alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Diterjang Gelombang, Pantai Penimbangan Sepi, Warung-warung Tutup

SINGARAJA – Gelombang pasang yang sempat menerjang pesisir utara Kabupaten Buleleng pada Selasa (22/1) hingga Rabu (23/1) dini hari, mengakibatkan kerusakan cukup parah.

Terutama di kawasan Pantai Penimbangan. Usai diterjang gelombang pasang, aktifitas di Pantai Penimbangan terlihat lengang.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali sore kemarin (24/1), sebagian besar warung tenda yang berjajar di tepi pantai masih tutup.

Baik itu pedagang yang ada di sisi wilayah Desa Baktiseraga maupun di Desa Pemaron. Khusus di sisi Desa Pemaron, sebagian besar warung masih tutup.

Pedagang di wilayah ini yang mengalami kerusakan paling parah. Sebagian besar warung mengalami rusak berat.

Sejumlah pedagang bahkan kehilangan barang dagangan mereka, karena terseret gelombang pasang.

Ketua Paguyuban Pedagang Pantai Pemaron Ketut Sudarma mengatakan, para pedagang sebagian besar masih belum beraktifitas. Mereka masih trauma atas peristiwa yang terjadi.

Baca Juga:  Ngenes, Sehari Belum Tentu Ada Angkutan masuk Terminal Negara

“Kami ini harus mulai dari awal lagi. Tenda sudah hancur, gerobak juga. Malah ada anggota kami yang hilang semua dagangannya.

Kami harap ada semacam bantuan kemudahan lah pada kami, sehingga bisa berusaha lagi. Sebab ini habis semua,” kata Sudarma.

Kondisi serupa juga terlihat di sisi timur Pura Segara Penimbangan. Deretan warung dan resto masih banyak yang tutup. Proses pembersihan juga belum tuntas betul. Masih ada beberapa lokasi yang belum dibenahi.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana mengatakan, kini sebagian besar warung memang memilih tutup.

“Kami masih bersih-bersih dulu. Kalau buka, ya paling sebentar saja. Sambil melihat kondisi alam juga,” katanya.

Selain itu aktifitas wisata bahari juga ditutup untuk sementara waktu. “Tadi pagi ada yang mau berenang. Kami larang, karena kondisinya masih belum normal.

Baca Juga:  Snorkeling, Warga Buleleng Temukan Amunisi Aktif di Pantai Penimbangan

Mungkin ini normal lagi setelah Imlek, malah bisa-bisa setelah sasih kaulu. Kami sih berharap bisa segera normal,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengaku belum menerima laporan kerusakan di Pantai Penimbangan.

Hingga kini pihak desa maupun kecamatan belum menyerahkan laporan kerusakan di wilayah tersebut.

Suadnyana berharap desa pakraman bisa membantu para pedagang setempat. “Sebab selama ini kan pengelolaan di sana lewat desa pakraman, retribusi juga ke desa pakraman.

Mudah-mudahan desa pakraman bisa membantu. Tapi prinsipnya, ketika dilaporkan oleh desa atau kecamatan, pasti kami ajukan (bantuan) ke provinsi,” kata Suadnyana. 



SINGARAJA – Gelombang pasang yang sempat menerjang pesisir utara Kabupaten Buleleng pada Selasa (22/1) hingga Rabu (23/1) dini hari, mengakibatkan kerusakan cukup parah.

Terutama di kawasan Pantai Penimbangan. Usai diterjang gelombang pasang, aktifitas di Pantai Penimbangan terlihat lengang.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali sore kemarin (24/1), sebagian besar warung tenda yang berjajar di tepi pantai masih tutup.

Baik itu pedagang yang ada di sisi wilayah Desa Baktiseraga maupun di Desa Pemaron. Khusus di sisi Desa Pemaron, sebagian besar warung masih tutup.

Pedagang di wilayah ini yang mengalami kerusakan paling parah. Sebagian besar warung mengalami rusak berat.

Sejumlah pedagang bahkan kehilangan barang dagangan mereka, karena terseret gelombang pasang.

Ketua Paguyuban Pedagang Pantai Pemaron Ketut Sudarma mengatakan, para pedagang sebagian besar masih belum beraktifitas. Mereka masih trauma atas peristiwa yang terjadi.

Baca Juga:  Snorkeling, Warga Buleleng Temukan Amunisi Aktif di Pantai Penimbangan

“Kami ini harus mulai dari awal lagi. Tenda sudah hancur, gerobak juga. Malah ada anggota kami yang hilang semua dagangannya.

Kami harap ada semacam bantuan kemudahan lah pada kami, sehingga bisa berusaha lagi. Sebab ini habis semua,” kata Sudarma.

Kondisi serupa juga terlihat di sisi timur Pura Segara Penimbangan. Deretan warung dan resto masih banyak yang tutup. Proses pembersihan juga belum tuntas betul. Masih ada beberapa lokasi yang belum dibenahi.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari Gede Wiadnyana mengatakan, kini sebagian besar warung memang memilih tutup.

“Kami masih bersih-bersih dulu. Kalau buka, ya paling sebentar saja. Sambil melihat kondisi alam juga,” katanya.

Selain itu aktifitas wisata bahari juga ditutup untuk sementara waktu. “Tadi pagi ada yang mau berenang. Kami larang, karena kondisinya masih belum normal.

Baca Juga:  Personel Polres Klungkung Bantu Pengabenan Jenazah Covid-19

Mungkin ini normal lagi setelah Imlek, malah bisa-bisa setelah sasih kaulu. Kami sih berharap bisa segera normal,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengaku belum menerima laporan kerusakan di Pantai Penimbangan.

Hingga kini pihak desa maupun kecamatan belum menyerahkan laporan kerusakan di wilayah tersebut.

Suadnyana berharap desa pakraman bisa membantu para pedagang setempat. “Sebab selama ini kan pengelolaan di sana lewat desa pakraman, retribusi juga ke desa pakraman.

Mudah-mudahan desa pakraman bisa membantu. Tapi prinsipnya, ketika dilaporkan oleh desa atau kecamatan, pasti kami ajukan (bantuan) ke provinsi,” kata Suadnyana. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/