alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Politisi PDI Perjuangan Sebut Ada yang Ketakutan Kalau Bali Lockdown

GIANYAR-Statemen kontroversial kembali terlontar dari Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta.

 

Belum reda polemik alis pro kontra soal usulannya agar Bali di-lockdown selama 2 pekan.

 

Kini, masih soal usulannya tentang “lockdown”, politisi PDI Perjuangan asal Tampaksiring, Gianyar ini kembali melontarkan pernyataan mengejutkan.

 

Pernyataan kontroversial Tagel Winarta, itu yakni soal adanya dugaan ketakutan bila Bali benar-benar melakukan lockdown.

 

“Saya menduga upaya lockdown tidak dilakukan karena ada sedikit ketakutan. Coba dulu formula (Opsi Bali Lockdown selama 2 mingggu) itu. Negara lain sudah melakukan. Kita masih ada ketakutan. Kalau begini kapan mau selesai? Ini sudah setahun,” tandas Tagel dengan nada geram.

Baca Juga:  Ditemukan Turis Depresi di Bali, Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

 

Selain itu, soal usulan agar Bali lockdown selama dua pekan, itu diakuinya tak lebih dari serapan aspirasi yang terlontar dari keluh kesah masyarakat yang masuk ke telinga DPRD Gianyar.

 

“Banyak masyarakat sudah mengeluh. Covid-19 ini sampai hari ini belum selesai,” terangnya.

 

Ia pun juga mengkritisi soal penerapan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Menurut Tagel, terkait PPKM, hanya sejumlah kegiatan masyarakat yang dibatasi, seperti upacara keagamaan dan acara seremonial.

 

 “Tapi, coba lihat di pasar ramai. Coba ke Pasar Pejeng (Tampaksiring) itu ramai,” tukasnya.



GIANYAR-Statemen kontroversial kembali terlontar dari Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta.

 

Belum reda polemik alis pro kontra soal usulannya agar Bali di-lockdown selama 2 pekan.

 

Kini, masih soal usulannya tentang “lockdown”, politisi PDI Perjuangan asal Tampaksiring, Gianyar ini kembali melontarkan pernyataan mengejutkan.

 

Pernyataan kontroversial Tagel Winarta, itu yakni soal adanya dugaan ketakutan bila Bali benar-benar melakukan lockdown.

 

“Saya menduga upaya lockdown tidak dilakukan karena ada sedikit ketakutan. Coba dulu formula (Opsi Bali Lockdown selama 2 mingggu) itu. Negara lain sudah melakukan. Kita masih ada ketakutan. Kalau begini kapan mau selesai? Ini sudah setahun,” tandas Tagel dengan nada geram.

Baca Juga:  Tak Hanya Direktur LBH Bali, 4 Mahasiswa Papua juga Dilaporkan Makar

 

Selain itu, soal usulan agar Bali lockdown selama dua pekan, itu diakuinya tak lebih dari serapan aspirasi yang terlontar dari keluh kesah masyarakat yang masuk ke telinga DPRD Gianyar.

 

“Banyak masyarakat sudah mengeluh. Covid-19 ini sampai hari ini belum selesai,” terangnya.

 

Ia pun juga mengkritisi soal penerapan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Menurut Tagel, terkait PPKM, hanya sejumlah kegiatan masyarakat yang dibatasi, seperti upacara keagamaan dan acara seremonial.

 

 “Tapi, coba lihat di pasar ramai. Coba ke Pasar Pejeng (Tampaksiring) itu ramai,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/