alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tak Ada Lonjakan Arus di Gilimanuk, Isu Larangan Mudik Dipercepat HOAX

NEGARA– Menjelang larangan mudik Hari Raya Idul Fitri, beredar isu yang membuat bingung masyarakat.

Salah satunya isu yang menyatakan bahwa larangan mudik dipercepat mulai 1 Mei mendatang.

Namun informasi yang beredar tersebut dibantah, karena hingga saat ini belum ada aturan atau surat edaran baru dari pusat mengenai terkait dengan larangan mudik.

General manager PT. Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang Gilimanuk Suharto menegaskan, sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan tetap berpedoman pada adendum surat edaran 13 tahun 2021 larangan mudik hari daya idul fitri dan pengendalian Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

“Tidak ada memajukan larangan mudik, kami tetap berpedoman dengan aturan sebelumnya,” terangnya.

Suharto memastikan, situasi Pelabuhan Gilimanuk hingga kemarin masih landai.

Tidak ada lonjakan arus kendaraan dan orang yang keluar Bali untuk menghindari larangan mudik. “Sekarang situasi pelabuhan masih sepi,” terangnya.

- Advertisement -

Menurutnya, larangan mudik berlaku untuk seluruh masyarakat, kecuali yang dikecualikan dalam surat edaran tersebut. 

Baca Juga:  Berniat Tolong Teman, Pemancing Tewas Dihantam Ombak Laut Selatan

Selama larangan mudik tersebut berlaku, penjualan tiket untuk delapan pengecualian dalam adendum surat edaran. Diantaranya kendaraan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non medik.

Meskipun ada pembatasan penjualan tiket, jumlah kapal dan dermaga yang beroperasi tetap normal. Belum ada rencana pengurangan jumlah kapal dan dermaga yang akan beroperasi selama larangan mudik berlaku.

”Sampai saat ini belum ditentukan dermaga maupun berapa kapal yang operasi. Nanti koordinasi degan BPTD sesuai dengan kondisi lapangan,” tandasnya.

Terpisah, Kabagops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa menegaskan, bahwa sesuai dengan surat edaran tentang larangan mudik lebaran dari tanggal 6 -17 Mei. Artinya, tidak ada aturan baru yang menyatakan bahwa larangan mudik dimajukan.

“Tetap sesuai dengan edaran sebelumnya tentang larangan mudik,” tegasnya. Karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk tidak mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Menjijikkan, Santap Sosis Isi Cacing, 14 Pelajar SDN Abuan Keracunan

Dalam rapat koordinasi terkait dengan larang mudik sebelumnya, menindaklanjuti larangan mudik ini, Polres Jembrana akan membuat pos penyekatan di wilaya Cekik, Gilimanuk. 

Pos penyekatan yang dijaga personil Polres Jembrana bersama tim gabungan akan melakukan pemeriksaan bagi pengguna jalan maupun penumpang yang hendak keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Bagi yang nekat mudik pada tanggal 6-17 Mei, maka petugas yang melakukan penyekatan di Cekik akan mencegah dengan meminta agar memutar balik.

Polres akan menerjunkan 195 personil dengan jumlah personil terbanyak di Cekik karena menjadi pos penyekatan.

Selama larangan mudik itu, kendaraan yang masih boleh lewat hanya angkutan logistik, TNI, Polri dan ASN yang melengkapi diri dengan surat tugas dari kesatuan dan instansi.

Serta ambulan yang membawa orang meninggal dan sakit juga masih dibolehkan menggunakan jasa penyeberangan.

- Advertisement -

NEGARA– Menjelang larangan mudik Hari Raya Idul Fitri, beredar isu yang membuat bingung masyarakat.

Salah satunya isu yang menyatakan bahwa larangan mudik dipercepat mulai 1 Mei mendatang.

Namun informasi yang beredar tersebut dibantah, karena hingga saat ini belum ada aturan atau surat edaran baru dari pusat mengenai terkait dengan larangan mudik.

General manager PT. Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang Gilimanuk Suharto menegaskan, sebagai pengelola pelabuhan penyeberangan tetap berpedoman pada adendum surat edaran 13 tahun 2021 larangan mudik hari daya idul fitri dan pengendalian Covid-19 selama bulan suci Ramadhan.

“Tidak ada memajukan larangan mudik, kami tetap berpedoman dengan aturan sebelumnya,” terangnya.

Suharto memastikan, situasi Pelabuhan Gilimanuk hingga kemarin masih landai.

Tidak ada lonjakan arus kendaraan dan orang yang keluar Bali untuk menghindari larangan mudik. “Sekarang situasi pelabuhan masih sepi,” terangnya.

Menurutnya, larangan mudik berlaku untuk seluruh masyarakat, kecuali yang dikecualikan dalam surat edaran tersebut. 

Baca Juga:  HOG Gelar Charity Ride Sambil Cari Betutu, Tamba Tawarkan Investasi

Selama larangan mudik tersebut berlaku, penjualan tiket untuk delapan pengecualian dalam adendum surat edaran. Diantaranya kendaraan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan non medik.

Meskipun ada pembatasan penjualan tiket, jumlah kapal dan dermaga yang beroperasi tetap normal. Belum ada rencana pengurangan jumlah kapal dan dermaga yang akan beroperasi selama larangan mudik berlaku.

”Sampai saat ini belum ditentukan dermaga maupun berapa kapal yang operasi. Nanti koordinasi degan BPTD sesuai dengan kondisi lapangan,” tandasnya.

Terpisah, Kabagops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa menegaskan, bahwa sesuai dengan surat edaran tentang larangan mudik lebaran dari tanggal 6 -17 Mei. Artinya, tidak ada aturan baru yang menyatakan bahwa larangan mudik dimajukan.

“Tetap sesuai dengan edaran sebelumnya tentang larangan mudik,” tegasnya. Karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk tidak mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Pengedar 97 Kg Ganja Jaringan Bali–Jakarta Ngotot Baru Sekali Beraksi

Dalam rapat koordinasi terkait dengan larang mudik sebelumnya, menindaklanjuti larangan mudik ini, Polres Jembrana akan membuat pos penyekatan di wilaya Cekik, Gilimanuk. 

Pos penyekatan yang dijaga personil Polres Jembrana bersama tim gabungan akan melakukan pemeriksaan bagi pengguna jalan maupun penumpang yang hendak keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Bagi yang nekat mudik pada tanggal 6-17 Mei, maka petugas yang melakukan penyekatan di Cekik akan mencegah dengan meminta agar memutar balik.

Polres akan menerjunkan 195 personil dengan jumlah personil terbanyak di Cekik karena menjadi pos penyekatan.

Selama larangan mudik itu, kendaraan yang masih boleh lewat hanya angkutan logistik, TNI, Polri dan ASN yang melengkapi diri dengan surat tugas dari kesatuan dan instansi.

Serta ambulan yang membawa orang meninggal dan sakit juga masih dibolehkan menggunakan jasa penyeberangan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/