alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Operasi Ketupat Berakhir, Ribuan Pemudik Belum Balik ke Bali

GILIMANUK – Usai sudah jadwal Operasi Ketupat Agung. Meski begitu, arus balik pemudik yang masuk Bali masih padat.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Agung, pos – pos pengamanan dan pelayanan disepanjang jalur utama dicabut.

Personil yang terlibat juga ditarik dan langsung digeser untuk pengamanan Pilgub Bali. Pos pemeriksaan surat-surat kendaraan, barang dan orang yang

masuk Bali yang sebelumnya dipindah ke terminal Gilimanuk juga dikembalikan ke lokasi sebelumnya di pintu keluar pelabuhan.

Namun demikian, arus balik yang masuk Bali terpantau masih padat. Setiap kapal bongkar muatan di pelabuhan Gilimanuk rata-rata penuh muatan kendaraan terutama sepeda motor dan mobil pribadi bercampur bus dan truk.

Antrean juga terjadi di pos 2 tempat pemeriksaan surat-surat, kendaraan dan barang di pintu keluar pelabuhan.

Dengan ditariknya sebagian besar personil, maka jumlah anggota polisi yang bertugas menjadi berkurang.

Meski sedikit namun mereka tetap berusaha melakukan pemeriksaan dengan maksimal sesuai protap yang ada.

“Sebagian anggota ditugaskan untuk pengamanan Pilkada. Kami mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan dengan maksimal dan tugas ini sudah biasa kami lakukan,” ujar seorang polisi di pos 2.

Beberapa pemudik yang balik kemarin mengatakan, mereka memang kembali dari kampung halaman setelah Lebaran Ketupat.

Baca Juga:  Nekat Masuk Bali Tanpa Sertifikat, Empat Ton Daging Ayam Diamankan

“Di pelabuhan Ketepang tadi penuh kendaraan yang antre untuk masuk kapal. Yang balik sekarang masih banyak,” ujar Anto, asal Kalipuro, Banyuwangi.

Pemudik yang belum balik sampai Operasi Ketupat Agung berakhir memang masih banyak. Berdasar data posko terpadu Pelabuhan Gilimanuk,

arus mudik mulai H-8 Lebaran untuk penumpang tercatat 747.075 orang, roda dua 111.257 unit dan mobil sebanyak 96.160 unit.

Puncak arus mudik terjadi pada H-2 dimana penumpang tercatat 80.182 orang, sepeda motor sebanyak 19.654 unit dan mobil sebanyak 8.315 unit.

Dari jumlah pemudik itu sampai operasi ditutup yang balik tercatat rata-rata baru 85 persen. Untuk penumpang yang sudah balik sebanyak 603.833 orang atau masih ada 143.242 orang yang belum balik.

Roda dua yang sudah balik tercatat 68.107 unit atau masih tersisa 43.150 unit, sedangkan mobil yang sudah balik ada 84.715 unit atau yang belum balik masih ada 11. 445 unit.

Masih tersisa ribuan penumpang dan kendaraan dan diperkirakan akan balik ke Bali beberapa hari ke depan.

“Arus balik masih ramai dan kendaraan yang akan menyeberang ke Bali terus mengalir masuk pelabuhan Ketapang. Namun penyeberangan tetap lancar,” ujar GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Elvi Yoza.

Baca Juga:  Dipecat, Eks Pegawai Cantik Ungkap Dosa Besar Direksi Perusda Jembrana

Menurutnya, dari data penyeberangan, puncak arus balik terjadi pada H + 8 dimana untuk penumpang yang balik sebanyak 58.662 orang.

Roda dua sebanyak 11.894 unit dan mobil ada 6.510 unit.”Yang belum balik kemungkinan akan balik belakangan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Mahfud Didik Wiratmoko mengatakan, meski Operasi Ketupat Agung ditutup, namun anggota yang melaksanakan pengamanan masih tetap siaga dan arus balik tetap mendapat pengamanan.

“Anggota memang ditarik, tetapi pengamanan di jalur Denpasar-Gilimanuk masih tetap dilaksanakan oleh personil Polres maupun personil Polsek, seperti hari-hari biasannya.

Begitu pula dengan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar pelabuhan Gilimanuk tetap dilakukan dengan maksimal,” terangnya. 

Dari data di Polres Jembrana selama Operasi Ketupat Agung 2018 kecelakaan lalu lintas menurun 86 persen.

Tahun lalu tercatat ada tujuh kejadian dengan korban meninggal dunia lima orang dan luka ringan 10 orang.

