alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

TERUNGKAP! Penari Ratu Roro Kidul yang Kerauhan Mayoritas Kena Santet

TABANAN – Langkah cepat diambil Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pasca kerauhan masal yang dialami penari Tari Rejang Sandat Ratu Segara di Festival Tanah Lot beberapa hari lalu.

Bupati Eka memutuskan membuka posko pelayanan pengobatan medis dan nonmedis di Kantor Camat Kediri.

Posko ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada para siswi yang ikut terlibat dalam pentas tarian yang dikenal dengan tarian Ratu Roro Kidul ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji mengatakan posko pengobatan di diberikan pelayanan kepada sekolah-sekolah yang siswanya masih mengalami kerauhan.

“Posko pelayanan ini dibuka tidak ada batasan waktu. Hingga benar-benar seluruh penari dapat tertangani,” ujar Gusti Ngurah Supanji.

Baca Juga:  Mistis, Para Penari Tari Ratu Kidul Kembali Kerauhan, Terpaksa Ambil…

Menurutnya, persoalan kerauhan sebenarnya sudah tuntas sejak dilakukan ngaturang guru piduka, mepamit dan pengelukatan oleh Bupati Tabanan.

Tapi, faktanya, masih ada beberapa siswa yang mengalami kerauhan. Posko ini tidak hanya melayani pengobatan non medis. Tapi, juga pengobatan medis.

Ketika para siswa yang kerauhan diobati di posko juga akan dilakukan pemeriksaan secara medis. Posko ini melibatkan Perguruan Siwa Murti Bali dan Dinas Kesehatan Tabanan.

“Mengenai posko yang dibangun. Kami sudah informasikan kepada sekolah-sekolah SMP dan SMA di Tabanan, para guru dan orang siswa,” ujarnya.

Yang menarik, setelah posko dibuka terungkap banyaknya siswa yang mengalami kerauhan karena disebabkan banyak hal.

Bukan semata karena aura mistis dari tarian Rejang Sandat Ratu Segara, tapi juga lantaran faktor X. Seperti adanya penari yang sakit sebelum ikut menarikan tarian sakral ini.

Baca Juga:  Jelang Nyepi, Krama Nagasepaha Gelar Medungdung, Megibung di Pura

Ada juga karena faktor cuntake (datang bulan). Padahal, tarian ini tidak boleh dibawakan oleh penari yang sedang datang bulan.

Temuan menarik diungkap Ketua Ranting Siwa Murti Jro Mangku Made Astawa, 53. Dia mengatakan, dari 10 orang siswa yang datang

ke posko pengobatan, baik dari siswa SMAN 1 Kediri, maupun SMK Gandhi, mayoritas karena magic alias ilmu hitam alias santet.

Solusinya, para siswa tersebut ikut melukat kemudian diberikan tirta (air suci).

 



TABANAN – Langkah cepat diambil Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti pasca kerauhan masal yang dialami penari Tari Rejang Sandat Ratu Segara di Festival Tanah Lot beberapa hari lalu.

Bupati Eka memutuskan membuka posko pelayanan pengobatan medis dan nonmedis di Kantor Camat Kediri.

Posko ini dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada para siswi yang ikut terlibat dalam pentas tarian yang dikenal dengan tarian Ratu Roro Kidul ini.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan I Gusti Ngurah Supanji mengatakan posko pengobatan di diberikan pelayanan kepada sekolah-sekolah yang siswanya masih mengalami kerauhan.

“Posko pelayanan ini dibuka tidak ada batasan waktu. Hingga benar-benar seluruh penari dapat tertangani,” ujar Gusti Ngurah Supanji.

Baca Juga:  KERAS! Megawati Kritik Festival Tanah Lot, Dianggap Kebarat-baratan

Menurutnya, persoalan kerauhan sebenarnya sudah tuntas sejak dilakukan ngaturang guru piduka, mepamit dan pengelukatan oleh Bupati Tabanan.

Tapi, faktanya, masih ada beberapa siswa yang mengalami kerauhan. Posko ini tidak hanya melayani pengobatan non medis. Tapi, juga pengobatan medis.

Ketika para siswa yang kerauhan diobati di posko juga akan dilakukan pemeriksaan secara medis. Posko ini melibatkan Perguruan Siwa Murti Bali dan Dinas Kesehatan Tabanan.

“Mengenai posko yang dibangun. Kami sudah informasikan kepada sekolah-sekolah SMP dan SMA di Tabanan, para guru dan orang siswa,” ujarnya.

Yang menarik, setelah posko dibuka terungkap banyaknya siswa yang mengalami kerauhan karena disebabkan banyak hal.

Bukan semata karena aura mistis dari tarian Rejang Sandat Ratu Segara, tapi juga lantaran faktor X. Seperti adanya penari yang sakit sebelum ikut menarikan tarian sakral ini.

Baca Juga:  Redam Kerauhan Usai Tarikan Tari Ratu Kidul, Bupati Gelar Guru Piduka

Ada juga karena faktor cuntake (datang bulan). Padahal, tarian ini tidak boleh dibawakan oleh penari yang sedang datang bulan.

Temuan menarik diungkap Ketua Ranting Siwa Murti Jro Mangku Made Astawa, 53. Dia mengatakan, dari 10 orang siswa yang datang

ke posko pengobatan, baik dari siswa SMAN 1 Kediri, maupun SMK Gandhi, mayoritas karena magic alias ilmu hitam alias santet.

Solusinya, para siswa tersebut ikut melukat kemudian diberikan tirta (air suci).

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/