alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Stop Operasi SAR, Gelar Ritual Kambing Poleng Temukan Dadong Tumpruh

AMLAPURA – Pencarian dadong (nenek) Ni Nengah Tumpruh, 95, akhirnya dihentikan dua hari lalu. Tepatnya hari kelima operasi SAR.

Sang nenek sendiri hilang sejak 15 Agustus lalu di kebunya sekitar Banjar Lebih, Desa Sebudi, Selat, Karangasem.

 Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I Ketut Arimbawa membenarkan pencarian sudah dihentikan. Ini karena permintaan keluarga sendiri.

Selain itu juga sempat ada tokoh masyarakat setempat yang kesurupan dan minta agar pencarian dihentikan.

Akhirnya, keluarga korban menggelar ritual atau prosesi persembahan atau pecaruan dengan menggunakan kambing poleng, Jumat (23/8) kemarin.

Hal ini juga atas petunjuk orang pintar atau balian. Jumat kemarin prosesi tersebut pun dilakukan dengan mempersembahkan ritual dengan korban kambing poleng.

Baca Juga:  Tolak Omnibus Law, Gabungan OKP di Buleleng Temui Pimpinan Dewan

Upacara ini dipimpin Jro Mangku Gede Wenten dan dilaksanakan di bawah pohon Banjar Telung Buana, Selat.

Sebelumnya di lokasi ini juga sang balian kesurupan dengan permintaan seperti itu. Ritual mulai pukul 06.00 dan berjalan dengan lancar.

Pihak keluarga sendiri berharap usai upacara ini ada titik terang soal keberadaan sang nenek. “Kita berharap dengan ritual ini ada titik terang soal keberadaan beliau, “ujar Jro Wayan Gede Astika yang juga ketua TRC IKD 04 Karangasem.

Usai ritual tersebut warga kembali melakukan pencarian sang nenek bersama warga. Kronologis hilangnya sang nenek terjadi pada 15 Agustus lalu pukul 12.00.

Saat itu sang nenek pamitan ke tegalan untuk mencari rumput. Mekti usianya sudah tak muda lagi, namun selama ini sang nenek masih cukup tangguh dan biasa mencari pakan ternak.

Baca Juga:  Antisipasi Bencana, Tanam Ribuan Bibit Pohon di Kawasan Rawan Longsor

Sejak siang itu sampai larut malam korban belum juga kembali. Keluarga sempat melakukan pencarian sampai larut malam, belum juga ditemukan.

Kemudian pihak keluarga melapor ke Kepolisian yang kemudian pencarian melibatkan tim Sar gabungan termasuk dari BPBD.

Pencarian sempat menggunakan dua ekor anjing pelacak, namun belum juga membuahkan hasil. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan

pada hari kelima pencarian sang nenek sempat dihentikan. Ini karena ada balian kesurupan. Pihaknya siap membantu dalam pencarian.

 



AMLAPURA – Pencarian dadong (nenek) Ni Nengah Tumpruh, 95, akhirnya dihentikan dua hari lalu. Tepatnya hari kelima operasi SAR.

Sang nenek sendiri hilang sejak 15 Agustus lalu di kebunya sekitar Banjar Lebih, Desa Sebudi, Selat, Karangasem.

 Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I Ketut Arimbawa membenarkan pencarian sudah dihentikan. Ini karena permintaan keluarga sendiri.

Selain itu juga sempat ada tokoh masyarakat setempat yang kesurupan dan minta agar pencarian dihentikan.

Akhirnya, keluarga korban menggelar ritual atau prosesi persembahan atau pecaruan dengan menggunakan kambing poleng, Jumat (23/8) kemarin.

Hal ini juga atas petunjuk orang pintar atau balian. Jumat kemarin prosesi tersebut pun dilakukan dengan mempersembahkan ritual dengan korban kambing poleng.

Baca Juga:  Bantuan Pusat Lamban, Warga Batu Dawa Bangun Tanggul Sendiri

Upacara ini dipimpin Jro Mangku Gede Wenten dan dilaksanakan di bawah pohon Banjar Telung Buana, Selat.

Sebelumnya di lokasi ini juga sang balian kesurupan dengan permintaan seperti itu. Ritual mulai pukul 06.00 dan berjalan dengan lancar.

Pihak keluarga sendiri berharap usai upacara ini ada titik terang soal keberadaan sang nenek. “Kita berharap dengan ritual ini ada titik terang soal keberadaan beliau, “ujar Jro Wayan Gede Astika yang juga ketua TRC IKD 04 Karangasem.

Usai ritual tersebut warga kembali melakukan pencarian sang nenek bersama warga. Kronologis hilangnya sang nenek terjadi pada 15 Agustus lalu pukul 12.00.

Saat itu sang nenek pamitan ke tegalan untuk mencari rumput. Mekti usianya sudah tak muda lagi, namun selama ini sang nenek masih cukup tangguh dan biasa mencari pakan ternak.

Baca Juga:  Hujan di Jembrana Diluar Prediksi BMKG, Tiga Kali Terjadi Sejak 2004

Sejak siang itu sampai larut malam korban belum juga kembali. Keluarga sempat melakukan pencarian sampai larut malam, belum juga ditemukan.

Kemudian pihak keluarga melapor ke Kepolisian yang kemudian pencarian melibatkan tim Sar gabungan termasuk dari BPBD.

Pencarian sempat menggunakan dua ekor anjing pelacak, namun belum juga membuahkan hasil. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan

pada hari kelima pencarian sang nenek sempat dihentikan. Ini karena ada balian kesurupan. Pihaknya siap membantu dalam pencarian.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/