alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Papan Petunjuk PLTU Celukan Bawang Berbahasa Tiongkok Diprotes

RadarBali.com – Komisi IV DPRD Buleleng mendesak agar papan petunjuk kerja di PLTU Celukan Bawang diperbaharui.

Penyebabnya papan petunjuk lebih banyak mencantumkan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris. Tak banyak papan petunjuk kerja yang mencantumkan Bahasa Indonesia.

Padahal sebagian besar tenaga kerja di sana adalah tenaga kerja lokal. Lantaran tak banyak papan petunjuk berbahasa Indonesia, tenaga kerja lokal tak banyak yang menguasai segi teknis perawatan peralatan pembangkit listrik.

Alhasil tak banyak tenaga kerja lokal yang menempati posisi penting dalam hal operasional. Jabatan tertinggi yang dipangku tenaga kerja lokal, hanya asisten supervisor. Itu pun bukan tenaga kerja asal Bali.

Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari mengatakan, idealnya papan instrument kerja di PLTU Celukan Bawang juga mencantumkan Bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Duh, Sistem Zonasi di Klungkung Membingungkan, Ini Dalih Kadisdik…

Saat melakukan sidak pekan lalu, dewan hanya menemukan papan petunjuk dengan tulisan mandarin dan Inggris.

Bahkan ada papan petunjuk yang hanya mencantumkan tulisan Mandarin. Konon papan itu hanya papan motto keselamatan dan motivasi kerja.

Selain itu buku manual pekerjaan juga hanya mencantumkan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris. “Kita kan di Indonesia.

Paling tidak papan petunjuknya berisi Bahasa Indonesia. Pelan-pelan nanti manual book juga mencantumkan Bahasa Indonesia,” kata Rani.

Bila perusahaan mencantumkan Bahasa Indonesia, Rani meyakini tenaga kerja lokal bisa lebih bersaing lagi dengan tenaga kerja asing asal Tiongkok yang banyak terdapat di PLTU Celukan Bawang.

Apalagi rasio tenaga kerja di PLTU Celukan Bawang masih satu orang tenaga kerja asing berbanding tiga orang tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Usai Vaksinasi Kedua, Seorang ASN di Karangasem Positif Terpapar Covid

Sementara itu, Health Environment and Safety PT. General Energy Bali, Asep Purnama mengatakan, pihaknya akan melakukan penggantian secara bertahap.

Asep meminta permakluman karena hampir seluruh peralatan diimpor dari Tiongkok. Sehingga manual penggunaan alat-alat juga lebih banyak mencantumkan Bahasa Mandarin. Instrumen petunjuk pada peralatan juga kebanyakan menggunakan Bahasa Mandarin.

“Peralatan di PLTU ini memang sebagian besar dari Tiongkok, makanya berbahasa Mandarin dan manual book-nya juga Bahasa Mandarin. Tapi sudah ada Bahasa Inggrisnya. Memang peralatan itu saat di-impor dari Tiongkok begitu. Tapi kalau papan petunjuk kerja, kami upayakan ganti secara bertahap,” katanya. 



RadarBali.com – Komisi IV DPRD Buleleng mendesak agar papan petunjuk kerja di PLTU Celukan Bawang diperbaharui.

Penyebabnya papan petunjuk lebih banyak mencantumkan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris. Tak banyak papan petunjuk kerja yang mencantumkan Bahasa Indonesia.

Padahal sebagian besar tenaga kerja di sana adalah tenaga kerja lokal. Lantaran tak banyak papan petunjuk berbahasa Indonesia, tenaga kerja lokal tak banyak yang menguasai segi teknis perawatan peralatan pembangkit listrik.

Alhasil tak banyak tenaga kerja lokal yang menempati posisi penting dalam hal operasional. Jabatan tertinggi yang dipangku tenaga kerja lokal, hanya asisten supervisor. Itu pun bukan tenaga kerja asal Bali.

Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari mengatakan, idealnya papan instrument kerja di PLTU Celukan Bawang juga mencantumkan Bahasa Indonesia.

Baca Juga:  Usai Vaksinasi Kedua, Seorang ASN di Karangasem Positif Terpapar Covid

Saat melakukan sidak pekan lalu, dewan hanya menemukan papan petunjuk dengan tulisan mandarin dan Inggris.

Bahkan ada papan petunjuk yang hanya mencantumkan tulisan Mandarin. Konon papan itu hanya papan motto keselamatan dan motivasi kerja.

Selain itu buku manual pekerjaan juga hanya mencantumkan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris. “Kita kan di Indonesia.

Paling tidak papan petunjuknya berisi Bahasa Indonesia. Pelan-pelan nanti manual book juga mencantumkan Bahasa Indonesia,” kata Rani.

Bila perusahaan mencantumkan Bahasa Indonesia, Rani meyakini tenaga kerja lokal bisa lebih bersaing lagi dengan tenaga kerja asing asal Tiongkok yang banyak terdapat di PLTU Celukan Bawang.

Apalagi rasio tenaga kerja di PLTU Celukan Bawang masih satu orang tenaga kerja asing berbanding tiga orang tenaga kerja lokal.

Baca Juga:  Desak Tanah Duwen Pura Diserahkan, Warga Ungkap Fakta Mengejutkan

Sementara itu, Health Environment and Safety PT. General Energy Bali, Asep Purnama mengatakan, pihaknya akan melakukan penggantian secara bertahap.

Asep meminta permakluman karena hampir seluruh peralatan diimpor dari Tiongkok. Sehingga manual penggunaan alat-alat juga lebih banyak mencantumkan Bahasa Mandarin. Instrumen petunjuk pada peralatan juga kebanyakan menggunakan Bahasa Mandarin.

“Peralatan di PLTU ini memang sebagian besar dari Tiongkok, makanya berbahasa Mandarin dan manual book-nya juga Bahasa Mandarin. Tapi sudah ada Bahasa Inggrisnya. Memang peralatan itu saat di-impor dari Tiongkok begitu. Tapi kalau papan petunjuk kerja, kami upayakan ganti secara bertahap,” katanya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/