alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Menantang! Ngecek Kawah Gunung, Ini Alasan Para Pendaki Nekat Ini

AMLAPURA – Akhirnya terungkap juga siapa pendaki yang menyebarkan video terbaru kawah Gunung Agung sehingga viral di medsos.

Mereka ternyata warga Temukus, Besakih, Karangasem. Ada sekitar 15 orang warga Temukus yang melakukan pendakian 24 April lalu.

Mereka mendaki sejak pagi hari dan siang sudah sampai di puncak. Uniknya lagi, warga beralasan naik ke puncak Gunung Agung untuk mengecek kondisi kawah gunung.

Sehingga mereka pun merasa lebih tenang dan bisa memulai bercocok tanam atau bertani. Untuk diketahui, warga Temukus sendiri berada di radius 5 Km.

Sementara yang dilarang untuk melakukan pendakian adalah di radius 4 Km. Mereka ini warga yang bermukim di lereng barat daya Gunung Agung di utara Pura Agung Besakih.

Selama ini mereka memang sudah mendapatkan informasi perkembangan Gunung Agung dari Pesebaya Agung lewat siaran di Orari lokal.

Hanya saja informasi yang mereka dapat hanya standar yakni embusan dan juga cuaca. Seperti apa kondisi kawah Gunung Agung apakah material magma sudah penuh atau bagaimana mereka mengaku tidak tahu.

Baca Juga:  Potensi Bencana Tinggi, Ini Peta Rawan Longsor dan Banjir di Jembrana

Padahal itu sangat penting untuk di ketahui mengingat warga Temukus sangat dekat dengan Gunung Agung.

Dengan tahu kondisi Gunung Agung seperti sekarang ini warga menjadi lebih tenang. Mereka juga berencana untuk bisa mulai bercocok tanam.

Sebab sejauh ini tidak ada yang mereka bisa lakukan kecuali beternak dan bertani. Namun kondisi Gunung yang masih belum menentu membuat mereka ragu untuk melakukan aktivitas.

Sementara kalau tidak bekerja untuk biaya hidup sehari hari sangat sulit. Bahkan banyak warga yang juga sudah ngutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pemerintah juga tidak berdaya dan tidak mampu memberikan bantuan kepada eks pengungsi tersebut. ini memang karena benturan aturan.

Sebab mereka bukan lagi pengungsi sehingga tidak lagi mendapat jatah logistik. Padahal logistik di Tanah Ampo juga masih ada.

Saat mendaki, mereka melakukan pengukuran kedalaman kawah. Caranya dengan menurunkan tali ke dasar kawah kemudian mereka ukur.

Baca Juga:  Tolongā€¦Pengungsi Mandiri Gunung Agung Belum Tersentuh Bantuan

Didapat kedalaman yang tersisa sekarang ini adalah 130 meter. Sementara kedalaman kawah sebelumnya adalah 300 meter.

Menurut salah satu pendaki Wayan Sudiana, pengukuran tersebut dilakukan untuk menjawab keluh kesah warga Temukus.

Dimana mereka sempat mendapat informasi atau isu kalau kedalaman kawah sudah dangkal dan tinggal beberapa meter lagi.

Kondisi ini tentunya sangat berbahaya sehingga warga Temukus yang berada di bawahya pun was was.

Untuk memastikan mereka pun sepakat naik ke Puncak Gunung Agung untuk memastikan kondisinya.

“Ya kita dengar kabar kalau kawah Gunung Agung sudah hampir penuh, ini membuat warga Temukus waswas sementara pemerintah sudah memulangkan kami,” ujarnya.

Selain itu mereka juga waswas untuk memulai bercocok tanam. Sudiana mengakui apa yang dilakukan tersebut sangat berbahaya.

Namun mereka terpaksa melakukan itu karena semata mata ingin tahu akan kondisi Gunung Agung. Belakangan ini warga Temukus ada juga yang sudah berani membeli bibit ternak. Mereka pun resah dengan isu tersebut. 



