alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Miskin, Pemkab Tabanan Kelimpungan Perbaiki Bangunan LPSE usai Ambruk

TABANAN – Setelah ambruk pada Minggu (21/11), belum ada tanda-tanda perbaikan Gedung Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Tabanan. Jangankan perbaikan, puing-puing bangunan yang runtuh bahkan belum dibersihkan. Sebab, Pemkan Tabanan masih kelimpungan dana perbaikan lantaran miskin. 

 

Sementara itu para pegawai dari Kantor LPSE terpaksa sementara harus mengungsi bekerja ke kantor ruangan rapat Tabanan. 

 

Asisten II Setda Tabanan, I Wayan Kotio dikonfirmasi perihal kapan Kantor LPSE dilakukan proses perbaikan dan bangunan gedung lainnya yang usianya sudah uzur. Kotio belum bisa memastikan. Pasalnya kondisi keuangan Pemkab Tabanan seret akibat dampak pandemi Covid-19. 

 

“Itu kan bencana. Ke depannya pasti ada rencana perbaikan, pembangunan” ujarnya.

 

Soal kerugian materi akibat peristiwa pada Minggu (21/11), Kotio belum bisa memastikannya. Yang jelas, upaya evakuasi dan penyelamatan peralatan elektronik penunjang kegiatan LPSE telah dilakukan. Dan yang terpenting penyelamatan berkas-berkas atau dokumen fisik.

 

“Alat komputer lagi dicek. Mana yang bisa dipakai lagi,” sambungnya.

 

Dan soal berkas fisik yang diselamatkan, sambungnya, rata-rata di tahun anggaran 2019. Yang belum masuk ke dalam server yang kini sudah ada di Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfo).

 

“Tentu (berkas-berkas) terkait pengadaan barang dan jasa,” jelasnya. 

 

Kendati demikian, Kotio memastikan aktivitas pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan  bagian tersebut tetap jalan. Sehingga LPSE untuk sementara berkantor di ruang rapat bahwa kantor Bupati Tabanan.



TABANAN – Setelah ambruk pada Minggu (21/11), belum ada tanda-tanda perbaikan Gedung Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Tabanan. Jangankan perbaikan, puing-puing bangunan yang runtuh bahkan belum dibersihkan. Sebab, Pemkan Tabanan masih kelimpungan dana perbaikan lantaran miskin. 

 

Sementara itu para pegawai dari Kantor LPSE terpaksa sementara harus mengungsi bekerja ke kantor ruangan rapat Tabanan. 

 

Asisten II Setda Tabanan, I Wayan Kotio dikonfirmasi perihal kapan Kantor LPSE dilakukan proses perbaikan dan bangunan gedung lainnya yang usianya sudah uzur. Kotio belum bisa memastikan. Pasalnya kondisi keuangan Pemkab Tabanan seret akibat dampak pandemi Covid-19. 

 

“Itu kan bencana. Ke depannya pasti ada rencana perbaikan, pembangunan” ujarnya.

 

Soal kerugian materi akibat peristiwa pada Minggu (21/11), Kotio belum bisa memastikannya. Yang jelas, upaya evakuasi dan penyelamatan peralatan elektronik penunjang kegiatan LPSE telah dilakukan. Dan yang terpenting penyelamatan berkas-berkas atau dokumen fisik.

 

“Alat komputer lagi dicek. Mana yang bisa dipakai lagi,” sambungnya.

 

Dan soal berkas fisik yang diselamatkan, sambungnya, rata-rata di tahun anggaran 2019. Yang belum masuk ke dalam server yang kini sudah ada di Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Diskominfo).

 

“Tentu (berkas-berkas) terkait pengadaan barang dan jasa,” jelasnya. 

 

Kendati demikian, Kotio memastikan aktivitas pengadaan barang dan jasa yang diselenggarakan  bagian tersebut tetap jalan. Sehingga LPSE untuk sementara berkantor di ruang rapat bahwa kantor Bupati Tabanan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/