alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Bupati Lirik Potensi Air Nyalian

RadarBali.com– Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung, memiliki sumber air melimpah.

 Bahkan, sejumlah dusun memiliki sumber air bersih yang langsung dapat dikonsumsi.

 Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuktikannya saat memimpin Bedah Desa di Nyalian, kemarin (24/1).

Sayangnya, di Dusun Tegalwangi, sumber air di area Pura Tirta Harum ini belum dimanfaatkan maksimal. (djo)

Sehingga, air dari mata air ini sebagian besar terbuang percuma ke Tukad Melangit.

 Diperkirakan, debitnya 15 liter per detik. Warga setempat hanya mampu mengambil air ini pakai botol galon plastik.

Mata air Tirta Harum ada di pinggir Tukad Melangit, harus menuruni anak tangga sejauh 300 meter untuk mencapainya.

Baca Juga:  DPRD Tabanan Tuding Mall Pelayanan Publik Tabanan Masih Kacau

Bupati Suwirta didampingi Nyonya Ayu Suwirta dan puluhan rombongan Bedah Desa pun turut mencicipi segarnya air ini.

Perbekel Desa Nyalian Ida Bagus Alit Negara mengatakan, selama ini warga mengambil air hanya menggunakan galon untuk langsung dikonsumsi sendiri.

Air selama ini belum dimanfaatkan optimal, dan tebuang karena letaknya yang cukup jauh dan harus menuruni ratusan anak tangga.
Tak hanya itu, Dusun Uma Anyar, Desa Nyalian, juga memiliki memiliki sumber mata air berlimpah serta belum digarap maksimal.

 Untuk mencapai sumber air ini diperlukan tenaga ekstra karena harus berjalan kaki melalui jalan tanah setapak yang terjal dan belum diisi anak tangga.

Bupati Suwirta berharap Desa Nyalian dapat mengembangkan potensi ini, sehingga dapat menambah pendapatan desa.

Baca Juga:  Tambah Satu Positif Covid-19, Langsung Dirawat di Bapelkesmas

’’Wah kalau semua mata air di sini ditata dengan dibuatkan kolam pemandian dan dijadikan objek wisata, akan mampu meningkatkan PADes,’’ ujar Bupati Suwirta.

Terkait hal ini, Bupati memerintahkan PDAM survei dan penelitian terhadap kedua sumber air ini.

Jika dibutuhkan, kedua sumber air ini bisa dimanfaatkan untuk disalurkan memenuhi kebutuhan warga. Jalan menuju pura dan sumber mata air tanah akan dibuatkan perencanaan. 

Kepala Unit PDAM Banjarangkan IB Wahyudi mengatakan, saat ini kebutuhan air di Banjarangkan dapat dipenuhi.

Namun, jika dibutuhkan, maka akan dilakukan survei pada sumber mata air itu.

Atas izin perangkat desa dan para pengempon pura, sejumlah rekomendasi diajukan ke pusat untuk memperoleh bantuan pembangunan instalasi jaringan air.



RadarBali.com– Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung, memiliki sumber air melimpah.

 Bahkan, sejumlah dusun memiliki sumber air bersih yang langsung dapat dikonsumsi.

 Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuktikannya saat memimpin Bedah Desa di Nyalian, kemarin (24/1).

Sayangnya, di Dusun Tegalwangi, sumber air di area Pura Tirta Harum ini belum dimanfaatkan maksimal. (djo)

Sehingga, air dari mata air ini sebagian besar terbuang percuma ke Tukad Melangit.

 Diperkirakan, debitnya 15 liter per detik. Warga setempat hanya mampu mengambil air ini pakai botol galon plastik.

Mata air Tirta Harum ada di pinggir Tukad Melangit, harus menuruni anak tangga sejauh 300 meter untuk mencapainya.

Baca Juga:  Delapan Kamar Kos di Kedonganan Terbakar, Belasan Penghuni Semburat

Bupati Suwirta didampingi Nyonya Ayu Suwirta dan puluhan rombongan Bedah Desa pun turut mencicipi segarnya air ini.

Perbekel Desa Nyalian Ida Bagus Alit Negara mengatakan, selama ini warga mengambil air hanya menggunakan galon untuk langsung dikonsumsi sendiri.

Air selama ini belum dimanfaatkan optimal, dan tebuang karena letaknya yang cukup jauh dan harus menuruni ratusan anak tangga.
Tak hanya itu, Dusun Uma Anyar, Desa Nyalian, juga memiliki memiliki sumber mata air berlimpah serta belum digarap maksimal.

 Untuk mencapai sumber air ini diperlukan tenaga ekstra karena harus berjalan kaki melalui jalan tanah setapak yang terjal dan belum diisi anak tangga.

Bupati Suwirta berharap Desa Nyalian dapat mengembangkan potensi ini, sehingga dapat menambah pendapatan desa.

Baca Juga:  Tambah Satu Positif Covid-19, Langsung Dirawat di Bapelkesmas

’’Wah kalau semua mata air di sini ditata dengan dibuatkan kolam pemandian dan dijadikan objek wisata, akan mampu meningkatkan PADes,’’ ujar Bupati Suwirta.

Terkait hal ini, Bupati memerintahkan PDAM survei dan penelitian terhadap kedua sumber air ini.

Jika dibutuhkan, kedua sumber air ini bisa dimanfaatkan untuk disalurkan memenuhi kebutuhan warga. Jalan menuju pura dan sumber mata air tanah akan dibuatkan perencanaan. 

Kepala Unit PDAM Banjarangkan IB Wahyudi mengatakan, saat ini kebutuhan air di Banjarangkan dapat dipenuhi.

Namun, jika dibutuhkan, maka akan dilakukan survei pada sumber mata air itu.

Atas izin perangkat desa dan para pengempon pura, sejumlah rekomendasi diajukan ke pusat untuk memperoleh bantuan pembangunan instalasi jaringan air.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/