alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Lahirkan Bayi Kembar Empat, Ibu di Bali Hamil Lewat Kawin Suntik

DENPASAR – Seorang ibu yang melahirkan bayi kembar empat di RS Sanglah, Denpasar, Bali ternyata hamil lewat program inseminasi buatan atau kawin suntik. Hal ini dilakukan lantaran pasangan ini sudah cukup lama menunggu kehamilan setelah sekian lama menikah.

Dokter spesialis kandungan yang menjadi ketua tim SC Bayi kembar empat ini, dr. I Wayan Artana Putra, Sp. OG (K)., menyebutkan kehamilan dari ibu yang melahirkan bayi kembar empat ini dihasilkan dari proses inseminasi buatan. Yakni dengan menyuntikan sel sperma ayah ke dalam rahim ibu, sehingga sel sperma bisa melakukan proses pembuahan sel telur. 

 

“Kasus kembar ini dari seorang ibu tidak hamil. Ibu ini mengikuti inseminasi di RS Swasta,” kata dr. I Wayan Artana Putra, Sp.OG (K), Senin (24/1).

 

Dia menjelaskan, dalam inseminasi ini sang ibu diberi pemberian obat obat-obat penyubur. Ketika sel telur sudah cukup banyak kemudian baru sperma dimasukkan ke rahim.

Baca Juga:  Santri Pondok Pesantren di Tabanan Lapor Polisi Mengaku Dianiaya

 

“Sehingga terjadi kehamilan kembar empat,” ujarnya. 

 

Karena proses inseminasi inilah, dr. Artana menyebutkan kelahirkan keempat bayi ini sudah direncanakan pada minggu ke-34.

 

“Sehingga pada proses kehamilan, keempat bayi sudah diberikan obat untuk mematangkan organ-organnya, seperti organ paru-paru dan organ otak,” lanjutnya.

 

Namun, aku Artana, pada usia kehamilan menginjak 31 minggu lebih 6 hari, ternyata sang ibu hamil ini sudah mulai mengalami kontraksi menjelang kelahiran.

 

Meskipun sudah diberikan obat pematangan organ, namun dilanjutkan dr. Artana ada  bayi yang ketika dilahirkan mengalami sesak napas. Menurutnya itu biasa terjadi  pada bayi yang terakhir akan mengalami komplikasi karena lahir paling terakhir.

 

“Ketika bayi pertama dan kedua lahir rahim akan mengecil sehingga hari-hari akan melepas Terakhir lahir nangisnya agak kurang diberikan alat bantu napas.  Yang nomor empat masih memakai ventilator,” jelasnya.

Baca Juga:  Hi…Ngeri…! Temuan Tengkorak Bikin Geger Area Pabrik Pengolahan Ikan

 

Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna sebelumnya menjelaskan, bayi kembar empat itu terdiri dari satu dengan jenis kelamin laki-laki  dan tiga perempuan. Berat bayi pertama sekitar 1400 gram, kedua 1500an gram, ketiga 1300 gram dan keempat 1400 gram.   

 

Dewa Ketut Kresna menjelaskan, proses kelahiran empat bayi ini dilakukan secara sectio caesarea (SC) atau operasi caesar di usia kandungan yang masih muda. Keempat bayi itu lahir secara prematur pada 21 Januari lalu di usia kandungan 32 minggu. 

 

Dia mengatakan kondisi keempat bayi stabil dan masih menjalani perawatan di ruang NICu di bawah pengawasan tim Neonatalogis RSUP Sanglah sampai berat badan bayi stabil.


DENPASAR – Seorang ibu yang melahirkan bayi kembar empat di RS Sanglah, Denpasar, Bali ternyata hamil lewat program inseminasi buatan atau kawin suntik. Hal ini dilakukan lantaran pasangan ini sudah cukup lama menunggu kehamilan setelah sekian lama menikah.

Dokter spesialis kandungan yang menjadi ketua tim SC Bayi kembar empat ini, dr. I Wayan Artana Putra, Sp. OG (K)., menyebutkan kehamilan dari ibu yang melahirkan bayi kembar empat ini dihasilkan dari proses inseminasi buatan. Yakni dengan menyuntikan sel sperma ayah ke dalam rahim ibu, sehingga sel sperma bisa melakukan proses pembuahan sel telur. 

 

“Kasus kembar ini dari seorang ibu tidak hamil. Ibu ini mengikuti inseminasi di RS Swasta,” kata dr. I Wayan Artana Putra, Sp.OG (K), Senin (24/1).

 

Dia menjelaskan, dalam inseminasi ini sang ibu diberi pemberian obat obat-obat penyubur. Ketika sel telur sudah cukup banyak kemudian baru sperma dimasukkan ke rahim.

Baca Juga:  Jeruk Madu Besakih Kian Diminati, Sasaran Pasar Domestik

 

“Sehingga terjadi kehamilan kembar empat,” ujarnya. 

 

Karena proses inseminasi inilah, dr. Artana menyebutkan kelahirkan keempat bayi ini sudah direncanakan pada minggu ke-34.

 

“Sehingga pada proses kehamilan, keempat bayi sudah diberikan obat untuk mematangkan organ-organnya, seperti organ paru-paru dan organ otak,” lanjutnya.

 

Namun, aku Artana, pada usia kehamilan menginjak 31 minggu lebih 6 hari, ternyata sang ibu hamil ini sudah mulai mengalami kontraksi menjelang kelahiran.

 

Meskipun sudah diberikan obat pematangan organ, namun dilanjutkan dr. Artana ada  bayi yang ketika dilahirkan mengalami sesak napas. Menurutnya itu biasa terjadi  pada bayi yang terakhir akan mengalami komplikasi karena lahir paling terakhir.

 

“Ketika bayi pertama dan kedua lahir rahim akan mengecil sehingga hari-hari akan melepas Terakhir lahir nangisnya agak kurang diberikan alat bantu napas.  Yang nomor empat masih memakai ventilator,” jelasnya.

Baca Juga:  Mantan Anggota Dewan Klungkung Divonis Ringan, JPU Pastikan Banding

 

Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna sebelumnya menjelaskan, bayi kembar empat itu terdiri dari satu dengan jenis kelamin laki-laki  dan tiga perempuan. Berat bayi pertama sekitar 1400 gram, kedua 1500an gram, ketiga 1300 gram dan keempat 1400 gram.   

 

Dewa Ketut Kresna menjelaskan, proses kelahiran empat bayi ini dilakukan secara sectio caesarea (SC) atau operasi caesar di usia kandungan yang masih muda. Keempat bayi itu lahir secara prematur pada 21 Januari lalu di usia kandungan 32 minggu. 

 

Dia mengatakan kondisi keempat bayi stabil dan masih menjalani perawatan di ruang NICu di bawah pengawasan tim Neonatalogis RSUP Sanglah sampai berat badan bayi stabil.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/