alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Kabupaten Klungkung Masih Koleksi Ratusan Balita Gizi Buruk dan Kurang

SEMARAPURA – Kabupaten Klungkung ternyata masih mengoleksi ratusan anak balita (bawah lima tahun) yang menderita gizi buruk dan gizi kurang. Jumlah totalnya 259 balita.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung, Ny. Ayu Suwirta saat pembagian sembako dan makanan tambahan kepada ribuan keluarga kurang mampu, Rabu (24/11). Penerima sembako dan makanan tambahan itu merupakan ibu hamil, balita gizi kurang dan anak balita gizi buruk.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung, Ny. Ayu Suwirta mengungkapkan, total ada 1.095 kader PKK kurang mampu di Kabupaten Klungkung yang diberikan bantuan sembako.

 

Selain sembako, ada sebanyak 548 orang yang berikan makanan tambahan. Yang mana terdiri dari 236 balita gizi kurang, 166 ibu hamil, 123 lansia, dan 23 anak balita gizi buruk.

Baca Juga:  8 Pejabat Dispar Korupsi, ORI Ancam Cabut Predikat Kepatuhan Publik
- Advertisement -

 

“Kami bagikan secara bertahap per kecamatan,” katanya.

 

Diungkapkannya, bantuan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sekitar Rp500 juta lebih. Yang mana peruntukannya untuk penanggulangan kesehatan masyarakat utamanya yang terdampak pandemi Covid-19 dengan pemberian sembako dan makanan tambahan.

 

“Pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil pada utamanya sangat penting untuk mencegah bayi mengalami gangguan pertumbuhan seperti stunting. Ibu hamil dengan Kurang Energi Kronik (KEK) berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ni Wayan Anik, salah satu orang tua balita kurang gizi di Sampalan Klod menuturkan anaknya kini telah berusia 3 tahun lebih. Namun kondisi tubuhnya layaknya anak berusia dua tahun.

Baca Juga:  Lelah Banyak Usaha Tutup, Tapi Tak Bisa Janjikan Kapan Mal Dibuka

 

Oleh karena itu, anaknya mendapat bantuan makanan tambahan berupa susu premium sebanyak dua kaleng dalam kesempatan tersebut. Dan menurutnya sejak meminum susu, berat tubuh anaknya mengalami kenaikan meski tidak banyak, yakni sekitar 100 gram.

 

“Dengan bantuan ini, cukup meringankan bebannya dalam situasi pandemi Covid-19. Saya berharap, anak saya bisa tumbuh berkembang dengan baik seperti anak-anak pada umumnya. Karena dari kondisi sehat, cuma naik beratnya saja yang masih lambat,” tandasnya. 

- Advertisement -

SEMARAPURA – Kabupaten Klungkung ternyata masih mengoleksi ratusan anak balita (bawah lima tahun) yang menderita gizi buruk dan gizi kurang. Jumlah totalnya 259 balita.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung, Ny. Ayu Suwirta saat pembagian sembako dan makanan tambahan kepada ribuan keluarga kurang mampu, Rabu (24/11). Penerima sembako dan makanan tambahan itu merupakan ibu hamil, balita gizi kurang dan anak balita gizi buruk.

 

Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung, Ny. Ayu Suwirta mengungkapkan, total ada 1.095 kader PKK kurang mampu di Kabupaten Klungkung yang diberikan bantuan sembako.

 

Selain sembako, ada sebanyak 548 orang yang berikan makanan tambahan. Yang mana terdiri dari 236 balita gizi kurang, 166 ibu hamil, 123 lansia, dan 23 anak balita gizi buruk.

Baca Juga:  Kemenkes RI Akhirnya Turun Tangani Baksos Ilegal 32 WNA, Ini Hasilnya…

 

“Kami bagikan secara bertahap per kecamatan,” katanya.

 

Diungkapkannya, bantuan tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sekitar Rp500 juta lebih. Yang mana peruntukannya untuk penanggulangan kesehatan masyarakat utamanya yang terdampak pandemi Covid-19 dengan pemberian sembako dan makanan tambahan.

 

“Pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil pada utamanya sangat penting untuk mencegah bayi mengalami gangguan pertumbuhan seperti stunting. Ibu hamil dengan Kurang Energi Kronik (KEK) berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ni Wayan Anik, salah satu orang tua balita kurang gizi di Sampalan Klod menuturkan anaknya kini telah berusia 3 tahun lebih. Namun kondisi tubuhnya layaknya anak berusia dua tahun.

Baca Juga:  Daratan Amblas 20 Meter, Abrasi Di Tegal Besar Kian Mengkhawatirkan

 

Oleh karena itu, anaknya mendapat bantuan makanan tambahan berupa susu premium sebanyak dua kaleng dalam kesempatan tersebut. Dan menurutnya sejak meminum susu, berat tubuh anaknya mengalami kenaikan meski tidak banyak, yakni sekitar 100 gram.

 

“Dengan bantuan ini, cukup meringankan bebannya dalam situasi pandemi Covid-19. Saya berharap, anak saya bisa tumbuh berkembang dengan baik seperti anak-anak pada umumnya. Karena dari kondisi sehat, cuma naik beratnya saja yang masih lambat,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/