alexametrics
27.9 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Banjir Bandang Jembrana Rusak 96 Rumah, Kerugian Materi Rp 3,5 M Lebih

NEGARA-Banjir bandang yang terjadi di sungai Biluk Poh, menimbulkan kerugian besar.

Seperti ditegaskan Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok.

Dikonfirmasi disela pembersian material, Senin (24/12), Djefri mengatakan bahwa dari hasil pendataan ada sekitar 96 rumah warga yang terdampak banjir bandang, terdiri dari 55 di Kelurahan Tegal Cangkring dan 41 rumah di Desa Penyaringan.

Warga yang terdampak sudah mengungsi di dua tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Sementara itu, Kepala BPBD Jembrana I Made Sudiada mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan korban dampak banjir. Data dari BPBD sebanyak 48 kepala keluarga (KK) terdampak hanya 15 KK yang mengungsi ke tenda pengungsian.

Baca Juga:  Sebanyak 2 Juta Lebih Penduduk di Bali Sudah Divaksin Covid-19

“Sementara kami pendataan dan penanganan korban, menyediakan kebutuhan warga,” terangnya didampingi kepala pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana.

Ditanya mengenai kerugian materi dari bencana banjir bandang tersebut, diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar. Namun jumlah tersebut diprediksi masih bisa berubah karena masih dalam proses pendataan secara mendetail untuk memudahkan proses recovery.



NEGARA-Banjir bandang yang terjadi di sungai Biluk Poh, menimbulkan kerugian besar.

Seperti ditegaskan Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok.

Dikonfirmasi disela pembersian material, Senin (24/12), Djefri mengatakan bahwa dari hasil pendataan ada sekitar 96 rumah warga yang terdampak banjir bandang, terdiri dari 55 di Kelurahan Tegal Cangkring dan 41 rumah di Desa Penyaringan.

Warga yang terdampak sudah mengungsi di dua tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana.

Sementara itu, Kepala BPBD Jembrana I Made Sudiada mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan korban dampak banjir. Data dari BPBD sebanyak 48 kepala keluarga (KK) terdampak hanya 15 KK yang mengungsi ke tenda pengungsian.

Baca Juga:  Setelah Pekutatan, Giliran Kecamatan Negara Tiadakan Pawai Ogoh-ogoh

“Sementara kami pendataan dan penanganan korban, menyediakan kebutuhan warga,” terangnya didampingi kepala pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana.

Ditanya mengenai kerugian materi dari bencana banjir bandang tersebut, diperkirakan mencapai Rp 3,5 miliar. Namun jumlah tersebut diprediksi masih bisa berubah karena masih dalam proses pendataan secara mendetail untuk memudahkan proses recovery.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/