alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Lima Pelinggih Pura Dalem Banjar Terbakar, Pemicu Masih Simpang Siur

BANJAR – Sebanyak lima buah pelinggih di Pura Dalem Desa Adat Banjar, ludes dilahap api. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran.

Ada dugaan kebakaran dipicu peristiwa kebakaran semak-semak di belakang Pura Dalem. Akibat kebakaran itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.00 siang kemarin (24/11). Api tiba-tiba terlihat berkobar dari pelinggih gedong di jaba tengah pura dalem. 

Pelinggih itu juga menjadi lokasi pemujaan Dewa Siwa. Informasinya, api pertama kali dilihat oleh Dewa Putu Subudi.

Saat itu ia tengah berada di rumah, dan melihat ada api berkobar dari arah pura dalem. Karena curiga, Subudi bersama anaknya mendatangi areal pura.

Benar saja, pelinggih gedong sudah dilahap api. Selain itu, semak-semak yang ada di lahan kosong dekat jaba tengah pura, juga terdapat abu bekas terbakar.

Baca Juga:  Gempa di Bali Timur, Tiga Warga Meninggal, Satu Diantaranya Anak-Anak

“Saya datang itu sudah ada api. Saya langsung informasikan ke warga lainnya, ada yang ngasih kabar ke jro bendesa juga. Tapi karena air kecil, angin kencang, apinya ya tambah besar,” kata Subudi.

Kelian Desa Adat Banjar Ida Bagus Kosala mengatakan, saat kejadian ia bersama beberapa prajuru sebenarnya sedang rapat di wantilan pura desa.

Setelah itu ia sempat mendatangi rumah jro mangku dalem, untuk mengembalikan kunci pura dalem. Saat ia sampai di rumah, tiba-tiba ia didatangi warga yang menyebutkan ada kebakaran di pura dalem.

“Pas saya sampai, awalnya hanya pelinggih gedong saja. Tapi karena angin kencang, akhirnya merembet semua,” kata Kosala.

Total ada lima pelinggih yang terbakar. Selain pelinggih gedong juga pelinggih pesimpangan merajapati, pelinggih arga manik, pelinggih pesaren, dan pelinggih menjangan seluang.

Kerusakan di pelinggih-pelinggih itu diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Kosala sendiri menduga api berasal dari timur Pura Dalem.

Baca Juga:  Cok Ace Minta Pelaku Pariwisata di Bali Segera Patuhi Pergub

“Bukannya menuduh. Tapi di sana sering ada orang bakar sampah. Bisa saja dari sana. Nanti biar polisi yang melakukan penyelidikan,” kata Kosala.

Rencanya pihak desa akan menggelar paruman desa pada Selasa (26/11) mendatang. Paruman itu akan menghadirkan prajuru dari Desa Adat Banjar, Desa Adat Banjar Tegeha, dan Desa Adat Dencarik.

Mengingat pura dalem itu, disungsung krama dari tiga desa adat.

“Setelah paruman, kami segera buatkan turus lumbung. Supaya krama yang punya acara duka, bisa melakukan upacara pitra yadnya,” jelasnya lagi.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

“Pemicunya kami belum tahu. Memang ada beberapa informasi, seperti kebakaran semak-semak dan dugaan pembakaran sampah. Sekarang anggota di Polsek Banjar masih melakukan penyelidikan,” kata Sumarjaya. 



BANJAR – Sebanyak lima buah pelinggih di Pura Dalem Desa Adat Banjar, ludes dilahap api. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran.

Ada dugaan kebakaran dipicu peristiwa kebakaran semak-semak di belakang Pura Dalem. Akibat kebakaran itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.00 siang kemarin (24/11). Api tiba-tiba terlihat berkobar dari pelinggih gedong di jaba tengah pura dalem. 

Pelinggih itu juga menjadi lokasi pemujaan Dewa Siwa. Informasinya, api pertama kali dilihat oleh Dewa Putu Subudi.

Saat itu ia tengah berada di rumah, dan melihat ada api berkobar dari arah pura dalem. Karena curiga, Subudi bersama anaknya mendatangi areal pura.

Benar saja, pelinggih gedong sudah dilahap api. Selain itu, semak-semak yang ada di lahan kosong dekat jaba tengah pura, juga terdapat abu bekas terbakar.

Baca Juga:  Yatch Berbendera Australia Disanksi Larang Masuk Perairan Indonesia

“Saya datang itu sudah ada api. Saya langsung informasikan ke warga lainnya, ada yang ngasih kabar ke jro bendesa juga. Tapi karena air kecil, angin kencang, apinya ya tambah besar,” kata Subudi.

Kelian Desa Adat Banjar Ida Bagus Kosala mengatakan, saat kejadian ia bersama beberapa prajuru sebenarnya sedang rapat di wantilan pura desa.

Setelah itu ia sempat mendatangi rumah jro mangku dalem, untuk mengembalikan kunci pura dalem. Saat ia sampai di rumah, tiba-tiba ia didatangi warga yang menyebutkan ada kebakaran di pura dalem.

“Pas saya sampai, awalnya hanya pelinggih gedong saja. Tapi karena angin kencang, akhirnya merembet semua,” kata Kosala.

Total ada lima pelinggih yang terbakar. Selain pelinggih gedong juga pelinggih pesimpangan merajapati, pelinggih arga manik, pelinggih pesaren, dan pelinggih menjangan seluang.

Kerusakan di pelinggih-pelinggih itu diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar. Kosala sendiri menduga api berasal dari timur Pura Dalem.

Baca Juga:  Cok Ace Minta Pelaku Pariwisata di Bali Segera Patuhi Pergub

“Bukannya menuduh. Tapi di sana sering ada orang bakar sampah. Bisa saja dari sana. Nanti biar polisi yang melakukan penyelidikan,” kata Kosala.

Rencanya pihak desa akan menggelar paruman desa pada Selasa (26/11) mendatang. Paruman itu akan menghadirkan prajuru dari Desa Adat Banjar, Desa Adat Banjar Tegeha, dan Desa Adat Dencarik.

Mengingat pura dalem itu, disungsung krama dari tiga desa adat.

“Setelah paruman, kami segera buatkan turus lumbung. Supaya krama yang punya acara duka, bisa melakukan upacara pitra yadnya,” jelasnya lagi.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

“Pemicunya kami belum tahu. Memang ada beberapa informasi, seperti kebakaran semak-semak dan dugaan pembakaran sampah. Sekarang anggota di Polsek Banjar masih melakukan penyelidikan,” kata Sumarjaya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/