksa, jika lolos divaksin dosis pertama.

Dari sejumlah operasi yang dilakukan, banyak yang terjaring belum vaksin.

Warga Jembrana yang belum vaksin, bukan tidak mengetahui adanya vaksin. Akan tetapi, karena sejumlah alasan.

Salah satunya menganggap vaksin tidak aman, karena terpengaruh isu hoaks mengenai vaksin.

Baca Juga:  Parah! GOR Kresna Jvara Jadi Parkir Bangkai Ambulans

Padahal vaksin sudah melalui uji hingga dipastikan aman dan halal. Sejumlah warga yang masuk target sasaran juga tidak lolos screening untuk vaksin karena memiliki penyakit tertentu. “Vaksinasi ini salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok menangani pandemi Covid-19,” terang Parwata.

Parwata menambahkan, target menyelesaikan semua target sasaran dari provinsi hingga akhir bulan Juli ini, jika tidak tercapai diharapkan ada perpanjangan.

Dalam waktu perpanjangan vaksinasi tersebut, harus ada strategi yang tepat untuk percepatan vaksin sehingga bisa tercapai target, seluruh masyarakat yang masuk dalam target sasaran 100 persen tervaksin.

Sementara itu, operasi yustisi dan vaksinasi Covid-19 depan Kejari Jembrana, Jalan Udayana, Kota Negara, sebanyak 34 orang terjaring belum vaksin. Dari hasil screening, hanya 28 orang yang lolos untuk vaksin dosis pertama.


NEGARA – Meski upaya percepatan vaksinasi Covid-19 sudah gencar dilakukan, Jembrana sepertinya sulit mencapai target seratus persen sasaran karena masih ada sekitar 30 ribu belum divaksin dosis pertama dari target yang ditentukan.

Padahal target diberikan oleh provinsi, untuk seluruh target sasaran dosis pertama hanya tersisa empat hari kerja.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, vaksinasi yang sudah dilakukan sejak bulan Februari lalu sudah mencapai 198.512 orang atau 86,06 persen sudah vaksin dosis pertama dari total target berdasarkan KPCPEN sebanyak 230.654 orang.

Jadi, masih ada sisa sebanyak 32.142 orang belum vaksin dosis pertama. “Kami kejar dulu target vaksin pertama, sambil lalu melakukan vaksinasi dosis kedua,” jelasnya, Jumat (23/7).

Menurutnya, target waktu dari Provinsi Bali untuk menyelesaikan vaksinasi Covid-19 dosis pertama tersebut tersisa empat hari lagi.

Baca Juga:  Jabatan Sekda Jembrana Mulai Dilelang, Ledang: Minimal Eselon IIIA

Dengan sisa waktu sekitar empat hari kerja akan sulit untuk menyelesaikan target sasaran. Karena berdasarkan data capaian harian, setiap harinya yang vaksin dosis pertama kurang dari seribu orang.

“Memang jauh rasanya, tetapi tetap kita upayakan semaksimal yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.

Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mencapai target vaksinasi, mulai dari membuka tempat vaksin di semua fasilitas kesehatan hingga jemput bola ke banjar – banjar.

Bahkan, Dinas Kesehatan menjadi bagian dari tim yustisi yang menggelar operasi di jalan umum.

Warga yang terjaring razia belum vaksin langsung diperiksa, jika lolos divaksin dosis pertama.

Dari sejumlah operasi yang dilakukan, banyak yang terjaring belum vaksin.

Warga Jembrana yang belum vaksin, bukan tidak mengetahui adanya vaksin. Akan tetapi, karena sejumlah alasan.

Salah satunya menganggap vaksin tidak aman, karena terpengaruh isu hoaks mengenai vaksin.

Baca Juga:  Idul Kurban, Puluhan Dokter Hewan Buleleng Siaga

Padahal vaksin sudah melalui uji hingga dipastikan aman dan halal. Sejumlah warga yang masuk target sasaran juga tidak lolos screening untuk vaksin karena memiliki penyakit tertentu. “Vaksinasi ini salah satu upaya untuk mewujudkan kekebalan kelompok menangani pandemi Covid-19,” terang Parwata.

Parwata menambahkan, target menyelesaikan semua target sasaran dari provinsi hingga akhir bulan Juli ini, jika tidak tercapai diharapkan ada perpanjangan.

Dalam waktu perpanjangan vaksinasi tersebut, harus ada strategi yang tepat untuk percepatan vaksin sehingga bisa tercapai target, seluruh masyarakat yang masuk dalam target sasaran 100 persen tervaksin.

Sementara itu, operasi yustisi dan vaksinasi Covid-19 depan Kejari Jembrana, Jalan Udayana, Kota Negara, sebanyak 34 orang terjaring belum vaksin. Dari hasil screening, hanya 28 orang yang lolos untuk vaksin dosis pertama.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/