Sementara tahun ini, hanya ada satu jumlah kejadian dengan satu meninggal dan satu luka ringan 



GILIMANUK – Usai sudah jadwal Operasi Ketupat Agung. Meski begitu, arus balik pemudik yang masuk Bali masih padat.

Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Agung, pos – pos pengamanan dan pelayanan disepanjang jalur utama dicabut.

Personil yang terlibat juga ditarik dan langsung digeser untuk pengamanan Pilgub Bali. Pos pemeriksaan surat-surat kendaraan, barang dan orang yang

masuk Bali yang sebelumnya dipindah ke terminal Gilimanuk juga dikembalikan ke lokasi sebelumnya di pintu keluar pelabuhan.

Namun demikian, arus balik yang masuk Bali terpantau masih padat. Setiap kapal bongkar muatan di pelabuhan Gilimanuk rata-rata penuh muatan kendaraan terutama sepeda motor dan mobil pribadi bercampur bus dan truk.

Antrean juga terjadi di pos 2 tempat pemeriksaan surat-surat, kendaraan dan barang di pintu keluar pelabuhan.

Dengan ditariknya sebagian besar personil, maka jumlah anggota polisi yang bertugas menjadi berkurang.

Meski sedikit namun mereka tetap berusaha melakukan pemeriksaan dengan maksimal sesuai protap yang ada.

“Sebagian anggota ditugaskan untuk pengamanan Pilkada. Kami mendapat tugas untuk melakukan pemeriksaan dengan maksimal dan tugas ini sudah biasa kami lakukan,” ujar seorang polisi di pos 2.

Beberapa pemudik yang balik kemarin mengatakan, mereka memang kembali dari kampung halaman setelah Lebaran Ketupat.

Baca Juga:  Berdalih Baru, Diskes Temukan 7 Penyedia Rapid yang Tak Bersertifikat

“Di pelabuhan Ketepang tadi penuh kendaraan yang antre untuk masuk kapal. Yang balik sekarang masih banyak,” ujar Anto, asal Kalipuro, Banyuwangi.

Pemudik yang belum balik sampai Operasi Ketupat Agung berakhir memang masih banyak. Berdasar data posko terpadu Pelabuhan Gilimanuk,

arus mudik mulai H-8 Lebaran untuk penumpang tercatat 747.075 orang, roda dua 111.257 unit dan mobil sebanyak 96.160 unit.

Puncak arus mudik terjadi pada H-2 dimana penumpang tercatat 80.182 orang, sepeda motor sebanyak 19.654 unit dan mobil sebanyak 8.315 unit.

Dari jumlah pemudik itu sampai operasi ditutup yang balik tercatat rata-rata baru 85 persen. Untuk penumpang yang sudah balik sebanyak 603.833 orang atau masih ada 143.242 orang yang belum balik.

Roda dua yang sudah balik tercatat 68.107 unit atau masih tersisa 43.150 unit, sedangkan mobil yang sudah balik ada 84.715 unit atau yang belum balik masih ada 11. 445 unit.

Masih tersisa ribuan penumpang dan kendaraan dan diperkirakan akan balik ke Bali beberapa hari ke depan.

“Arus balik masih ramai dan kendaraan yang akan menyeberang ke Bali terus mengalir masuk pelabuhan Ketapang. Namun penyeberangan tetap lancar,” ujar GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Elvi Yoza.

Baca Juga:  Belasan Botol Arak Gagal Diselundupkan, Si Sopir Bilang…

Menurutnya, dari data penyeberangan, puncak arus balik terjadi pada H + 8 dimana untuk penumpang yang balik sebanyak 58.662 orang.

Roda dua sebanyak 11.894 unit dan mobil ada 6.510 unit.”Yang belum balik kemungkinan akan balik belakangan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Mahfud Didik Wiratmoko mengatakan, meski Operasi Ketupat Agung ditutup, namun anggota yang melaksanakan pengamanan masih tetap siaga dan arus balik tetap mendapat pengamanan.

“Anggota memang ditarik, tetapi pengamanan di jalur Denpasar-Gilimanuk masih tetap dilaksanakan oleh personil Polres maupun personil Polsek, seperti hari-hari biasannya.

Begitu pula dengan pemeriksaan di pintu masuk dan keluar pelabuhan Gilimanuk tetap dilakukan dengan maksimal,” terangnya. 

Dari data di Polres Jembrana selama Operasi Ketupat Agung 2018 kecelakaan lalu lintas menurun 86 persen.

Tahun lalu tercatat ada tujuh kejadian dengan korban meninggal dunia lima orang dan luka ringan 10 orang.

Sementara tahun ini, hanya ada satu jumlah kejadian dengan satu meninggal dan satu luka ringan 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/