alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Desa Wisata Ekasari, Masuk Nominasi 100 Besar ADWI 2021

NEGARA– Sebanyak tujuh desa wisata di Kabupaten Jembrana ikut berkompetisi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

ADWI yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diikuti 1831 desa wisata, dua desa wisata di Jembrana Desa Blimbingsari dan Desa Ekasari masuk dalam 300 besar dari 1831 desa wisata.

Pada nominasi berikutnya, hanya Desa Ekasari masuk dalam 100 besar desa wisata bersama empat desa wisata lain di Bali.

Masuknya Desa Ekasari sebagai 100 besar desa wisata ADWI 2021, merupakan kebanggaan bagi Jembrana.

Karena desa wisata di Jembrana mampu bersaing di tingkat nasional.

“Pencapaian ADWI ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi mengembangkan desa wisatanya yang berkualitas,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka, Rabu (25/8).

Baca Juga:  Proses Perceraian PNS Tidak Mudah, Trend Cerai PNS di Jembrana Turun

Menurutnya, dalam ADWI 2021 tujuh desa wisata di Jembrana mendaftar.

- Advertisement -

Semua pendaftar dinilai berdasarkan delapan kriteria penilaian desa wisata, mulai kriteria alam atau bio hayati, kriteria lingkungan dan fisik, kriteria budaya, kriteria  infrastruktur, kriteria kelembagaan, kriteria sumber daya manusia, kriteria sikap dan tata kehidupan masyarakat serta kriteria aksesibilitas.

“Desa wisata yang belum masuk nominasi bukan berarti tidak memenuhi kriteria, tetapi harus lebih inovatif lagi meningkatkan kualitasnya,” terang AA Mahadikara Sadhaka.

Pemerintah kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan pada desa wisata agar selalu meningkatkan kualitasnya.

Desa lain diharapkan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang desa, serta dikemas menjadi destinasi wisata untuk dipromosikan melalui berbagai media agar dikenal luas untuk menarik kunjungan wisata.

Baca Juga:  DILARANG! Pemkab Jembrana Revitalisasi Ticak Tempo

Berdasarkan surat keputusan bupati Jembrana nomor 209/ disparbud/2021 tentang penetapan desa wisata di Jembrana.

Ada tujuh desa wisata yang ditetapkan, diantaranya Desa Wisata Blimbingsari, Desa Wisata Ekasari, Desa Wisata Manistutu, Desa Wisata Perancak, Desa Wisata Yehembang Kangin, Desa Wisata Medewi dan Desa Wisata Gumrih. 

Harapannya, kedepan semakin banyak desa wisata lagi di Jembrana dengan potensinya masing-masing. 

Karena menurutnya, semua desa di Jembrana memiliki potensi tersendiri. Potensi yang ada tersebut jika dikembangkan, bisa menjadi daya tarik wisata dan muaranya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. (rba)

- Advertisement -

NEGARA– Sebanyak tujuh desa wisata di Kabupaten Jembrana ikut berkompetisi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

ADWI yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diikuti 1831 desa wisata, dua desa wisata di Jembrana Desa Blimbingsari dan Desa Ekasari masuk dalam 300 besar dari 1831 desa wisata.

Pada nominasi berikutnya, hanya Desa Ekasari masuk dalam 100 besar desa wisata bersama empat desa wisata lain di Bali.

Masuknya Desa Ekasari sebagai 100 besar desa wisata ADWI 2021, merupakan kebanggaan bagi Jembrana.

Karena desa wisata di Jembrana mampu bersaing di tingkat nasional.

“Pencapaian ADWI ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berinovasi mengembangkan desa wisatanya yang berkualitas,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana Anak Agung Ngurah Mahadikara Sadhaka, Rabu (25/8).

Baca Juga:  Pasien Positif Corona Membludak, Klungkung Siapkan Dua Tempat Isolasi

Menurutnya, dalam ADWI 2021 tujuh desa wisata di Jembrana mendaftar.

Semua pendaftar dinilai berdasarkan delapan kriteria penilaian desa wisata, mulai kriteria alam atau bio hayati, kriteria lingkungan dan fisik, kriteria budaya, kriteria  infrastruktur, kriteria kelembagaan, kriteria sumber daya manusia, kriteria sikap dan tata kehidupan masyarakat serta kriteria aksesibilitas.

“Desa wisata yang belum masuk nominasi bukan berarti tidak memenuhi kriteria, tetapi harus lebih inovatif lagi meningkatkan kualitasnya,” terang AA Mahadikara Sadhaka.

Pemerintah kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan pada desa wisata agar selalu meningkatkan kualitasnya.

Desa lain diharapkan untuk menggali dan mengembangkan potensi yang desa, serta dikemas menjadi destinasi wisata untuk dipromosikan melalui berbagai media agar dikenal luas untuk menarik kunjungan wisata.

Baca Juga:  Bupati: Dipindah Bukan karena Suka atau Tak Suka, hanya Penyegaran

Berdasarkan surat keputusan bupati Jembrana nomor 209/ disparbud/2021 tentang penetapan desa wisata di Jembrana.

Ada tujuh desa wisata yang ditetapkan, diantaranya Desa Wisata Blimbingsari, Desa Wisata Ekasari, Desa Wisata Manistutu, Desa Wisata Perancak, Desa Wisata Yehembang Kangin, Desa Wisata Medewi dan Desa Wisata Gumrih. 

Harapannya, kedepan semakin banyak desa wisata lagi di Jembrana dengan potensinya masing-masing. 

Karena menurutnya, semua desa di Jembrana memiliki potensi tersendiri. Potensi yang ada tersebut jika dikembangkan, bisa menjadi daya tarik wisata dan muaranya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/