alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Vakum Puluhan Tahun, Warga Pasek Gelgel Kembali Gelar Ritual Caru Kebo

SEMARAPURA – Pura Dadya Agung Pasek Gelgel Pegatepan di Klungkung bakal menggelar ritual Karya Ngenteng Lingih Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Menawa Ratna, pada 2 Oktober hingga 23 November 2019 mendatang.

Acara ini akan diikuti oleh lebih dari 50 ribu warga pasek Gegel yang ada di Bali. “Nanti krama (warga) trah pasek Gelgel seluruh Bali akan hadir untuk mengikuti acara ini,” ujar Wayan Ardana, Ketua 1 Panitia karya, Rabu (24/9).

Menurut Ardana, upacara ini sudah cukup lama tidak dilakukan. Terakhir, seingat orang yang dituakan, dulu upacara ini melakukan persembahan dengan caru kambing.

Sedangkan kali ini akan menggungkan kebo. Tujuan dari acara ini, yakni sebagaimana fungsi yadnya tersendiri.

Baca Juga:  Venna Melinda, Bams Samsons dan Sophia Latjuba Disuntik Vaksin di Bali

Yakni mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Kedua, juga untuk mengingatkan masyarakat di Bali agar dapat hidup tentram dan nyaman.

“Tidak hanya sesama warga pasek saja, tetapi juga umat lainnya. Juga tak kalah penting, upacara ini sudah lama tidak dilakukan,” ujarnya.

Ditegaskan lagi, untuk rangkaian acara akan digelar pada 2 Oktober -23 November 2019. Untuk puncak karya akan digelar pada 16 November 2019 mendatang. 



SEMARAPURA – Pura Dadya Agung Pasek Gelgel Pegatepan di Klungkung bakal menggelar ritual Karya Ngenteng Lingih Tawur Balik Sumpah, Pedudusan Menawa Ratna, pada 2 Oktober hingga 23 November 2019 mendatang.

Acara ini akan diikuti oleh lebih dari 50 ribu warga pasek Gegel yang ada di Bali. “Nanti krama (warga) trah pasek Gelgel seluruh Bali akan hadir untuk mengikuti acara ini,” ujar Wayan Ardana, Ketua 1 Panitia karya, Rabu (24/9).

Menurut Ardana, upacara ini sudah cukup lama tidak dilakukan. Terakhir, seingat orang yang dituakan, dulu upacara ini melakukan persembahan dengan caru kambing.

Sedangkan kali ini akan menggungkan kebo. Tujuan dari acara ini, yakni sebagaimana fungsi yadnya tersendiri.

Baca Juga:  Kasus Joged Jaruh Ditarik ke Polda, Penari dkk Dikenakan Wajib Lapor

Yakni mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa. Kedua, juga untuk mengingatkan masyarakat di Bali agar dapat hidup tentram dan nyaman.

“Tidak hanya sesama warga pasek saja, tetapi juga umat lainnya. Juga tak kalah penting, upacara ini sudah lama tidak dilakukan,” ujarnya.

Ditegaskan lagi, untuk rangkaian acara akan digelar pada 2 Oktober -23 November 2019. Untuk puncak karya akan digelar pada 16 November 2019 mendatang. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/