alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pak Koster, Bangunan Tempat Lelang Ikan di Jembrana Rusak!

NEGARA – Potensi perikanan di Jembrana yang sangat besar, masih belum didukung dengan infrastruktur memadai. Seperti tempat pelelangan ikan di Pantai Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, yang sudah rusak parah tidak diperbaiki, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Padahal nelayan membutuhkan tempat yang memadai untuk lelang ikan hasil tangkapan ikan.

 

Bangunan yang berada di pesisir Pantai Desa Yeh Kuning, kondisinya sudah memprihatinkan. Atap bangunan sudah banyak berjatuhan dan plafon sudah juga sudah berlubang. Sekitar bangunan juga sangat rimbun dengan tanaman liar sehingga bangunan seperti bangunan tua yang sudah bertahun-tahun tidak terawat.

 

Padahal menurut informasi dari warga sekitar, bahwa bangunan sudah tidak digunakan sejak setahun terakhir karena kondisinya sudah rusak parah. Sebelumnya, bangunan digunakan untuk jual beli hasil tangkapan nelayan sekitar, sehingga setiap pagi aktivitas jual beli ikan cukup ramai.

 

Bangunan seperti balai pertemuan tersebut juga sering digunakan masyarakat khususnya nelayan untuk tempat pertemuan.

Baca Juga:  RSU Negara Akhirnya Punya Alat PCR untuk Diagnosis Covid-19

 

Karena bangunan rusak dan tidak terpakai lagi, sebagian nelayan menggunakan bangunan untuk menyimpan sementara peralatan untuk melaut. Nelayan berharap ada perbaikan pada bangunan, sehingga nelayan lebih mudah menjual hasil tangkapannya.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, bangunan yang biasa digunakan untuk tempat pelelangangan ikan oleh nelayan Desa Air Kuning tersebut merupakan gedung yang dibangun oleh pemerintah provinsi Bali. Dengan demikian, itu taanggung jawab Gubernur Bali Wayan Koster.

 

“Bangunan itu punya provinsi. Karena kondisinya rusak sudah jarang dipakai,” jelasnya.

 

Sebelumnya , Bupati Jembrana I Nengah Tamba rencananya akan membangun dermaga khusus nelayan tradisional di Desa Air Kuning dan Perancak. Tidak hanya berfungsi sebagai dermaga, tetapi juga tempat penjualan ikan dengan konsep yang lebih modern.

 

Pembangunan dermaga sebagai upaya mempermudah akses nelayan dengan membuat dermaga khusus bagi nelayan tradisional di Desa Perancak dan Desa Air Kuning. Karena berdasarkan penuturan nelayan, kendala selama ini yang dihadapi adalah ketika terjadi gelombang tinggi sulit menambatkan perahu dan membawa hasil tangkapan.

Baca Juga:  Sembilan Ekor Sapi Hilang di Kebun, Warga Tukadaya Jembrana Resah

 

Tidak hanya dermaga untuk perahu nelayan. Nelayan yang direncanakan dibangun adalah dermaga yang berfungsi juga untuk tempat jual ikan, seperti pasar ikan yang di konsep lebih modern. Dengan adanya dermaga tersebut, nelayan akan dipermudah dan keselamatan terjaga. Disamping itu dimudahkan dalam menjual hasil tangkapan karena sudah ada pasar ikan di dermaga.

 

Kendala yang dihadapi selama ini untuk mewujudkan harapan nelayan tersebut adalah lahan dan akses jalan. Kendala tersebut juga merupakan pekerjaan bagi Perbekel Desa Air Kuning dan Perancak. Apabila masalah tanah dan akses jalan ini sudah selesai, maka pemerintah kabupaten memikirkan solusinya, terutama mengenai anggaran.

 


NEGARA – Potensi perikanan di Jembrana yang sangat besar, masih belum didukung dengan infrastruktur memadai. Seperti tempat pelelangan ikan di Pantai Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, yang sudah rusak parah tidak diperbaiki, sehingga tidak bisa digunakan lagi. Padahal nelayan membutuhkan tempat yang memadai untuk lelang ikan hasil tangkapan ikan.

 

Bangunan yang berada di pesisir Pantai Desa Yeh Kuning, kondisinya sudah memprihatinkan. Atap bangunan sudah banyak berjatuhan dan plafon sudah juga sudah berlubang. Sekitar bangunan juga sangat rimbun dengan tanaman liar sehingga bangunan seperti bangunan tua yang sudah bertahun-tahun tidak terawat.

 

Padahal menurut informasi dari warga sekitar, bahwa bangunan sudah tidak digunakan sejak setahun terakhir karena kondisinya sudah rusak parah. Sebelumnya, bangunan digunakan untuk jual beli hasil tangkapan nelayan sekitar, sehingga setiap pagi aktivitas jual beli ikan cukup ramai.

 

Bangunan seperti balai pertemuan tersebut juga sering digunakan masyarakat khususnya nelayan untuk tempat pertemuan.

Baca Juga:  Tekan Covid di Buleleng, Pasien Asimtomatik Dipindah ke Faskes Pemprov

 

Karena bangunan rusak dan tidak terpakai lagi, sebagian nelayan menggunakan bangunan untuk menyimpan sementara peralatan untuk melaut. Nelayan berharap ada perbaikan pada bangunan, sehingga nelayan lebih mudah menjual hasil tangkapannya.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa mengatakan, bangunan yang biasa digunakan untuk tempat pelelangangan ikan oleh nelayan Desa Air Kuning tersebut merupakan gedung yang dibangun oleh pemerintah provinsi Bali. Dengan demikian, itu taanggung jawab Gubernur Bali Wayan Koster.

 

“Bangunan itu punya provinsi. Karena kondisinya rusak sudah jarang dipakai,” jelasnya.

 

Sebelumnya , Bupati Jembrana I Nengah Tamba rencananya akan membangun dermaga khusus nelayan tradisional di Desa Air Kuning dan Perancak. Tidak hanya berfungsi sebagai dermaga, tetapi juga tempat penjualan ikan dengan konsep yang lebih modern.

 

Pembangunan dermaga sebagai upaya mempermudah akses nelayan dengan membuat dermaga khusus bagi nelayan tradisional di Desa Perancak dan Desa Air Kuning. Karena berdasarkan penuturan nelayan, kendala selama ini yang dihadapi adalah ketika terjadi gelombang tinggi sulit menambatkan perahu dan membawa hasil tangkapan.

Baca Juga:  Aduh! Ada Warga Isoman di Jembrana yang Keluar Rumah

 

Tidak hanya dermaga untuk perahu nelayan. Nelayan yang direncanakan dibangun adalah dermaga yang berfungsi juga untuk tempat jual ikan, seperti pasar ikan yang di konsep lebih modern. Dengan adanya dermaga tersebut, nelayan akan dipermudah dan keselamatan terjaga. Disamping itu dimudahkan dalam menjual hasil tangkapan karena sudah ada pasar ikan di dermaga.

 

Kendala yang dihadapi selama ini untuk mewujudkan harapan nelayan tersebut adalah lahan dan akses jalan. Kendala tersebut juga merupakan pekerjaan bagi Perbekel Desa Air Kuning dan Perancak. Apabila masalah tanah dan akses jalan ini sudah selesai, maka pemerintah kabupaten memikirkan solusinya, terutama mengenai anggaran.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/