alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Penyabangan Jadi Kampung Siaga Bencana

RadarBali.com – Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, kini ditetapkan menjadi Kampung Siaga Bencana.

Desa ini diharapkan menjadi desa percontohan di Kecamatan Gerokgak yang bisa melakukan mitigasi bencana alam secara menyeluruh.

Penyabangan sengaja dipilih, karena secara historis desa ini kerap mengalami bencana alam.

Terakhir pada Januari 2016 lalu terjadi bencana banjir bandang di Banjar Dinas Buah yang menyebabkan 12 rumah hilang dan puluhan kepala keluarga mengungsi.

Belum lagi sejumlah fasilitas umum yang rusak dan belum tuntas direhabilitasi hingga kini.

“Di Kecamatan Gerokgak, Desa Penyabangan ini yang paling rawan. Tahun 2015 pernah terjadi banjir bandang, begitu juga tahun 2016. Belum lagi puting beliung sudah beberapa kali terjadi.

Baca Juga:  Material Erupsi Kian Pekat, Warga dan Pengungsi Butuh Masker

Makanya kami memandang perlu desa ini dibentuk menjadi kampung siaga bencana,” kata Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Komang, disela-sela Sosialisasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana, di Balai Desa Penyabangan, pagi kemarin.

Nantinya di desa ini akan dibentuk sebuah lumbung atau shelter penanggulangan bencana. Di lumbung akan disiapkan kebutuhan logistik berupa tenda, termasuk dapur lapangan.

Sehingga pemerintah bisa mendekatkan layanan, bila terjadi bencana alam. Selain itu, desa ini juga wajib membuat jalur aman evakuasi bencana alam. Baik itu banjir bandang, longsor, maupun bencana alam lainnya.

“Secara naluriah, apabila terjadi banjir bandang atau longsor, pasti akan cari tempat ketinggian. Nanti akan dibentuk jalur evakuasi seperti itu, sehingga masyarakat mudah evakuasi bila terjadi bencana,” imbuh Gede Komang.

Baca Juga:  Muncul Mutasi Virus Corona Baru, Satgas Covid Tunda Belajar Tatap Muka

Rencananya sosialisasi pembentukan kampung siaga bencana, akan dilangsungkan hingga Sabtu (25/11) mendatang.

Kegiatan ini melibatkan 150 orang relawan, mulai dari masyarakat setempat, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta TNI/Polri.

Masyarakat yang dilibatkan mencapai seratus orang, dengan harapan mereka menjadi garda terdepan mitigasi bencana bila terjadi bencana alam.



RadarBali.com – Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak, kini ditetapkan menjadi Kampung Siaga Bencana.

Desa ini diharapkan menjadi desa percontohan di Kecamatan Gerokgak yang bisa melakukan mitigasi bencana alam secara menyeluruh.

Penyabangan sengaja dipilih, karena secara historis desa ini kerap mengalami bencana alam.

Terakhir pada Januari 2016 lalu terjadi bencana banjir bandang di Banjar Dinas Buah yang menyebabkan 12 rumah hilang dan puluhan kepala keluarga mengungsi.

Belum lagi sejumlah fasilitas umum yang rusak dan belum tuntas direhabilitasi hingga kini.

“Di Kecamatan Gerokgak, Desa Penyabangan ini yang paling rawan. Tahun 2015 pernah terjadi banjir bandang, begitu juga tahun 2016. Belum lagi puting beliung sudah beberapa kali terjadi.

Baca Juga:  Hujan Lebat, Pohon Tumbang Timpa Dua Kantin Sekolah di Babendem

Makanya kami memandang perlu desa ini dibentuk menjadi kampung siaga bencana,” kata Kepala Dinas Sosial Buleleng, Gede Komang, disela-sela Sosialisasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana, di Balai Desa Penyabangan, pagi kemarin.

Nantinya di desa ini akan dibentuk sebuah lumbung atau shelter penanggulangan bencana. Di lumbung akan disiapkan kebutuhan logistik berupa tenda, termasuk dapur lapangan.

Sehingga pemerintah bisa mendekatkan layanan, bila terjadi bencana alam. Selain itu, desa ini juga wajib membuat jalur aman evakuasi bencana alam. Baik itu banjir bandang, longsor, maupun bencana alam lainnya.

“Secara naluriah, apabila terjadi banjir bandang atau longsor, pasti akan cari tempat ketinggian. Nanti akan dibentuk jalur evakuasi seperti itu, sehingga masyarakat mudah evakuasi bila terjadi bencana,” imbuh Gede Komang.

Baca Juga:  Istri dan Dua Anaknya Tewas Masuk Jurang, Satu di RS, Ini Kata Darma..

Rencananya sosialisasi pembentukan kampung siaga bencana, akan dilangsungkan hingga Sabtu (25/11) mendatang.

Kegiatan ini melibatkan 150 orang relawan, mulai dari masyarakat setempat, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta TNI/Polri.

Masyarakat yang dilibatkan mencapai seratus orang, dengan harapan mereka menjadi garda terdepan mitigasi bencana bila terjadi bencana alam.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/