alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Menjelang Lebaran, Harga Cabai Rawit Hanya Tinggal Rp 5 Ribu Per Kilo

BULELENG – Para petani cabai di Sendang Pasir, Desa Pemuteran, Gerogak, Buleleng menjerit.

 

Pasalnya, harga cabe rawit yang digadang-gadang bisa memiliki nilai ekonomi tinggi justru anjlok menjelang hari raya lebaran.

 

Bahkan, dari pengakuan sejumlah petani, harga cabai turun drastic dari sejak bulan April lalu hingga menyetuh Rp 5 ribu per kilogramnya.

 

 

Seperti diakui salah satu petani cabai Putu Sumedana.

 

Ditemui di kebun cabai miliknya mengatakan dirinya tak menduga jika saat ini harga cabai lokal anjlok hingga Rp 5 ribu per kilo.

 

“Kalau dihitung-hitung biaya operasional dari awal tanam, pemeliharaan dengan jumlah lahan seluas 40 are yang ditanami cabe tidak sebanding. Untungnya ada, tapi sangat tipis sekali,” ungkapnya Sabtu (25/5) k.

Baca Juga:  Alih Fungsi Lahan Masif, Jembrana Kehilangan Puluhan Hektare Sawah

 

Lebih lanjut, Sumedana juga menambahkan jika biasanya menjelang lebaran dan hari raya Galungan Kuningan harga cabai pasti mengalami kenaikan.

 

Bahkan dari pengalaman sebelumnya, harga cabai menjelang lebaran dan Galungan 2018 lalu bisa mencapai Rp 20 ribu -Rp 50 ribu per kilogramnya.

 

Selain itu, masih soal anjloknya harga cabai, Sumedana menduga jika anjloknya harga cabai saat ini dikarenakan banyaknya cabai dari luar Bali masuk pasar di Bali sehingga menambah berat persaingan di pasaran. 

 

“Faktor lainnya yakni tiba musim panen cabai Bali yang bersaman dengan musim panen di daerah lain. Sehingga pasokan melimpah,”tambahnya.

 

Untuk itu, dengan turunnya harga cabai, pihaknya berharap pemerintah dapat mengurangi jumlah pengiriman cabe yang masuk ke Bali.

Baca Juga:  Ngeri, Mobil Tabrak Motor dan Truk di Jalur Tengkorak


BULELENG – Para petani cabai di Sendang Pasir, Desa Pemuteran, Gerogak, Buleleng menjerit.

 

Pasalnya, harga cabe rawit yang digadang-gadang bisa memiliki nilai ekonomi tinggi justru anjlok menjelang hari raya lebaran.

 

Bahkan, dari pengakuan sejumlah petani, harga cabai turun drastic dari sejak bulan April lalu hingga menyetuh Rp 5 ribu per kilogramnya.

 

 

Seperti diakui salah satu petani cabai Putu Sumedana.

 

Ditemui di kebun cabai miliknya mengatakan dirinya tak menduga jika saat ini harga cabai lokal anjlok hingga Rp 5 ribu per kilo.

 

“Kalau dihitung-hitung biaya operasional dari awal tanam, pemeliharaan dengan jumlah lahan seluas 40 are yang ditanami cabe tidak sebanding. Untungnya ada, tapi sangat tipis sekali,” ungkapnya Sabtu (25/5) k.

Baca Juga:  Dua Mahasiswa Tiongkok Asal Bali Akan Tiba di Ngurah Rai Malam Ini

 

Lebih lanjut, Sumedana juga menambahkan jika biasanya menjelang lebaran dan hari raya Galungan Kuningan harga cabai pasti mengalami kenaikan.

 

Bahkan dari pengalaman sebelumnya, harga cabai menjelang lebaran dan Galungan 2018 lalu bisa mencapai Rp 20 ribu -Rp 50 ribu per kilogramnya.

 

Selain itu, masih soal anjloknya harga cabai, Sumedana menduga jika anjloknya harga cabai saat ini dikarenakan banyaknya cabai dari luar Bali masuk pasar di Bali sehingga menambah berat persaingan di pasaran. 

 

“Faktor lainnya yakni tiba musim panen cabai Bali yang bersaman dengan musim panen di daerah lain. Sehingga pasokan melimpah,”tambahnya.

 

Untuk itu, dengan turunnya harga cabai, pihaknya berharap pemerintah dapat mengurangi jumlah pengiriman cabe yang masuk ke Bali.

Baca Juga:  Tiga Kecamatan di Tabanan Alami Kekeringan, Waktunya Tanam Palawija

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/