alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Pipa Dicabut, Distribusi Gas Metan ke Rumah Warga Berhenti

RadarBali.com – Pipa gas metan di TPA Sente, Banjar Sente, Kecamatan Dawan, Klungkung telah dicabut sejak sebulan yang lalu.

Dengan dicabutnya pipa tersebut, warga setempat yang sejak akhir tahun 2016 lalu menerima pendistribusian gas metan dari tumpukan sampah TPA Sente untuk memasak, kini kembali memanfaatkan gas elpiji 3 kilogram.

Saat Jawa Pos Radar Bali mendatangi TPA Sente, Rabu (23/8) kemarin, tampak pipa-pipa yang biasanya menghiasi tumpukan sampah akhirnya tertumpuk di taman sebelah selatan TPA Sente.

Menurut salah seorang pemulung, Komang Setiari, pipa-pipa tersebut sudah tertumpuk di taman tersebut sejak sebulan yang lalu.

Dia mengaku tidak tahu apa penyebab pipa-pipa itu dicabut. Kepala Dusun Sente Nengah Sutaryajana membenarkan pencabutan pipa tersebut.

Dijelaskannya, pencabutan pipa-pipa di TPA Sente itu terjadi sejak sebulan yang lalu. Meski tidak tahu secara pasti penyebabnya, dia memprediksi bahwa pencabutan tersebut terjadi karena pipa-pipa tersebut mengganggu aktivitas truk pengangkut barang.

“Dengan dicabutnya pipa-pipa itu, otomatis pasokan gas metan tidak ada lagi diterima oleh warga. Dan sekarang masyarakat sepenuhnya menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Ada sebanyak 30 warga lebih mendapat gas gratis yang dikelola Pemerintah Kabupaten Klungkung itu,” tandasnya.

Petugas TPA Sente I Ketut Sudiarta menjelaskan, dicabutnya pipa-pipa tersebut karena gas metan di TPA Sente sudah tidak keluar sejak hujan kerap mengguyur wilayah Klungkung.

Selain itu, kondisi TPA Sente yang sudah melebihi daya tampung atau overload, membuat para petugas kesulitan untuk membuang sampah ke lokasi tersebut dengan adanya pipa-pipa itu.

“Dengan kondisi di TPA yang sudah overload, kalau dengan pipa itu masih terpasang, maka tempat itu akan diambil oleh pipa itu sendiri. Maka kami tidak bisa membuang sampah di tempat itu,” terangnya.

Keputusan pencabutan pipa-pipa tersebut sudah disampaikan kepada Kepala Dusun Sente. Dan hingga saat ini dikatakannya tidak ada protes dari warga.

“Kami masih menunggu arahan apakah pipa itu akan dipasang kembali atau bagaimana. Karena sesuai perjanjian dengan warga setempat, TPA Sente bisa beroperasi hingga akhir tahun 2017 ini,” tandasnya. 



RadarBali.com – Pipa gas metan di TPA Sente, Banjar Sente, Kecamatan Dawan, Klungkung telah dicabut sejak sebulan yang lalu.

Dengan dicabutnya pipa tersebut, warga setempat yang sejak akhir tahun 2016 lalu menerima pendistribusian gas metan dari tumpukan sampah TPA Sente untuk memasak, kini kembali memanfaatkan gas elpiji 3 kilogram.

Saat Jawa Pos Radar Bali mendatangi TPA Sente, Rabu (23/8) kemarin, tampak pipa-pipa yang biasanya menghiasi tumpukan sampah akhirnya tertumpuk di taman sebelah selatan TPA Sente.

Menurut salah seorang pemulung, Komang Setiari, pipa-pipa tersebut sudah tertumpuk di taman tersebut sejak sebulan yang lalu.

Dia mengaku tidak tahu apa penyebab pipa-pipa itu dicabut. Kepala Dusun Sente Nengah Sutaryajana membenarkan pencabutan pipa tersebut.

Dijelaskannya, pencabutan pipa-pipa di TPA Sente itu terjadi sejak sebulan yang lalu. Meski tidak tahu secara pasti penyebabnya, dia memprediksi bahwa pencabutan tersebut terjadi karena pipa-pipa tersebut mengganggu aktivitas truk pengangkut barang.

“Dengan dicabutnya pipa-pipa itu, otomatis pasokan gas metan tidak ada lagi diterima oleh warga. Dan sekarang masyarakat sepenuhnya menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Ada sebanyak 30 warga lebih mendapat gas gratis yang dikelola Pemerintah Kabupaten Klungkung itu,” tandasnya.

Petugas TPA Sente I Ketut Sudiarta menjelaskan, dicabutnya pipa-pipa tersebut karena gas metan di TPA Sente sudah tidak keluar sejak hujan kerap mengguyur wilayah Klungkung.

Selain itu, kondisi TPA Sente yang sudah melebihi daya tampung atau overload, membuat para petugas kesulitan untuk membuang sampah ke lokasi tersebut dengan adanya pipa-pipa itu.

“Dengan kondisi di TPA yang sudah overload, kalau dengan pipa itu masih terpasang, maka tempat itu akan diambil oleh pipa itu sendiri. Maka kami tidak bisa membuang sampah di tempat itu,” terangnya.

Keputusan pencabutan pipa-pipa tersebut sudah disampaikan kepada Kepala Dusun Sente. Dan hingga saat ini dikatakannya tidak ada protes dari warga.

“Kami masih menunggu arahan apakah pipa itu akan dipasang kembali atau bagaimana. Karena sesuai perjanjian dengan warga setempat, TPA Sente bisa beroperasi hingga akhir tahun 2017 ini,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/