alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Lamban, Baru 112.417 Kartu UHC Diserahkan ke Masyarakat Buleleng

SINGARAJA – Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Buleleng, tampaknya belum berjalan dengan optimal.

Hingga akhir Februari 2019, baru 112.417 buah kartu yang diserahkan pada penduduk. Padahal ada 818.829 orang penduduk Buleleng (data per 28 Januari 2019), yang wajib dilindungi pemerintah dalam program UHC.

Hingga kemarin, tercatat ada 112.417 kartu UHC yang diserahkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada warga. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis di Balai Desa Bengkel kemarin.

Kartu-kartu diperuntukkan bagi warga di sembilan kecamatan. Terdiri dari 14.189 kartu bagi warga di Kecamatan Gerokgak, 8.526 kartu bagi warga Kecamatan Seririt,

8.786 jiwa untuk warga Kecamatan Banjar, 8.268 bagi warga Kecamatan Buleleng, 9.220 untuk warga Kecamatan Sukasada,

22.281 kartu untuk masyarakat di Kecamatan Sawan, 15.737 kartu untuk warga Kecamatan Kubutambahan, dan 14.564 kartu untuk warga Tejakula.

Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa mengatakan, tahun ini pemerintah memang mengikuti program UHC yang notabene amanat undang-undang.

Dengan program itu, seluruh warga Buleleng dijamin mendapatkan kesehatan secara gratis di semua rumah sakit yang ada di Buleleng.

Sandhiyasa mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan UHC, sehingga 100 persen penduduk Buleleng bisa tergabung dalam program tersebut.

Ia menyatakan Dinsos Buleleng terus memperbaharui data tiap bulan. “Bila memang ada yang belum ter-cover, segera melapor ke aparat desa. Sehingga bisa segera kami daftarkan,” kata Sandhiyasa.

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pemerintah menjamin perlindungan kesehatan warga Buleleng.

Sehingga tak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.

Selain itu Agus mendorong warga menggunakan tanaman obat keluarga sebagai obat herbal. Tanaman itu bisa dijadikan langkah pencegahan, sehingga warga tak sampai berobat ke rumah sakit karena mengalami sakit.

Asal tahu saja, terhitung pada 28 Januari 2019 lalu, tercatat ada 818.829 orang penduduk di Kabupaten Buleleng. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 95,4 persen yang ter-cover layanan UHC.

Artinya baru 781.162 orang penduduk yang terjangkau, sementara 37.677 orang lainnya belum masuk dalam program. 



SINGARAJA – Program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Buleleng, tampaknya belum berjalan dengan optimal.

Hingga akhir Februari 2019, baru 112.417 buah kartu yang diserahkan pada penduduk. Padahal ada 818.829 orang penduduk Buleleng (data per 28 Januari 2019), yang wajib dilindungi pemerintah dalam program UHC.

Hingga kemarin, tercatat ada 112.417 kartu UHC yang diserahkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada warga. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis di Balai Desa Bengkel kemarin.

Kartu-kartu diperuntukkan bagi warga di sembilan kecamatan. Terdiri dari 14.189 kartu bagi warga di Kecamatan Gerokgak, 8.526 kartu bagi warga Kecamatan Seririt,

8.786 jiwa untuk warga Kecamatan Banjar, 8.268 bagi warga Kecamatan Buleleng, 9.220 untuk warga Kecamatan Sukasada,

22.281 kartu untuk masyarakat di Kecamatan Sawan, 15.737 kartu untuk warga Kecamatan Kubutambahan, dan 14.564 kartu untuk warga Tejakula.

Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa mengatakan, tahun ini pemerintah memang mengikuti program UHC yang notabene amanat undang-undang.

Dengan program itu, seluruh warga Buleleng dijamin mendapatkan kesehatan secara gratis di semua rumah sakit yang ada di Buleleng.

Sandhiyasa mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan UHC, sehingga 100 persen penduduk Buleleng bisa tergabung dalam program tersebut.

Ia menyatakan Dinsos Buleleng terus memperbaharui data tiap bulan. “Bila memang ada yang belum ter-cover, segera melapor ke aparat desa. Sehingga bisa segera kami daftarkan,” kata Sandhiyasa.

Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pemerintah menjamin perlindungan kesehatan warga Buleleng.

Sehingga tak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta.

Selain itu Agus mendorong warga menggunakan tanaman obat keluarga sebagai obat herbal. Tanaman itu bisa dijadikan langkah pencegahan, sehingga warga tak sampai berobat ke rumah sakit karena mengalami sakit.

Asal tahu saja, terhitung pada 28 Januari 2019 lalu, tercatat ada 818.829 orang penduduk di Kabupaten Buleleng. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 95,4 persen yang ter-cover layanan UHC.

Artinya baru 781.162 orang penduduk yang terjangkau, sementara 37.677 orang lainnya belum masuk dalam program. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/