alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Diterjang Puting Beliung, Rumah Warga Sukasada Roboh Rata dengan Tanah

SUKASADA – Angin kencang yang berhembus di Buleleng sejak awal Agustus lalu, ternyata berujung pada bencana alam.

Sebuah rumah tinggal yang terletak di Banjar Dinas Sinalud, Desa Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada, roboh diterjang angin. Dampaknya rumah tersebut rata dengan tanah.

Perbekel Kayuputih Melaka, Gede Gelgel Ariawan mengungkapkan musibah itu sebenarnya sudah terjadi pada Minggu (23/8) sore lalu.

Tepatnya sekitar pukul 17.00 sore. Angin kencang tiba-tiba berhembus menerjang rumah yang dihuni Putu Suastika, 47.

Saat angin berhembus, bangunan itu dalam keadaan kosong. “Di halaman itu ada dua bangunan. Kebetulan saat kejadian,

keluarga Pak Suastika ada di bangunan sebelah. Sekali tiupan angin, langsung roboh satu bangunan itu,” kata Gede Gelgel Ariawan.

Gelgel mengatakan, selama ini angin puting beliung jarang terjadi di Desa Kayuputih Melaka. Sejak sebulan terakhir, angin memang berembus cukup kencang.

Hanya saja angin itu tak sampai memicu bencana alam. Meski sebuah bangunan milik warganya roboh, Gelgel menyatakan keluarga Suastika masih bisa bernafas lega.

Sebab ada bangunan lain yang dapat difungsikan untuk berteduh. Untuk sementara, bangunan berupa rumah tua, dimanfaatkan sebagai lokasi tinggal oleh keluarga Suastika.

Rencananya pihak desa akan menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pada hari ini (25/8).

“Kami dari pihak desa akan memberikan bantuan sembako. Untuk bantuan rehab dan perbaikan, kami mohonkan pada BPBD dan Dinas Sosial agar dapat dibantu. Besok (hari ini, Red) kami bersurat ke kabupaten,” tandasnya



SUKASADA – Angin kencang yang berhembus di Buleleng sejak awal Agustus lalu, ternyata berujung pada bencana alam.

Sebuah rumah tinggal yang terletak di Banjar Dinas Sinalud, Desa Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada, roboh diterjang angin. Dampaknya rumah tersebut rata dengan tanah.

Perbekel Kayuputih Melaka, Gede Gelgel Ariawan mengungkapkan musibah itu sebenarnya sudah terjadi pada Minggu (23/8) sore lalu.

Tepatnya sekitar pukul 17.00 sore. Angin kencang tiba-tiba berhembus menerjang rumah yang dihuni Putu Suastika, 47.

Saat angin berhembus, bangunan itu dalam keadaan kosong. “Di halaman itu ada dua bangunan. Kebetulan saat kejadian,

keluarga Pak Suastika ada di bangunan sebelah. Sekali tiupan angin, langsung roboh satu bangunan itu,” kata Gede Gelgel Ariawan.

Gelgel mengatakan, selama ini angin puting beliung jarang terjadi di Desa Kayuputih Melaka. Sejak sebulan terakhir, angin memang berembus cukup kencang.

Hanya saja angin itu tak sampai memicu bencana alam. Meski sebuah bangunan milik warganya roboh, Gelgel menyatakan keluarga Suastika masih bisa bernafas lega.

Sebab ada bangunan lain yang dapat difungsikan untuk berteduh. Untuk sementara, bangunan berupa rumah tua, dimanfaatkan sebagai lokasi tinggal oleh keluarga Suastika.

Rencananya pihak desa akan menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pada hari ini (25/8).

“Kami dari pihak desa akan memberikan bantuan sembako. Untuk bantuan rehab dan perbaikan, kami mohonkan pada BPBD dan Dinas Sosial agar dapat dibantu. Besok (hari ini, Red) kami bersurat ke kabupaten,” tandasnya



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/