alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Ajakan Minum Arak Campur Kopi, Mahasiswa Tuding Koster Tak Bijak

DENPASAR-Ajakan Gubernur Bali Wayan Koster agar warga menkonsumsi arak campur kopi saat pandemic Covid-19 bukan hanya jadi polemik dan lelucon di media sosial (Medsos).

Atas ajakan minum arak campur kopi yang disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali ini juga menuai sorotan keras dari aktivias dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali.

Seperti disampaikan Koordinator Aliansi BEM Se-Bali Muhammad Novriansyah Kusumapratama di sela menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Senin (23/8/2021)

Novriansah menilai, ajakan Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengkonsumsi arak dicampur kopi pahit saat pandemi Covid-19 Bali dinilai sangat tidak bijak dan mencederai hati nurani rakyat.

Baca Juga:  Puncak Pelebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung Jadi Sorotan

Menurutnya, ajakan Koster selaku pemimpin Bali untuk mengkonsumsi arak campur kopi juga dinilai tidak tepat. “Apalagi ajakan itu disampaikan saat rakyat Bali sedang kesulitan hodup dan terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,”terangnya

Bahkan tak hanya Novriansyah, komentar pedas juga disampaikan para peserta demo saat orasi.  Selain ajakan Koster soal minum arak campur kopi dianggap lelucon dan dagelan, ajakan Koster selaku pemimpin Bali dengan “minum kopi campur arak” dinilai sebagai ajakan menyesatkan dan tidak ilmiiah.

“Harusnya selaku pemimpin Bali, gubernur lebih menonjolkan empati dan turun melihat kondisi rakyatnya. Bukan sebaliknya dengan membuat statemen menyesatkan dan lelucon di tengah rakyat sedang kelaparan dan bingung karena kebijakan PPKM yang tidak solutif dan kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi,”tukasnya.

Baca Juga:  Koster Pasang Target 80 Persen, Sanjaya: Saya Akan Bekerja Maksimal
- Advertisement -

DENPASAR-Ajakan Gubernur Bali Wayan Koster agar warga menkonsumsi arak campur kopi saat pandemic Covid-19 bukan hanya jadi polemik dan lelucon di media sosial (Medsos).

Atas ajakan minum arak campur kopi yang disampaikan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali ini juga menuai sorotan keras dari aktivias dan perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali.

Seperti disampaikan Koordinator Aliansi BEM Se-Bali Muhammad Novriansyah Kusumapratama di sela menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Senin (23/8/2021)

Novriansah menilai, ajakan Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengkonsumsi arak dicampur kopi pahit saat pandemi Covid-19 Bali dinilai sangat tidak bijak dan mencederai hati nurani rakyat.

Baca Juga:  Gubernur Mulai Bicara Relokasi Pengungsi, Ini Sasarannya…

Menurutnya, ajakan Koster selaku pemimpin Bali untuk mengkonsumsi arak campur kopi juga dinilai tidak tepat. “Apalagi ajakan itu disampaikan saat rakyat Bali sedang kesulitan hodup dan terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,”terangnya

Bahkan tak hanya Novriansyah, komentar pedas juga disampaikan para peserta demo saat orasi.  Selain ajakan Koster soal minum arak campur kopi dianggap lelucon dan dagelan, ajakan Koster selaku pemimpin Bali dengan “minum kopi campur arak” dinilai sebagai ajakan menyesatkan dan tidak ilmiiah.

“Harusnya selaku pemimpin Bali, gubernur lebih menonjolkan empati dan turun melihat kondisi rakyatnya. Bukan sebaliknya dengan membuat statemen menyesatkan dan lelucon di tengah rakyat sedang kelaparan dan bingung karena kebijakan PPKM yang tidak solutif dan kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi,”tukasnya.

Baca Juga:  Puncak Pelebon Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung Jadi Sorotan

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/