alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Sistem Zonasi Dituding Aneh, Anak-anak SD Ancam Tak Lanjutkan ke SMP

SEMARAPURA – Puluhan orang tua siswa sejumlah SD di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan mendatangi Kantor Perbekel Takmung kemarin.

Mereka mendatangi kantor perbekel untuk mengadukan ketidakadilan atas nasib anak-anaknya yang harus bersekolah di SMP Negeri Satu Atap Takmung.

Sementara siswa SD Negeri 1 Takmung yang notabene sekolahnya satu pekarangan dengan SMPN Satu Atap Takmung diperbolehkan melanjutkan pendidikan di luar SMP tersebut.

Kondisi ini membuat sejumlah siswa SDN 3 Takmung mengancam tidak mau melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah orang tua siswa dan siswa terlihat duduk lesehan sambil berbincang-bincang dengan Perbekel Takmung I Nyoman Mudita di Kantor Perbekel Takmung.

Salah seorang orang tua siswa SDN 3 Takmung, Kadek Sugiarta mengungkapkan kedatangannya dan sejumlah orang tua siswa SDN 3 Takmung lainnya

ke Kantor Perbekel Takmung tersebut untuk mengadu dan meminta solusi kepada Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita yang diharuskan bersekolah di SMPN Satu Atap Takmung.

Baca Juga:  Klungkung Kekurangan Guru BK dan Guru Kelas, Ada yang Mau Daftar…

“Saya tadi mendaftarkan anak saya ke SMPN 1 Banjarangkan, dan ditolak. Katanya masuk zonasi di SMPN Satap Takmung.

Dan, saya juga mendapat surat jika siswa yang bersekolah di SDN 2 Takmung, SDN 3 Takmung, dan SDN 4 Takmung, masuk zonasi di SMPN Satap Takmung,” terangnya.

Yang membuat dia dan orang tua siswa lainnya tidak habis pikir, siswa yang bersekolah di SDN 1 Takmung, diperbolehkan bersekolah di luar SMPN Satap Takmung, seperti SMPN 1 Banjarangkan.

Padahal, SMPN Satap Takmung lokasinya satu kesatuan dengan SDN 1 Takmung. “Kalau memang mau memajukan SMPN Satap Takmung, semuanya SD di Takmung zonasinya

di SMPN Satap Takmung. Anak saya tidak mau bersekolah di sana dan bilang kalau tidak dapat di SMPN 1 Banjarangkan, tidak usah lanjutkan sekolah,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, orang tua siswa SDN 3 Takmung lainnya, Wayan Dastra. Menurutnya sangat lucu jika SDN 1 Takmung yang notabene sebagai tuan rumah diberikan kesempatan untuk bersekolah di SMP Negeri lainnya.

Baca Juga:  Program Satu Desa Satu TK Negeri Masih Jauh Dari Target

Sementara siswa SDN 3 Takmung di minta bersekolah di SMPN Satap Takmung. “Anak saya sampai mengancam tidak mau melanjutkan sekolah

kalau harus bersekolah SMPN Satap Takmung. Tadi saya sudah daftarkan anak saya ke SMPN 1 Banjarangkan, tapi ditolak,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap anak dan orang tua pastinya berkeinginan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Menurutnya, sarana-prasarana di SMPN Satap Takmung sangat tidak memadai sehingga menjadi hal yang wajar ketika anaknya menginginkan sekolah yang baik.

“Gedung saja SMPN Satap Takmung tidak punya. Fasilitas lainnya juga tidak memadai seperti laboratorium. Tadi yang datang ke kantor desa adalah orang tua

siswa SDN 3 Takmung dan SDN 4 Takmung. Orang tua SDN 2 Takmung sepertinya belum tahu persoalan ini karena

yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 Banjarangkan adalah wakil kepala sekolahnya dan ditolak juga sama SMPN 1 Banjarangkan,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Puluhan orang tua siswa sejumlah SD di Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan mendatangi Kantor Perbekel Takmung kemarin.

Mereka mendatangi kantor perbekel untuk mengadukan ketidakadilan atas nasib anak-anaknya yang harus bersekolah di SMP Negeri Satu Atap Takmung.

Sementara siswa SD Negeri 1 Takmung yang notabene sekolahnya satu pekarangan dengan SMPN Satu Atap Takmung diperbolehkan melanjutkan pendidikan di luar SMP tersebut.

Kondisi ini membuat sejumlah siswa SDN 3 Takmung mengancam tidak mau melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah orang tua siswa dan siswa terlihat duduk lesehan sambil berbincang-bincang dengan Perbekel Takmung I Nyoman Mudita di Kantor Perbekel Takmung.

Salah seorang orang tua siswa SDN 3 Takmung, Kadek Sugiarta mengungkapkan kedatangannya dan sejumlah orang tua siswa SDN 3 Takmung lainnya

ke Kantor Perbekel Takmung tersebut untuk mengadu dan meminta solusi kepada Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita yang diharuskan bersekolah di SMPN Satu Atap Takmung.

Baca Juga:  Ini Kondisi 9 Anggota DPRD Buleleng yang Terjangkit Covid-19

“Saya tadi mendaftarkan anak saya ke SMPN 1 Banjarangkan, dan ditolak. Katanya masuk zonasi di SMPN Satap Takmung.

Dan, saya juga mendapat surat jika siswa yang bersekolah di SDN 2 Takmung, SDN 3 Takmung, dan SDN 4 Takmung, masuk zonasi di SMPN Satap Takmung,” terangnya.

Yang membuat dia dan orang tua siswa lainnya tidak habis pikir, siswa yang bersekolah di SDN 1 Takmung, diperbolehkan bersekolah di luar SMPN Satap Takmung, seperti SMPN 1 Banjarangkan.

Padahal, SMPN Satap Takmung lokasinya satu kesatuan dengan SDN 1 Takmung. “Kalau memang mau memajukan SMPN Satap Takmung, semuanya SD di Takmung zonasinya

di SMPN Satap Takmung. Anak saya tidak mau bersekolah di sana dan bilang kalau tidak dapat di SMPN 1 Banjarangkan, tidak usah lanjutkan sekolah,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan, orang tua siswa SDN 3 Takmung lainnya, Wayan Dastra. Menurutnya sangat lucu jika SDN 1 Takmung yang notabene sebagai tuan rumah diberikan kesempatan untuk bersekolah di SMP Negeri lainnya.

Baca Juga:  Cewek-cewek Baku Hantam Rebutan Cowok, Kata P2TP2A Ini Pemicunya

Sementara siswa SDN 3 Takmung di minta bersekolah di SMPN Satap Takmung. “Anak saya sampai mengancam tidak mau melanjutkan sekolah

kalau harus bersekolah SMPN Satap Takmung. Tadi saya sudah daftarkan anak saya ke SMPN 1 Banjarangkan, tapi ditolak,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap anak dan orang tua pastinya berkeinginan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Menurutnya, sarana-prasarana di SMPN Satap Takmung sangat tidak memadai sehingga menjadi hal yang wajar ketika anaknya menginginkan sekolah yang baik.

“Gedung saja SMPN Satap Takmung tidak punya. Fasilitas lainnya juga tidak memadai seperti laboratorium. Tadi yang datang ke kantor desa adalah orang tua

siswa SDN 3 Takmung dan SDN 4 Takmung. Orang tua SDN 2 Takmung sepertinya belum tahu persoalan ini karena

yang mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 Banjarangkan adalah wakil kepala sekolahnya dan ditolak juga sama SMPN 1 Banjarangkan,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/