alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Jelang Mahasabha XII, Ormas Hindu di Bali Gelar Demo Besar-Besaran

DENPASAR-Aksi demontrasi digelar secara besar-besaran oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Hindu menjelang pelaksanaan Mahasabha XII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Senin (25/10/2021).

 

Sejumlah ormas Hindu di Bali menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Bali dan gedung DPRD Bali menjelang pelaksanaan Mahasabha XII PHDI Pusat yang digelar pada 28 Oktober – 1 November 2021 secara luring dan daring di Jakarta.

 

Mengatasnamakan Aliansi Hindu Nusantara, sejumlah ormas Hindu yang menggelar aksi di Renon, Denpasar itu diantaranya DPP Amukti Palapa Nusantara (APN),

Baladika Angungah Santi, Brahmastra, Kaula Nindihin Bali, Keluarga Ajik Aura, Laskar Bali Santi,

 

Latengiu, Pedukuhan Budhaireng, Pesraman Kayu Manis, PGN Cakra Taksu Bali, Poros Muda Kemanusiaan, Pura Dalem Balangan,

 

Puri Kesiman, Sandhi Murti, Swastika Bali, Team Hukum Nusa Bali, Warih Satara, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Yayasan Bima Sakti, Yayasan Dharma Murti Jembrana, Giri Tohlangkir, dekornas Puskor Hindunesia, Dekorwil Hindunesia

 

“Kami merasa terpanggil untuk menjaga ajaran leluhur Nusantara yang sedang digerogoti oleh kelompok sampradaya asing seperti Hare Krishna, Sai Baba dan lain-lain,” ujar Ketua Bidang Hukum GKHN Kadek Petir saat dikonfirmasi radarbali.id usai aksi.

 

Untuk itu, pihaknya merasa perlu gerakan menolak sampradaya asing tersebut sebagai bagian Hindu Bali/Nusantara, yang sampai saat ini masih bercokol di bumi Nusantara.   

 

“Maka moment pembersihan dan pemurnian PHDI menjadi bagian tangga perjuangan yang harus didukung, karena selama ini ternyata PHDI Pusat 2016 – 2021 merupakan tempat di mana terjadi pemahaman akan Hindu Bali/Nusantara yang keliru, dan cendrung menyesatkan umat,” tegasnya.



DENPASAR-Aksi demontrasi digelar secara besar-besaran oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Hindu menjelang pelaksanaan Mahasabha XII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Senin (25/10/2021).

 

Sejumlah ormas Hindu di Bali menggelar aksi damai di depan kantor Gubernur Bali dan gedung DPRD Bali menjelang pelaksanaan Mahasabha XII PHDI Pusat yang digelar pada 28 Oktober – 1 November 2021 secara luring dan daring di Jakarta.

 

Mengatasnamakan Aliansi Hindu Nusantara, sejumlah ormas Hindu yang menggelar aksi di Renon, Denpasar itu diantaranya DPP Amukti Palapa Nusantara (APN),

Baladika Angungah Santi, Brahmastra, Kaula Nindihin Bali, Keluarga Ajik Aura, Laskar Bali Santi,

 

Latengiu, Pedukuhan Budhaireng, Pesraman Kayu Manis, PGN Cakra Taksu Bali, Poros Muda Kemanusiaan, Pura Dalem Balangan,

 

Puri Kesiman, Sandhi Murti, Swastika Bali, Team Hukum Nusa Bali, Warih Satara, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Yayasan Bima Sakti, Yayasan Dharma Murti Jembrana, Giri Tohlangkir, dekornas Puskor Hindunesia, Dekorwil Hindunesia

 

“Kami merasa terpanggil untuk menjaga ajaran leluhur Nusantara yang sedang digerogoti oleh kelompok sampradaya asing seperti Hare Krishna, Sai Baba dan lain-lain,” ujar Ketua Bidang Hukum GKHN Kadek Petir saat dikonfirmasi radarbali.id usai aksi.

 

Untuk itu, pihaknya merasa perlu gerakan menolak sampradaya asing tersebut sebagai bagian Hindu Bali/Nusantara, yang sampai saat ini masih bercokol di bumi Nusantara.   

 

“Maka moment pembersihan dan pemurnian PHDI menjadi bagian tangga perjuangan yang harus didukung, karena selama ini ternyata PHDI Pusat 2016 – 2021 merupakan tempat di mana terjadi pemahaman akan Hindu Bali/Nusantara yang keliru, dan cendrung menyesatkan umat,” tegasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/