alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, October 6, 2022

Kondisi Bayi Berkaki & Bertangan Empat Tak Stabil, Ini Kata Tim Medis

SINGARAJA – Lagi-lagi lahir bayi kembar siam di Buleleng. Hanya saja, bayi ini lahir dengan kelainan. Tim medis menyebutnya dengan kondisi kelainan kongenital yang multiple dan kompleks.

Rencananya tim medis akan segera merujuk bayi tersebut ke RS Sanglah Denpasar, bila kondisinya telah memungkinkan.

Bayi dengan jenis kelamin perempuan itu diketahui lahir sekitar pukul 03.00 Senin (23/9) dini hari, di salah satu praktik bidan swasta yang ada di Seririt.

Bayi tersebut merupakan anak ketiga dari pasangan Made Mujana, 36, dan Kadek Gorsi, 35. Bayi tersebut lahir lewat proses persalinan normal, dengan berat 2,9 kilogram.

Saat dilahirkan, bayi tersebut memiliki empat kaki dan empat tangan. Kaki dan tangan itu menempel di bagian perut bayi. Selain itu ada beberapa organ dalam seperti hati dan usus yang juga berada di luar dinding perut bayi.

Baca Juga:  Sang Maestro Meninggal, Tim Medis Deteksi Almarhum Meninggal Karena‚Ķ

Begitu tahu bayi itu dalam kondisi kelainan bawaan, bidan langsung merujuknya ke RSUD Buleleng. Bayi itu diterima di UGD pada pukul 05.41 Senin pagi, dan langsung dirawat di Ruang NICU RSUD Buleleng, agar terhindar dari infeksi.

Kasubbag Humas RSUD Buleleng I Ketut Budiantara mengatakan, saat sampai di RSUD Buleleng, bayi dan ibunya dalam kondisi lemah.

Tim medis pun berupaya membuat kondisi bayi menjadi stabil. Sementara sang ibu dirawat di Ruang Melati RSUD Buleleng.

“Kami berusaha buat stabil dulu. Jadi kami beri bantuan oksigen. Ketika kondisinya sudah stabil dan siap, kami rencanakan rujuk ke RS Sanglah,” kata Budiantara.

Bagaimana dengan kondisi organ dalam pada bayi? Budiantara menyebut memang ada beberapa organ dalam yang terlihat menempel di dinding perut bayi.

Baca Juga:  Parah, Oknum PNS RSUD Akui Konsumsi Narkoba dengan Dua Pegawai Kontrak

“Cuma kami belum bisa pastikan, ini organ milik siapa. Apakah bayi ini punya organ dalam sendiri yang lengkap, atau organ di luar itu organ lain yang tumbuh tidak sempurna. Ini perlu pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budiantara.



SINGARAJA – Lagi-lagi lahir bayi kembar siam di Buleleng. Hanya saja, bayi ini lahir dengan kelainan. Tim medis menyebutnya dengan kondisi kelainan kongenital yang multiple dan kompleks.

Rencananya tim medis akan segera merujuk bayi tersebut ke RS Sanglah Denpasar, bila kondisinya telah memungkinkan.

Bayi dengan jenis kelamin perempuan itu diketahui lahir sekitar pukul 03.00 Senin (23/9) dini hari, di salah satu praktik bidan swasta yang ada di Seririt.

Bayi tersebut merupakan anak ketiga dari pasangan Made Mujana, 36, dan Kadek Gorsi, 35. Bayi tersebut lahir lewat proses persalinan normal, dengan berat 2,9 kilogram.

Saat dilahirkan, bayi tersebut memiliki empat kaki dan empat tangan. Kaki dan tangan itu menempel di bagian perut bayi. Selain itu ada beberapa organ dalam seperti hati dan usus yang juga berada di luar dinding perut bayi.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Hadiri Karya Ngodak Tapakan di Pura Dalem Tungkub Mengwi

Begitu tahu bayi itu dalam kondisi kelainan bawaan, bidan langsung merujuknya ke RSUD Buleleng. Bayi itu diterima di UGD pada pukul 05.41 Senin pagi, dan langsung dirawat di Ruang NICU RSUD Buleleng, agar terhindar dari infeksi.

Kasubbag Humas RSUD Buleleng I Ketut Budiantara mengatakan, saat sampai di RSUD Buleleng, bayi dan ibunya dalam kondisi lemah.

Tim medis pun berupaya membuat kondisi bayi menjadi stabil. Sementara sang ibu dirawat di Ruang Melati RSUD Buleleng.

“Kami berusaha buat stabil dulu. Jadi kami beri bantuan oksigen. Ketika kondisinya sudah stabil dan siap, kami rencanakan rujuk ke RS Sanglah,” kata Budiantara.

Bagaimana dengan kondisi organ dalam pada bayi? Budiantara menyebut memang ada beberapa organ dalam yang terlihat menempel di dinding perut bayi.

Baca Juga:  Bayi Berkaki dan Bertangan Empat Itu Akhirnya Dirujuk ke RSUP Sanglah

“Cuma kami belum bisa pastikan, ini organ milik siapa. Apakah bayi ini punya organ dalam sendiri yang lengkap, atau organ di luar itu organ lain yang tumbuh tidak sempurna. Ini perlu pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budiantara.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/