alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Astungkara…Rumah Terdampak Gempa Lombok Segera Ditangani

SINGARAJA – Rumah warga yang terdampak bencana gempa pada Agustus 2018 lalu, akan segera diperbaiki tahun ini.

Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 100 rumah yang terdampak bencana tersebut.

Saat gempa tahun lalu, jumlah rumah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Buleleng, cukup banyak. Tercatat ada 257 rumah yang rusak ringan, 191 rumah rusak sedang, dan 20 rumah rusak berat.

Untuk sementara Dinas Perkimta Buleleng akan menangani 100 unit rumah yang mengalami rusak ringan. Total anggaran yang disediakan sebanyak Rp 650 juta.

Sedangkan untuk rumah yang mengalami rusak sedang dan rusak berat, akan ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga:  Catat!! Gara-Gara Hoax, Hunian Nusa Penida Anjlok

“Tahun lalu sudah kami lakukan perbaikan untuk 20 rumah. Tahun ini menyusul 100 rumah lagi. Sisanya diupayakan bisa selesai tahun depan,” kata Kasi Perumahan Gede Widnyana saat ditemui di ruang kerjanya siang kemarin (24/5).

Tercatat ada 54 unit rumah di Desa Alasangker, 5 unit rumah di Desa Depeha, 12 unit rumah di Desa Bontihing, 13 unit rumah di Desa Bila, 2 unit rumah di Desa Bebetin, dan 14 unit rumah di Desa Silangjana.

Alasangker memang mendapat alokasi paling banyak, karena rumah yang terdampak cukup banyak.

Lebih lanjut Widnyana menjelaskan, alokasi anggaran yang diberikan pemerintah tak lebih dari Rp 10 juta.

Sebab penanganan yang dilakukan hanya pada rumah-rumah yang bersifat rusak ringan. Nantinya anggaran perbaikan itu akan ditransfer ke rekening penerima.

Baca Juga:  Bupati Karangasem Mas Sumatri Langsung Panggil Oknum Pejabat

“Kami harapkan dalam proses perbaikan mereka juga bisa melibatkan tukang atau buruh bangunan. Sebab dalam alokasi anggaran itu ada 15 persen untuk ongkos tenaga,” imbuhnya.

Sementara untuk 137 unit rumah lainnya yang belum tersentuh bantuan, Widnyana menyatakan pemerintah akan mengalokasikannya pada tahun anggaran 2020 nanti.

Rencananya pemerintah akan kembali melakukan verifikasi. Apabila sudah tertangani, maka akan dialokasikan untuk kegiatan lain.

“Kalau memang sudah tertangani, tidak kami berikan lagi. Nanti kami akan alokasikan untuk kerusakan akibat bencana alam lain.

Apalagi di awal tahun ini juga kan ada kerusakan-kerusakan lain akibat bencana alam,” tandasnya. 



SINGARAJA – Rumah warga yang terdampak bencana gempa pada Agustus 2018 lalu, akan segera diperbaiki tahun ini.

Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 100 rumah yang terdampak bencana tersebut.

Saat gempa tahun lalu, jumlah rumah yang mengalami kerusakan di Kabupaten Buleleng, cukup banyak. Tercatat ada 257 rumah yang rusak ringan, 191 rumah rusak sedang, dan 20 rumah rusak berat.

Untuk sementara Dinas Perkimta Buleleng akan menangani 100 unit rumah yang mengalami rusak ringan. Total anggaran yang disediakan sebanyak Rp 650 juta.

Sedangkan untuk rumah yang mengalami rusak sedang dan rusak berat, akan ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga:  Gubernur Pastika : Optimalkan Bantuan di Bali Dulu, Baru ke Lombok

“Tahun lalu sudah kami lakukan perbaikan untuk 20 rumah. Tahun ini menyusul 100 rumah lagi. Sisanya diupayakan bisa selesai tahun depan,” kata Kasi Perumahan Gede Widnyana saat ditemui di ruang kerjanya siang kemarin (24/5).

Tercatat ada 54 unit rumah di Desa Alasangker, 5 unit rumah di Desa Depeha, 12 unit rumah di Desa Bontihing, 13 unit rumah di Desa Bila, 2 unit rumah di Desa Bebetin, dan 14 unit rumah di Desa Silangjana.

Alasangker memang mendapat alokasi paling banyak, karena rumah yang terdampak cukup banyak.

Lebih lanjut Widnyana menjelaskan, alokasi anggaran yang diberikan pemerintah tak lebih dari Rp 10 juta.

Sebab penanganan yang dilakukan hanya pada rumah-rumah yang bersifat rusak ringan. Nantinya anggaran perbaikan itu akan ditransfer ke rekening penerima.

Baca Juga:  Catat!! Gara-Gara Hoax, Hunian Nusa Penida Anjlok

“Kami harapkan dalam proses perbaikan mereka juga bisa melibatkan tukang atau buruh bangunan. Sebab dalam alokasi anggaran itu ada 15 persen untuk ongkos tenaga,” imbuhnya.

Sementara untuk 137 unit rumah lainnya yang belum tersentuh bantuan, Widnyana menyatakan pemerintah akan mengalokasikannya pada tahun anggaran 2020 nanti.

Rencananya pemerintah akan kembali melakukan verifikasi. Apabila sudah tertangani, maka akan dialokasikan untuk kegiatan lain.

“Kalau memang sudah tertangani, tidak kami berikan lagi. Nanti kami akan alokasikan untuk kerusakan akibat bencana alam lain.

Apalagi di awal tahun ini juga kan ada kerusakan-kerusakan lain akibat bencana alam,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/