AMLAPURA – Akhirnya terungkap juga siapa pendaki yang menyebarkan video terbaru kawah Gunung Agung sehingga viral di medsos.

Mereka ternyata warga Temukus, Besakih, Karangasem. Ada sekitar 15 orang warga Temukus yang melakukan pendakian 24 April lalu.

Mereka mendaki sejak pagi hari dan siang sudah sampai di puncak. Uniknya lagi, warga beralasan naik ke puncak Gunung Agung untuk mengecek kondisi kawah gunung.

Sehingga mereka pun merasa lebih tenang dan bisa memulai bercocok tanam atau bertani. Untuk diketahui, warga Temukus sendiri berada di radius 5 Km.

Sementara yang dilarang untuk melakukan pendakian adalah di radius 4 Km. Mereka ini warga yang bermukim di lereng barat daya Gunung Agung di utara Pura Agung Besakih.

Selama ini mereka memang sudah mendapatkan informasi perkembangan Gunung Agung dari Pesebaya Agung lewat siaran di Orari lokal.

Hanya saja informasi yang mereka dapat hanya standar yakni embusan dan juga cuaca. Seperti apa kondisi kawah Gunung Agung apakah material magma sudah penuh atau bagaimana mereka mengaku tidak tahu.

Baca Juga:  Alamak, Takut Terjaring Razia, Penghuni Kos Sembunyi di Kamar

Padahal itu sangat penting untuk di ketahui mengingat warga Temukus sangat dekat dengan Gunung Agung.

Dengan tahu kondisi Gunung Agung seperti sekarang ini warga menjadi lebih tenang. Mereka juga berencana untuk bisa mulai bercocok tanam.

Sebab sejauh ini tidak ada yang mereka bisa lakukan kecuali beternak dan bertani. Namun kondisi Gunung yang masih belum menentu membuat mereka ragu untuk melakukan aktivitas.

Sementara kalau tidak bekerja untuk biaya hidup sehari hari sangat sulit. Bahkan banyak warga yang juga sudah ngutang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pemerintah juga tidak berdaya dan tidak mampu memberikan bantuan kepada eks pengungsi tersebut. ini memang karena benturan aturan.

Sebab mereka bukan lagi pengungsi sehingga tidak lagi mendapat jatah logistik. Padahal logistik di Tanah Ampo juga masih ada.

Saat mendaki, mereka melakukan pengukuran kedalaman kawah. Caranya dengan menurunkan tali ke dasar kawah kemudian mereka ukur.

Baca Juga:  Kecil dan Berisiko, Honor Petugas Pemakaman Jenazah Diusulkan Naik

Didapat kedalaman yang tersisa sekarang ini adalah 130 meter. Sementara kedalaman kawah sebelumnya adalah 300 meter.

Menurut salah satu pendaki Wayan Sudiana, pengukuran tersebut dilakukan untuk menjawab keluh kesah warga Temukus.

Dimana mereka sempat mendapat informasi atau isu kalau kedalaman kawah sudah dangkal dan tinggal beberapa meter lagi.

Kondisi ini tentunya sangat berbahaya sehingga warga Temukus yang berada di bawahya pun was was.

Untuk memastikan mereka pun sepakat naik ke Puncak Gunung Agung untuk memastikan kondisinya.

“Ya kita dengar kabar kalau kawah Gunung Agung sudah hampir penuh, ini membuat warga Temukus waswas sementara pemerintah sudah memulangkan kami,” ujarnya.

Selain itu mereka juga waswas untuk memulai bercocok tanam. Sudiana mengakui apa yang dilakukan tersebut sangat berbahaya.

Namun mereka terpaksa melakukan itu karena semata mata ingin tahu akan kondisi Gunung Agung. Belakangan ini warga Temukus ada juga yang sudah berani membeli bibit ternak. Mereka pun resah dengan isu tersebut. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/