alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Awas, Musim Hujan Datang, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor di Bali Utara

SINGARAJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengingatkan masyarakat waspada dengan potensi bencana tanah longsor.

Saat ini potensi tanah longsor cukup tinggi. Masyarakat yang tinggal di kawasan dengan kemiringan ekstrem pun, diimbau agar ekstra waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, potensi tanah longsor cukup tinggi di wilayah ketinggian.

Hampir semua wilayah di Kabupaten Buleleng, berpotensi terkena bencana tanah longsor.

Namun, wilayah yang memiliki potensi yang cukup tinggi yakni di Kecamatan Sukasada, Kecamatan Sawan, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Banjar, dan Kecamatan Busungbiu.

Pada awal 2019 misalnya, bencana tanah longsor merenggut nyawa satu keluarga di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan.

“Kami sudah susun peta rawan bencana. Di musim penghujan ini, bencana yang paling potensial terjadi itu tanah longsor, banjir, termasuk banjir bandang dan puting beliung,” kata Suadnyana kemarin.

Baca Juga:  Sehari, Tiga Rumah di Dua Desa di Buleleng Disapu Angin Ngelinus

Menurut Suadnyana, peralihan dari musim kering ke musim hujan, sangat berpotensi memicu tanah longsor.

Biasanya hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari dua jam, sangat berpotensi memicu tanah longsor.

“Tanah saat musim kemarau itu biasanya mulai retak. Nah ketika hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam saja,

itu berpotensi memicu tanah longsor. Makanya kami harap masyarakat bisa waspada,” katanya.

Bukan hanya bencana itu saja, BPBD Buleleng juga mengimbau masyarakat agar waspada dengan potensi gelombang pasang.

Biasanya gelombang pasang akan terjadi pada bulan Januari. Warga yang tinggal di kawasan pesisir, terutama di Kelurahan Kampung Bugis dan Kelurahan Kampung Anyar, sangat rentang dengan bencana ini.

Baca Juga:  Usir Stres dan Rasa Bosan, Pengungsi Asal Kubu Bikin Kerajinan Perasok

Mengantisipasi potensi bencana di musim penghujan, BPBD Buleleng menyatakan telah menyiagakan para relawan di desa-desa yang masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana (Destana).

Desa-desa itu yakni Desa Wanagiri dan Desa Gitgit di Kecamatan Sukasada, Desa Galungan dan Desa Lemukih di Kecamatan Sawan, serta Desa Tejakula di Kecamatan Tejakula.

“Kami juga sudah melatih para relawan bencana di seluruh desa dan kecamatan. Kami harap pihak kecamatan dan desa juga bisa siaga mengantisipasi musim penghujan ini,” papar Suadnyana.



SINGARAJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mengingatkan masyarakat waspada dengan potensi bencana tanah longsor.

Saat ini potensi tanah longsor cukup tinggi. Masyarakat yang tinggal di kawasan dengan kemiringan ekstrem pun, diimbau agar ekstra waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, potensi tanah longsor cukup tinggi di wilayah ketinggian.

Hampir semua wilayah di Kabupaten Buleleng, berpotensi terkena bencana tanah longsor.

Namun, wilayah yang memiliki potensi yang cukup tinggi yakni di Kecamatan Sukasada, Kecamatan Sawan, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Banjar, dan Kecamatan Busungbiu.

Pada awal 2019 misalnya, bencana tanah longsor merenggut nyawa satu keluarga di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan.

“Kami sudah susun peta rawan bencana. Di musim penghujan ini, bencana yang paling potensial terjadi itu tanah longsor, banjir, termasuk banjir bandang dan puting beliung,” kata Suadnyana kemarin.

Baca Juga:  Tersapu Longsor, Tulang di Setra Gobleg Berserakan di Kebun dan Sungai

Menurut Suadnyana, peralihan dari musim kering ke musim hujan, sangat berpotensi memicu tanah longsor.

Biasanya hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari dua jam, sangat berpotensi memicu tanah longsor.

“Tanah saat musim kemarau itu biasanya mulai retak. Nah ketika hujan dengan intensitas tinggi selama dua jam saja,

itu berpotensi memicu tanah longsor. Makanya kami harap masyarakat bisa waspada,” katanya.

Bukan hanya bencana itu saja, BPBD Buleleng juga mengimbau masyarakat agar waspada dengan potensi gelombang pasang.

Biasanya gelombang pasang akan terjadi pada bulan Januari. Warga yang tinggal di kawasan pesisir, terutama di Kelurahan Kampung Bugis dan Kelurahan Kampung Anyar, sangat rentang dengan bencana ini.

Baca Juga:  Puluhan Rumah Warga Gerokgak Terendam Banjir, 75 KK Terpaksa Mengungsi

Mengantisipasi potensi bencana di musim penghujan, BPBD Buleleng menyatakan telah menyiagakan para relawan di desa-desa yang masuk dalam kategori Desa Tangguh Bencana (Destana).

Desa-desa itu yakni Desa Wanagiri dan Desa Gitgit di Kecamatan Sukasada, Desa Galungan dan Desa Lemukih di Kecamatan Sawan, serta Desa Tejakula di Kecamatan Tejakula.

“Kami juga sudah melatih para relawan bencana di seluruh desa dan kecamatan. Kami harap pihak kecamatan dan desa juga bisa siaga mengantisipasi musim penghujan ini,” papar Suadnyana.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/