alexametrics
24.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kasus Covid-19 di Jembrana Naik, Isolasi di Hotel Hampir Penuh OTG

NEGARA – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana dalam beberapa hari terakhir, membuat ruang isolasi di hotel hampir penuh.

Apabila kasus kembali naik drastis seperti yang terjadi sebelumnya, maka isolasi bagi kasus terkonfirmasi tanpa gejala dilakukan ke hotel lain dan puskesmas. Namun untuk isolasi di hotel milik swasta, tanggungan “utang” sebelumnya harus dipenuhi.

 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat evaluasi vaksinasi, Jumat (25/6). Menurut bupati, pemerintah pusat masih memiliki tanggungan utang pembayaran biaya isolasi di hotel bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala.

 

“Pemerintah pusat masih punya utang bayar hotel untuk isolasi OTG (maksudnya kasus terkonfirmasi tanpa gejala, Red),” ujarnya.

 

Menurut bupati jumlah tunggakan pembayaran hotel yang disewa untuk isolasi kasus terkonfirmasi tanpa gejala pada tahun 2020 hingga Februari 2021 lalu yang belum dibayar sekitar Rp 400 juta. Bupati mengaku sudah menghubungi pemerintah provinsi untuk mencari solusi pembayaran hotel tersebut.

Baca Juga:  Proyek Bandara Bali Baru Diwarning Tak Ganggu Kawasan Konservasi

 

Karena bupati mengkhawatirkan kasus melonjak lagi dan tidak ada tempat lagi untuk isolasi bagi kasus terkonfirmasi tanpa gejala.

 

“Khawatirnya jika ada kondisi terburuk tidak ada tempat lagi karantina OTG, kalau utangnya belum dibayar tidak bisa pakai lagi hotel,” ungkapnya.

 

Isolasi di hotel tersebut sebelumnya merupakan kebijakan pemerintah pusat, termasuk anggaran. Namun sejak bulan Februari lalu, hingga saat ini pembayaran hotel milik swasta yang merupakan tanggungan pemerintah pusat belum dibayar.

 

Sedangkan isolasi hotel yang saat ini masih dilakukan di Jembrana, menggunakan hotel milik pemerintah kabupaten, sehingga menggunakan anggaran dari BPBD Jembrana.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif di Jembrana kemarin tambah sebanyak 17 kasus baru. Sehingga, kumulatif terkonfirmasi positif sebanyak 2417 orang, sembuh 2272 dan meninggal 81 orang, sebanyak 64 orang yang masih aktif, menjalani isolasi di rumah sakit dan hotel.

Baca Juga:  Usai Pilkada, Jembrana Masuk Zona Merah, Risiko Tinggi Covid-19

 

Menurut Parwata, lonjakan kasus terkonfirmasi positif ini tidak hanya orang dengan gejala, tetapi juga kasus terkonfirmasi tanpa gejala sehingga isolasi di hotel. Hingga Jumat (25/6), kapasitas hotel untuk isolasi untuk kasus terkonfirmasi tanpa gejala dipastikan masih menampung, begitu juga dengan rumah sakit.

 

“Sementara ini masih cukup, rumah sakit dan hotel masih bisa menampung. Kalaupun nanti hotel penuh, akan menggunakan lagi ruang isolasi di rumah sakit dan puskesmas yang sebelumnya ditutup sementara karena tidak yang isolasi,” tegasnya.


NEGARA – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana dalam beberapa hari terakhir, membuat ruang isolasi di hotel hampir penuh.

Apabila kasus kembali naik drastis seperti yang terjadi sebelumnya, maka isolasi bagi kasus terkonfirmasi tanpa gejala dilakukan ke hotel lain dan puskesmas. Namun untuk isolasi di hotel milik swasta, tanggungan “utang” sebelumnya harus dipenuhi.

 

Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat evaluasi vaksinasi, Jumat (25/6). Menurut bupati, pemerintah pusat masih memiliki tanggungan utang pembayaran biaya isolasi di hotel bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala.

 

“Pemerintah pusat masih punya utang bayar hotel untuk isolasi OTG (maksudnya kasus terkonfirmasi tanpa gejala, Red),” ujarnya.

 

Menurut bupati jumlah tunggakan pembayaran hotel yang disewa untuk isolasi kasus terkonfirmasi tanpa gejala pada tahun 2020 hingga Februari 2021 lalu yang belum dibayar sekitar Rp 400 juta. Bupati mengaku sudah menghubungi pemerintah provinsi untuk mencari solusi pembayaran hotel tersebut.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Covid-19 di Buleleng Bertambah, Dua Pasien Boleh Pulang

 

Karena bupati mengkhawatirkan kasus melonjak lagi dan tidak ada tempat lagi untuk isolasi bagi kasus terkonfirmasi tanpa gejala.

 

“Khawatirnya jika ada kondisi terburuk tidak ada tempat lagi karantina OTG, kalau utangnya belum dibayar tidak bisa pakai lagi hotel,” ungkapnya.

 

Isolasi di hotel tersebut sebelumnya merupakan kebijakan pemerintah pusat, termasuk anggaran. Namun sejak bulan Februari lalu, hingga saat ini pembayaran hotel milik swasta yang merupakan tanggungan pemerintah pusat belum dibayar.

 

Sedangkan isolasi hotel yang saat ini masih dilakukan di Jembrana, menggunakan hotel milik pemerintah kabupaten, sehingga menggunakan anggaran dari BPBD Jembrana.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, kasus terkonfirmasi positif di Jembrana kemarin tambah sebanyak 17 kasus baru. Sehingga, kumulatif terkonfirmasi positif sebanyak 2417 orang, sembuh 2272 dan meninggal 81 orang, sebanyak 64 orang yang masih aktif, menjalani isolasi di rumah sakit dan hotel.

Baca Juga:  Sun Island Hotel & Spa Kuta Memenangkan Penghargaan

 

Menurut Parwata, lonjakan kasus terkonfirmasi positif ini tidak hanya orang dengan gejala, tetapi juga kasus terkonfirmasi tanpa gejala sehingga isolasi di hotel. Hingga Jumat (25/6), kapasitas hotel untuk isolasi untuk kasus terkonfirmasi tanpa gejala dipastikan masih menampung, begitu juga dengan rumah sakit.

 

“Sementara ini masih cukup, rumah sakit dan hotel masih bisa menampung. Kalaupun nanti hotel penuh, akan menggunakan lagi ruang isolasi di rumah sakit dan puskesmas yang sebelumnya ditutup sementara karena tidak yang isolasi,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/