alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Korban Covid di Buleleng Bertambah, Selama Pandemi 32 Pasien Meninggal

SINGARAJA  – Kasus meninggal dunia akibat covid-19 di Kabupaten Buleleng terus bertambah. Kemarin (24/9) seorang pasien dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pasien yang meninggal kemarin merupakan seorang pria berusia 50 tahun asal Kecamatan Buleleng. Pasien dinyatakan meninggal pada Kamis (24/9) pagi.

Pasien pertama kali masuk RSUD Buleleng pada Senin (14/9) pekan lalu. Sebelum dirawat di rumah sakit, pasien mengalami keluhan demam yang tak kunjung turun, sesak nafas, mual, muntah-muntah, serta diare.

Karena kondisinya terus menurun, pasien memilih mendatangi IGD RSUD Buleleng. Setelah dirawat selama sepekan penuh, kondisi pasien semakin menurun.

Baca Juga:  Agus Temui Bupati Bangli, Bahas Air Bersih di Des Les dan Penuktukan

Pasien justru mengalami komplikasi pada ginjal dan jantung. Pada Kamis pagi pasien dinyatakan meninggal di ruang isolasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca yang dikonfirmasi kemarin, tak menampik hal tersebut.

“Kasus meninggal sebanyak 1 orang dari Kecamatan Buleleng. Ada juga kasus probable dari Kecamatan Sukasada 1 orang,” kata Suweca kemarin.

Di sisi lain, GTPP Buleleng mencatat ada tujuh tambahan kasus terkonfirmasi positif baru yang tersebar di lima kecamatan.

Selain itu ada dua pasien yang berhasil dinyatakan sembuh. Mereka berasal dari Kecamatan Banjar dan Kecamatan Buleleng.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 782 kasus.

Baca Juga:  Disdukcapil Jembrana Kejar Target Pemilih Belum Rekam KTP

Dari 782 kasus itu, sebanyak 714 orang telah dinyatakan sembuh dan 32 orang lainnya meninggal dunia. Kini ada 35 orang yang masih menjalani perawatan di Buleleng dan seorang lainnya dirawat di Denpasar.

Dari 35 orang yang dirawat di Buleleng, sebanyak 9 orang dirawat di RSUD Buleleng, 8 orang dirawat di RS swasta, dan 18 orang lainnya diizinkan menjalani isolasi mandiri. 



SINGARAJA  – Kasus meninggal dunia akibat covid-19 di Kabupaten Buleleng terus bertambah. Kemarin (24/9) seorang pasien dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, pasien yang meninggal kemarin merupakan seorang pria berusia 50 tahun asal Kecamatan Buleleng. Pasien dinyatakan meninggal pada Kamis (24/9) pagi.

Pasien pertama kali masuk RSUD Buleleng pada Senin (14/9) pekan lalu. Sebelum dirawat di rumah sakit, pasien mengalami keluhan demam yang tak kunjung turun, sesak nafas, mual, muntah-muntah, serta diare.

Karena kondisinya terus menurun, pasien memilih mendatangi IGD RSUD Buleleng. Setelah dirawat selama sepekan penuh, kondisi pasien semakin menurun.

Baca Juga:  Kasus Positif di Karangasem Naik Drastis, Transmisi Lokal Jadi Momok

Pasien justru mengalami komplikasi pada ginjal dan jantung. Pada Kamis pagi pasien dinyatakan meninggal di ruang isolasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca yang dikonfirmasi kemarin, tak menampik hal tersebut.

“Kasus meninggal sebanyak 1 orang dari Kecamatan Buleleng. Ada juga kasus probable dari Kecamatan Sukasada 1 orang,” kata Suweca kemarin.

Di sisi lain, GTPP Buleleng mencatat ada tujuh tambahan kasus terkonfirmasi positif baru yang tersebar di lima kecamatan.

Selain itu ada dua pasien yang berhasil dinyatakan sembuh. Mereka berasal dari Kecamatan Banjar dan Kecamatan Buleleng.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 782 kasus.

Baca Juga:  Rayakan Galungan saat Pandemi, Seribu Babi Dijagal di Buleleng

Dari 782 kasus itu, sebanyak 714 orang telah dinyatakan sembuh dan 32 orang lainnya meninggal dunia. Kini ada 35 orang yang masih menjalani perawatan di Buleleng dan seorang lainnya dirawat di Denpasar.

Dari 35 orang yang dirawat di Buleleng, sebanyak 9 orang dirawat di RSUD Buleleng, 8 orang dirawat di RS swasta, dan 18 orang lainnya diizinkan menjalani isolasi mandiri. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/