alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

PDAM Tabanan Putus 671 Sambungan Pelanggan, Sebagian Karena Menunggak

TABANAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amertha Buana Tabanan mengambil langkah pemutusan terhadap ratusan pelanggan yang menunggak pembayaran langganan air.

Total ada setidaknya 671 pelanggan di tahun 2021 lalu dilakukan pemutusan oleh PDAM Tabanan. Meski jumlah ratusan meteran pelanggan air minum yang dicabut, namun ada pula pelanggan yang melakukan pemasangan kembali yakni sebanyak 235 sambungan.

“671 sambungan pelanggan air minum yang tercabut tersebut. Itu terhitung sejak Januari hingga Desember 2021,” kata Kepala Bagian Hubungan dan Langganan Perumda Tirta Amerta Bhuana Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas Agus Suanjaya, Selasa (25/1).

Pencabutan sambungan meteran air tersebut, diungkapkan Bagus Marjaya, selain memang karena menunggak pembayaran. Juga karena adanya permintaan sendiri dari pelanggan. Karena sudah tidak menempati rumahnya. Daripada mereka membayar beban terus setiap bulan, lebih baik dicabut sementara dan bisa dipasang kembali.

Baca Juga:  Persoalkan Pelayanan PDAM, Pelanggan Curhat di Medsos Jadi Viral

Kemudian kondisi rumah yang kosong. Biasanya rumah-rumah yang dijadikan investasi yang ditinggal pemilik.

“Pemilik beli rumah di Tabanan hanya untuk investasi, namun tinggal jauh,” ungkapnya.

Faktor lainnya juga sehingga pencabutan dilakukan. Karena ada Pamsimas Desa atau air minum pedesaan yang kini sudah masuk dan terpasang di beberapa Desa di Tabanan. Apalagi tahun 2021 hingga 2022 sebanyak 19 desa sedang mengikuti program Pamsimas.

“Saya contoh di Desa Cau Belayu Marga. Dulu banyak warga desa di sana sebagai pelanggan PDAM Tabanan. Tetapi setelah adanya Pamsimas Desa, sehingga masyarakat di sana meminta pencabutan dan memilih dilakukan pencabutan sambungan,” terang Bagus Marjaya.

Dalam pencabutan sambungan tersebut, ada proses yang harus dilalui, seperti membuat surat peringatan kepada pelanggan yang memiliki tunggakan, kemudian cara pendekatan dengan mendatangi rumah pelanggan. Apabila mereka mau membayar, maka akan dibuatkan surat pernyataan kepastian untuk membayarnya.

Baca Juga:  Warga di Tujuh Desa di Lovina Kebingungan Cari SMA/SMK Negeri

”Sebelum melakukan pencabutan, terlebih dahulu kita usahakan untuk melakukan negosiasi dengan pelanggan yang menunggak. Hal ini dilakukan, karena sampai sekarang PDAM masih membutuhkan pelanggan. Jika tidak ada titik temu, maka akan dicabut,” ujarnya

Disinggung berapa jumlah nominal secara keseluruhan tagihan rekening pelanggan yang menunggak tersebut. Pihaknya sejauh ini masih melakukan kalkulasi.

”Bagi pelanggan yang pembayarannya menunggak akan tetap menjadi piutang PDAM. Sewaktu-waktu jika mereka mau memasang sambungan kembali, maka harus membayar tunggakan itu terlebih dahulu dan membayar sambungan baru lagi,” pungkasnya.


TABANAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amertha Buana Tabanan mengambil langkah pemutusan terhadap ratusan pelanggan yang menunggak pembayaran langganan air.

Total ada setidaknya 671 pelanggan di tahun 2021 lalu dilakukan pemutusan oleh PDAM Tabanan. Meski jumlah ratusan meteran pelanggan air minum yang dicabut, namun ada pula pelanggan yang melakukan pemasangan kembali yakni sebanyak 235 sambungan.

“671 sambungan pelanggan air minum yang tercabut tersebut. Itu terhitung sejak Januari hingga Desember 2021,” kata Kepala Bagian Hubungan dan Langganan Perumda Tirta Amerta Bhuana Tabanan Ida Bagus Marjaya didampingi Kasubag Humas Agus Suanjaya, Selasa (25/1).

Pencabutan sambungan meteran air tersebut, diungkapkan Bagus Marjaya, selain memang karena menunggak pembayaran. Juga karena adanya permintaan sendiri dari pelanggan. Karena sudah tidak menempati rumahnya. Daripada mereka membayar beban terus setiap bulan, lebih baik dicabut sementara dan bisa dipasang kembali.

Baca Juga:  Kesal Air Terus Ngadat, Warga Luwus Geruduk PDAM Tabanan

Kemudian kondisi rumah yang kosong. Biasanya rumah-rumah yang dijadikan investasi yang ditinggal pemilik.

“Pemilik beli rumah di Tabanan hanya untuk investasi, namun tinggal jauh,” ungkapnya.

Faktor lainnya juga sehingga pencabutan dilakukan. Karena ada Pamsimas Desa atau air minum pedesaan yang kini sudah masuk dan terpasang di beberapa Desa di Tabanan. Apalagi tahun 2021 hingga 2022 sebanyak 19 desa sedang mengikuti program Pamsimas.

“Saya contoh di Desa Cau Belayu Marga. Dulu banyak warga desa di sana sebagai pelanggan PDAM Tabanan. Tetapi setelah adanya Pamsimas Desa, sehingga masyarakat di sana meminta pencabutan dan memilih dilakukan pencabutan sambungan,” terang Bagus Marjaya.

Dalam pencabutan sambungan tersebut, ada proses yang harus dilalui, seperti membuat surat peringatan kepada pelanggan yang memiliki tunggakan, kemudian cara pendekatan dengan mendatangi rumah pelanggan. Apabila mereka mau membayar, maka akan dibuatkan surat pernyataan kepastian untuk membayarnya.

Baca Juga:  Bingung Tak Punya Tempat, Warga Mulai Bakar Sampah Sendiri

”Sebelum melakukan pencabutan, terlebih dahulu kita usahakan untuk melakukan negosiasi dengan pelanggan yang menunggak. Hal ini dilakukan, karena sampai sekarang PDAM masih membutuhkan pelanggan. Jika tidak ada titik temu, maka akan dicabut,” ujarnya

Disinggung berapa jumlah nominal secara keseluruhan tagihan rekening pelanggan yang menunggak tersebut. Pihaknya sejauh ini masih melakukan kalkulasi.

”Bagi pelanggan yang pembayarannya menunggak akan tetap menjadi piutang PDAM. Sewaktu-waktu jika mereka mau memasang sambungan kembali, maka harus membayar tunggakan itu terlebih dahulu dan membayar sambungan baru lagi,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/