alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Agar Bisa Makan Warga Nusa Penida Minta Singkong dan Sayur ke Tetangga

Nusa Penida sebagai salah satu wilayah termiskin di Kabupaten Klungkung, Bali sempat menikmati gelimang dolar hingga menangkat ekonomi warga di sana. Namun, pandemi Covid-19 membuat warga di sana kembali merana.

I WAYAN WIDYANTARA, Nusa Penida

 

KEHIDUPAN Nusa Penida terasa sangat sepi dari ramainya para pengunjung baik wisatawan lokal maupun asing. Hal itu tampak terlihat jelas di sejumlah pos-pos pelabuhan penyeberangan.

 

Saat radarbali.id mendatangi pulau di selatan Pulau Bali Jumat lalu (23/7), tak beda jauh dengan warga lain yang terdampak pandemi. Apalagi dengan kebijakan PPKM darurat yang kemudian diperpanjang dengan PPKM Level 3 di seluruh Bali, warga di pulau ini kian susah. 

Menurut pengakuan Pak Pani, salah satu supir antar jemput di Nusa Penida, warga di Nusa Penida kini hanya bisa hidup dengan cara saling bantu bahan makanan. 

Baca Juga:  Bertahan Hidup saat Covid-19; Terbantu Tanaman di Pekarangan Rumah
- Advertisement -

 

“Kalau soal makan, kami minta ke warga yang punya ladang. Asal berani bilang mau minta sayur, singkong dan lainnya ke yang punya, pasti diberikan,” ujar Pak Pani saat ditemui radarbali.id di Nusa Penida.

 

Menurutnya Nusa Penida sekarang seperti pulau mati. “Aduh, kayak mayat (kuburan). Sepi sekali, hidup pun susah, dulu biasanya kalau hasil antar jemput bisa tiga juta sebulan (rupiah), sekarang tak ada apa,” akunya.

 

Jauh dari Pulau Bali, nasib warga Nusa Penida pun kurang diperhatikan. Cerita Pak Pani tak jauh beda dengan warga Nusa Penida lainnya. Untuk itu, pihaknya berharap ada bantuan sembako dan alat mandi yang bisa masuk ke Nusa Penida.

Baca Juga:  Tak Penuhi Standar Prokes, Renovasi Tertunda, Satu Ruangan Ditutup

 

Hal ini didengar oleh organisasi nonprofit, akuforbali. Satya, pendiri dari akuforbali membawa puluhan sembako dan alat mandi ke Nusa Penida.

 

“Kami menyebrang lautan, lelah sih tapi semua terbayar ketika melihat senyum warga penerima sembako,” terangnya.

 

Akuforbali saat pembagian juga dibantu oleh organisasi togetherforbali yang dikomandoi oleh artis Indonesia, Indah Kalalo.

 

Tak hanya sembako dan alat mandi yang dibutuhkan warga, akuforbali juga memberikan filter air, agar warga tidak kesusahan mencar air bersih.

 

“Semoga bisa membantu,” pungkasnya.

- Advertisement -

Nusa Penida sebagai salah satu wilayah termiskin di Kabupaten Klungkung, Bali sempat menikmati gelimang dolar hingga menangkat ekonomi warga di sana. Namun, pandemi Covid-19 membuat warga di sana kembali merana.

I WAYAN WIDYANTARA, Nusa Penida

 

KEHIDUPAN Nusa Penida terasa sangat sepi dari ramainya para pengunjung baik wisatawan lokal maupun asing. Hal itu tampak terlihat jelas di sejumlah pos-pos pelabuhan penyeberangan.

 

Saat radarbali.id mendatangi pulau di selatan Pulau Bali Jumat lalu (23/7), tak beda jauh dengan warga lain yang terdampak pandemi. Apalagi dengan kebijakan PPKM darurat yang kemudian diperpanjang dengan PPKM Level 3 di seluruh Bali, warga di pulau ini kian susah. 

Menurut pengakuan Pak Pani, salah satu supir antar jemput di Nusa Penida, warga di Nusa Penida kini hanya bisa hidup dengan cara saling bantu bahan makanan. 

Baca Juga:  Rapid Test Massal, 22 ASN Pemkab Badung Reaktif

 

“Kalau soal makan, kami minta ke warga yang punya ladang. Asal berani bilang mau minta sayur, singkong dan lainnya ke yang punya, pasti diberikan,” ujar Pak Pani saat ditemui radarbali.id di Nusa Penida.

 

Menurutnya Nusa Penida sekarang seperti pulau mati. “Aduh, kayak mayat (kuburan). Sepi sekali, hidup pun susah, dulu biasanya kalau hasil antar jemput bisa tiga juta sebulan (rupiah), sekarang tak ada apa,” akunya.

 

Jauh dari Pulau Bali, nasib warga Nusa Penida pun kurang diperhatikan. Cerita Pak Pani tak jauh beda dengan warga Nusa Penida lainnya. Untuk itu, pihaknya berharap ada bantuan sembako dan alat mandi yang bisa masuk ke Nusa Penida.

Baca Juga:  Pantai Cucukan "Minta" Tumbal, Pelajar SMP Lemas Setelah Terseret Arus

 

Hal ini didengar oleh organisasi nonprofit, akuforbali. Satya, pendiri dari akuforbali membawa puluhan sembako dan alat mandi ke Nusa Penida.

 

“Kami menyebrang lautan, lelah sih tapi semua terbayar ketika melihat senyum warga penerima sembako,” terangnya.

 

Akuforbali saat pembagian juga dibantu oleh organisasi togetherforbali yang dikomandoi oleh artis Indonesia, Indah Kalalo.

 

Tak hanya sembako dan alat mandi yang dibutuhkan warga, akuforbali juga memberikan filter air, agar warga tidak kesusahan mencar air bersih.

 

“Semoga bisa membantu,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/